
Waktu terus berlalu, kini Jati dan keluarganya pun semakin bahagia dengan berkumpulnya Iren dan juga Noah. Iren sendiri memang tinggal di rumahnya sendiri bersama Nara dan juga Noah, tetapi kalau siang selalu ke rumah anak dan menantunya, karena membantu usaha Qara yang semakin maju.
kehamilan Qara pun semakin besar. Harapan mereka kalau Thomy akan melunak hatinya nyatanya tidak. tiga bulan sudah Iren keluar dari rumah mewahnya. Dan mereka pun kini sudah resmi bercerai. Pembagian harta gono gini pun sudah dilakukan. Tentu Iren juga keluar dengan sebutan janda kaya raya. Usaha pun hanya dilanjutkan oleh Thomy itu pun sahamnya sebagian milik Iren sudah dijual ke orang lain. Iren benar-benar tidak ikut lagi mengolah bisnis perusahaan yang dibangun bersama dengan mantan suaminya.
Ia benar-benar sudah menutup komunikasi dengan mantan suaminya. Hanya anak-anaknya yang masih menyimpan kontak Thomy, tetapi tidak ada yang berani berkirim pesan meskipun hanya menanyakan kabar. Thomy memang sanga tertutup pada anak-anaknya juga.
Noah sendiri mengikuti jejak abang dan adiknya menjadi youtuber. Bedanya Noah lebih suka dengan game. Dia membuat konten sesuai kesukaanya. Namun siapa sangka dalam waktu tiga bulan Noah sudah langsung terkenal. Konten-kontennya pun banyak disukai oleh kalangan anak muda.
Kini Iren hanya tinggal menikmati masa tuanya dengan membantu usaha menantunya. Di mana Qara sudah tidak sanggup mengurusnya maklum dia harus buat konten bareng suaminya, dan kondisi hamil ia tentu tidak boleh cape-cape.
Risol mayo dan pancake yang awalnya buka hanya di jabodetabek kini sudah mulai merambah luar kota. Cita rasa yang khas dan lezat membuat produk-produk Qara selalu laris manis. Belum pelayanan yang ramah. Meskipun berawal dari receh, tapi sekarang cukup membuat mereka hidup tidak kekurangan uang. Bahkan pekerjanya pun semakin banyak. Rezeki keluarganya pun semakin melimpah sejak mereka mulai terkenal.
"Mah, dengar-dengar Papah mau nikah lagi." Noah yang baru datang membuat Jati dan yang lainnya termasuk Iren kaget.
"Kamu kata siapa?" tanya Iren, apalagi ia tahu hubungan ke tiga anaknya dan suaminya tidak akur.
"Unggahan Tante Tuti." Noah menunjukan unggahan salah satu wanita yang menjadi sekretaris ayahnya.
Iren hanya mengulas senyum masam ketika tahu kalau suaminya akan menikah dengan wanita yang menjadi bawahannya.
__ADS_1
"Ya udah mungkin memang dia jauh lebih baik. Mungkin Tuti nanti bisa merubah sifat papah kalian. Mamah sih udah nggak perduli lagi dengan dia." Yah, Iren pun kalau mau menikah sudah ada beberapa konglomerat yang ingin meminangnya. Namun Iren tidak ingin menikah lagi. Ia benar-benar ingin kumpul dengan anaknya.
Masih ada rasa takut, kalau suaminya tidak bisa menerima anak-anaknya. Thomy saja yang orang tua kandung bisa-bisanya tidak dekat dengan anaknya. Apalagi laki-laki lain.
"Abang mau datang?" tanya Nara sama Jati dan Noah.
"Tergantung, kalau ada omongan dan undangan diusahakan datang. Biar nggak dikatakan anak durhaka. Tapi kalau tidak ya buat apa. Tidak ada penting-pentingnya juga," balas Jati.
"Setuju." Noah pun langsung menyahut kalau dia pun sama dengan Jati akan datang kalau diundang saja.
Sementara Qara tidak bisa kasih masukan karena memang sifat papah mertuanya itu unik sekali. Biarkan suami dan adik iparnya menentukan sendiri keputusannya.
Hari pun terus berganti dan sampai acara pernikahan Thomy, tidak ada yang diundang baik Jati, Noah maupun Nara. Jangankan Iren dan Qara, anak mereka saja yang tidak akan ada bekasnya tidak diundang. Pernikahan pun berjalan dengan meriah dan mewah. Banyak tamu undangan yang datang tentu dari kalangan atas, teman-teman bisnis Thomy.
Jati dan ketiga adiknya pun hanya bisa lihat dari unggahan Tuti. Wanita itu seolah ingin memberi tahukan kalau dia adalah wanita yang sangat beruntung karena jadi istri dari suami kaya raya.
Thomy pun yang biasanya tidak pernah mengunggah foto di hari pernikahannya membagiakan momen-momen bahagia dengan caption 'Semoga sakinah mawadah dan warahmah, sampai ke janah.'
Iren dan anak-anaknya hanya tertawa membaca caption dari pengantin baru yang sedang berbahagia.
__ADS_1
"Jadi penasaran, kira-kira pernikahan papah kaya apa nantinya," celetuk Noah yang mana Noah itu memang paling berani dalam berbicara. Yah sifat Noah sebelas dua belas dengan Jati.
"Tentunya bahagia lah, kan istrinya masih muda," balas Jati dengan mode mengejek.
"Iya bahagia hanya satu bulan nanti juga tahu sifat aslinya." Noah tertawa renyah.
Bukan ingin mendoakan rumah tangga papahnya retak. Iren yang sudah menemani lebih dari dua puluh empat tahun pun menyerah karena sifatnya. Anak-anaknya pun kabur. Apalagi istri barunya yang masih kecil paling juga hanya dijadikan pelampiasan diranjang saja. Dalam kehidupan sehari-hari tidak dianggap.
"Orang tobat juga ada prosesnya apalagi watak yang sudah mendarah daging, pasti susah merubahnya," sela Nara yang biasanya tidak ikut komen kalau urusan sang Papah. masih ada rasa marah dan kesal dengan papahnya. Sehingga Nara malas kalau membahas Thomy. Sama persis dengan Qara.
"Kamu nggak tau saja Qara. Kalau papah kamu sudah tobat," kelakar Jati.
"Iya lah sebentar lagi juga jadi ustadz." Noah terlalu senang mengejek Thomy.
Mereka tidak akan berbicara seperti itu kalau Thomy yang tidak mulai duluan. Bayangkan saja sudah umur kepala lima nikah dengan anak karin sore yang umurnya hampir sama dengan Jati. Untuk apa kalau bukan untuk pamer doang. Apalagi dengan pernikahan yang sangat mewah.
Kalau uang untuk anaknya pelit minta ampun giliran istri barunya royal banget bikin anak-anaknya sensi.
Bersambung...
__ADS_1
...****************...