Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Betina Gatel


__ADS_3

Malam hari dikediaman Wara dan Jati yang penuh dengan kasih.


Qara malam ini yang sedang menemani suaminya kerja mengedit video yang akan diunggah ke youtube pun memilih membuka sosial media mereka. Yah, selama ini Qara memang tidak suka membuka sosial media, dan segala macam sosial media apa pun, memang lebih sering dipegang oleh Jati, suaminya. Namun, entah datang dari mana, tiba-tiba wanita yang sudah hampir dua tahun menemani Jati dalam segala suka maupun duka pun ingin tahu ada aktivitas apa saja di sosial media yang mengatasi namakan mereka.


Wanita berhijab itu pun duduk dengan santai, tangannya terus menggeser layar pintarnya. Pertama-tama ia membaca komen-komen, biasa saja, tetapi makin lama jiwa cemburu Qara pun naik ketika banyak cewek-cewek yang dengan terang-terangan suka pada Jati.


"Aduh suami orang ganteng banget sih. Bang butuh bin ke dua nggak. Kalau butuh eneng mau deh di jadikan madu. Biarin digilir juga."


"Bang syarat untuk jadi bini ke dua itu apa? Biar susah juga pasti bakal dijabanin dah."


"Lagi nunggu pendaftaran untuk jadi istri ke dua biarin deh bantu-bantu cuci piring juga."


"Kalau punya suami kaya A Jati mah pasti nggak bakal aku biarin kerja, biar aku aja yang kerja."

__ADS_1


"Bang jadikan aku selingkuhanmu."


"Ada yang tahu cara bisa jadi selingkuhan Abang Jati gimana?"


Qara yang baru tahu isi komen-komen di sosial medianya bukanya mengomentari masakannya, tapi justru rata-rata mengomentari wajah suaminya pun langsung panas. Wajahnya memerah dan menatap Jati dengan tatapan yang berkobar-kobar seolah sedang mengatakan kalau aku sedang marah dan ingin mengajak perang.


"Ok, sabar Qara, kita coba bukti lain." Qara bergumam dalam batinnya. Kini jari-jari Qara berpindah dari postingan, dan komen ke DM.


Deg!! Perasaan Qara semakin tidak karuan setelah DM isinya sampah masyarakat semua. Meskipun Nara tahu semuanya tidak ada yang direspon oleh Jati, bahkan dibuka pun tidak oleh Jati.


"Bang, kali aja lagi butuh teman tidur, gratis bang, balas DM aku yah." Huek .... DM pertama yang Qara buka membuat wanita itu langsung mual. Apalagi melihat foto pakaian wanita yang super seksi dan menjijikan.


Beruntung Jati nggak buka DM-DM itu kalau buka berdosa banget karena lihat benda yang seharusnya tidak dilihat.

__ADS_1


"Bang, kesepian Nih, kita Vc youk!" Kembali ada seorang cewek yang kalau dilihat dari wajahnya jelas masih muda, tetapi yang membuat Qara tidak ngerti lagi dengan betina sekarang, mereka bener-bener murahan. Anak yang masih muda-muda bahkan yang jelas masih sekolah mau-maunya mengumbar tubuhnya dengan pakaian minim untuk menggoda para laki-laki apa mereka tidak takut kalau orang tuanya akan malu kalau melihat kelakuan anaknya seperti itu.


Tangan Qara terus mengecek DM yang masuk dan kebanyakan itu dari wanita-wanita yang pada kegatelan. Sungguh Qara tidak menyangka makin ke sini makin banyak wanita yang mau merendahkan harga dirinya demi hal-hal yang haram dan dosa. Seolah mereka bangga kalau sudah membuat rumah tangga orang hancur.


"A Jati, masih lama kerjaanya?" tanya Qara, masih berusaha berbicara dengan lembut. Meskipun dalam dadanya dia sudah marah dan pengin marah banget. Sekalipun ia tahu Jati nggak merespon komen bahkan DM mereka tapi rasanya mereka masih dongkol.


"E bentar lagi udah ngantuk yah," balas Jati tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar laptopnya. Yah, meskipun bisa dikatakan Qara dan Jati sudah menjadi youtuber terkenal dan penghasilan yang sudah ratusan juta, tetapi Jati belum percaya kalau untuk edit vidio sepenuhnya diserahkan pada timnya.


Kecuali Nara dan trio kwek-kwek mereka ada tim edit sendiri. Awalnya dikerjakan Jati juga, tapi setelah mereka terkenal dan makin sering bikin konten Jati pun meminta mereka punya tim editing sendiri, dan kameramen sendiri. Sehingga Jati saat ini hanya bekerja real dengan istri tercintanya.


"Bukan, tapi lihat deh ini." Qara meminta agar Jati mendekat ke arahnya. Jati pun sebagai suami yang paling baik mengikuti apa kata Qara. Berjalan dengan santai ke arah Qara dan justru memeluknya dengan mesra.


Bersambung...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2