
Tanpa di sadari sudah satu minggu Thomy dirawat di rumah sakit. Sesuai permintaan Jati, kini Thomy pun sudah dipindahkan ke rumah sakit di kota Jakarta, dan untuk penjagaan pun bergantian dilakukan oleh tiga anak-anaknya, dan satu menantunya, bahkan adik-adik Qara pun sering ikut bantu jaga Thomy.
Seperti malam ini jatah Nara yang berjaga setelah siang tadi Qara dan Jati yang menjaga sore hari dilanjutkan oleh Noah, dan untuk malam hari untuk Nara dan dua timnya yaitu Diki dan Deva. Mereka bergantian karena memang ada kesibukan sendiri selain untuk bekerja Nara dan Noah juga harus sekolah. Meskipun Jati sudah melarang Noah dan Nara bekerja, tapi keduanya masih terlalu suka dengan membuat konten-konten sehingga mereka masih aktif membuat konten youtube. Bukan hanya semata karena uang, tapi ada banyak penggemar yang menunggu konten mereka sehingga Nara dan Noah masih tetap menjalankan kegiatannya itu meskipun tidak sesering dulu.
Sementara itu Iren sendiri kembali bekerja di teman suaminya hanya menggantikan Thomy selama laki-laki itu sakit, itu dia lakukan karena wanita itu sudah tidak memiliki saham di perusahaan suaminya. Yang dia lakukan karena kemanusiaan saja, kalau sampai perusahaan suaminya bangkrut banyak yang akan menanggung akibatnya pasti seperti para karyawannya yang tidak tau apa-apa jadi ikut terbawa-bawa.
Di ruangan VIP Nara dan dua timnya pun terus belajar dengan sesekali bercanda. Sedangkan Thomy yang belum bisa tidur pun cukup terhibur dengan candaan Nara, Deva dan Diki. Kini laki-laki itu sadar betul bagaimana arti keluarga. Bukan hanya dia membutuhkan untuk merawatnya, tapi juga bisa jadi penghibur di saat dia sakit seperti sekarang ini.
"Nara ..." Tnomy memanggil putri kecilnya yang sekarang sudah beranjak dewasa. Nara yang masih belajar bersama dengan Deva dan diawasi oleh Diki pun langsung menghampiri papahnya.
"Ada apa Pah? Papah mau ke kamar mandi?" tanya Nara dengan suara pelan. Sama halnya dengan Jati, Nara juga sudah belajar memaafkan papahnya kini mereka menganggap kalau masalah ini adalah pelajaran untuk Thomy dan mereka akan memulai dengan kehidupan yang baru.
"Iya Papah pengin buang air, tolong kamu panggilkan suster." Thomy tidak enak kalau Nara yang sudah beranjak dewasa membantunya ke kamar mandi dan melayani seperti Jati dan Noah.
"Biar Diki dan Deva yang bantu Om." Diki yang usianya hampir sama dengan Noah pun langsung bersiap membantu Thomy, dan Deva yang juga usianya hampir sama dengan Nara pun ikut membantu kakaknya yang mungkin butuh bantuan.
__ADS_1
"Apa Om tidak merepotkan kalian nantinya," tanya Thomy dengan berhati-hati.
"Tidak Om, sini Diki bantu, kalau nanti terasa sakit bilang yah. Ini pertama kalinya Diki membantu orang sakit." Diki dan Deva pun dengan telaten merawat Thomy, dan lagi-lagi hati Thomy tercubit ketika melihat kebaikan anak-anaknya. Ia benar-benar dibuat tidak bisa berbuat apa-apa selain rasa syukur karena perlakuan Diki dan Deva yang notabenya dulu ia selalu pandang sebelah mata keluarga Qara tapi justru tidak membalas perbuatan Thomy sama sekali.
Hari pun terus berganti dan Thomy selalu di rawat dengan baik oleh anak-anaknya. Sementara Iren tidak pernah ikut adil dengan mengurus Thomy karena saat ini Iren dan Thomy sudah tidak ada hubungan apa-apa. Iren ketemu Thomy hanya dua kali selama Thomy dirawat di rumah sakit dan sekarang setelah satu bulan dirawat Thomy sudah diperbolehkan untuk pulang.
Perawatan pun dilanjutkan di rumah selama itu Iren baru ketemu dengan Thomy dua kali dan itu pun untuk melaporkan pekerjaan. Setelah itu hanya basa-basi biasa dan Iren akan kembali lagi ke rumahnya.
Untuk kasus Thomy pun Tuti dan suaminya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mereka sudah mulai masuk ke tahap keadilan. Tuduhanya pun tidak main-maian Tuti dan suaminya merencana pembunuhan pada Thomy dengan cara memutus kabel rem agar Thomy mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia, dan Tuti bisa menguasai harta milik suami barunya.
Kandungan Qara pun semakin membesar dan rencananya bulan ini Qara sudah masuk sembilan bulan dan itu artinya sebentar lagi Iren dan Thomy akan menjadi kakek dan nenek. Begitu pula Nara, dan Noah serta Diki dan Deva yang akan mendapatkan ponakan.
"Noah, papah kamu lagi ngapaian?" tanya Iren yang datang dengan tumpukan map untuk minta tanda tangan, biasanya yang melakukan pekerjaan itu adalah asisten pribadi Thomy, tapi saat ini asisten pribadi laki-laki itu sedang mengurus pekerjaan lain sehingga Iren yang menggantikannya.
"Ada di kamar Mah," jawab Noah dengan santai. Kali ini sedang jatahnya Noah menjaga Thomy yah memang Noah satu-satunya anak yang tinggal bersama dengan Thomy. Nara memilih tinggal bersama dengan Iren. Sedangkan Jati jelas dengan sang istri dan keluarga Qara.
__ADS_1
Iren pun masuk ke dalam kamar suaminya tentu setelah mengetuk pintu. Seperti sebelumnya setiap Iren masuk Thomy akan menatapnya dengan tatapan penyesalan.
"Aku datang untuk mengantarkan ini, kamu segera tanda tangani. Asisten kamu sedang kerja di tempat lain," ucap Iren yang seolah tahu arti tatapan Thomy ingin membahas hubungan yang sudah kandas.
"Maaf kan aku. Gara-gara keras kepalaku kamu dan anak-anak jadi korbannya," ucap Thomy ini adalah obrolan pertama kali Thomy dan Iren yang cukup serius. Selama dua kali bertemu Iren selalu menghindar untuk berbicara terlalu banyak, wanita itu memilih diam seribu bahasa kalau Thomy membahas hubungan yang telah kandas.
"Aku datang ke sini untuk urusan pekerjaan. Dan bukanya kamu sudah minta maaf beberapa hari yang lalu. Aku juga sudah memaafkan kamu, dan justru aku bersyukur dengan berpisah dengan kamu aku jadi dekat dengan anak-anak. Harusnya aku terima kasih karena kamu sudah buat aku sadar kalau anak-anaklah yang tulus mencintai aku." Iren berbicara dengan ketus. Sementara Thomy hanya menunduk dengan penuh penyesalan.
Nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin bisa berubah menjadi nasi lagi. Iren pun sudah memutuskan dengan yakin kalau dia tidak akan kembali pada Thomy, tanpa suami dia akan juga sudah bahagia dengan anak-anaknya. Biarkan Thomy memulai hidup dengan yang baru.
Bersambung...
Teman-teman sembari nunggu kelanjutan Qara dan Jati yuk mampir ke novel besties Othor.
__ADS_1