Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Telepon Misterius


__ADS_3

Berita pernikahan Thomy pun sudah berlalu, kini kabarnya laki-laki itu sedang berbahagia menikmati bulan madu bersama istri mudanya. Iren dan anak-anaknya pun tidak lagi mempermasalahkan hubungan Thomy dengan istri barunya. Mereka sudah menganggap bahwa hubungannya dengan Thomy sudah selesai, dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi.


Kini usia kehamilan Qara pun sudah memasuki usia tujuh bulan. Tidak ada ngidam yang berlebih semuanya berjalan dengan lancar. Baik Qara maupun Jati tidak ada drama ngidam-ngidam.


"Sayang sini ...." Qara menepuk ranjangnya. Di mana biasanya Jati kalau habis menjalankan Sholat Isa akan langsung bekerja mengedit video sampai waktunya istirahat tiba. Namun, malam ini nampaknya calon buah hatinya sedang ingin dimanja.


Jati melihat jam yang masih menujukan pukul delapan malam.


"Ini masih jam delapan Sayang. Aku mau ngedit dulu," balas Jati, biasa laki-laki kalau dipanggil pasti ngira kalau sang istri ingin bermain dokter-dokteran.


"Edit bisa nanti lagi. Qara pengin A Jati temanin Qara sebentar saja. Pengin bobo tapi di temanin A Jati." Ini sih kayaknya calon mamud yang pengin dimanja.


Mendengar suara Qara yang memelas, Jati pun langsung meninggalkan pekerjaannya dan menemani Qara yang sedang ingin di manja.


"Uluh, ini calon anak Pamud lagi pengin di manja yah," ucap Jati sembari mengusap perut buncit Qara.


"Entalah Mas, Qara perasaannya kok tidak tenang yah. Kaya gelisah gitu. Entah pengaruh dari kehamilan yang makin besar atau ini ada pertanda buruk," adu Qara dengan wajah yang cemas.


"Pantas saja Qara dari tadi kurang ceria karena ternyata perasaanya yang tidak nyaman," batin Jati sembari tangannya terus mengusap perut buncit sang istri.

__ADS_1


"Itu hanya perasaan kamu saja kali Sayang. Udah yah sekarang kamu coba tidur aja, biar pikirannya tenang." Jati pun dengan sabar mengusap-usap punggung Qara agar Qara cepat tidur. Namun, sudah satu jam Jati menemani Qara bahkan dengan cerita-cerita yang lucu dan romantis semuanya tidak ada perubahannya. Qara masih belum tidur juga. Yang tidur duluan malah Jati.


Qara pun duduk dengan bersandar di tumpukan bantal yang ia sengaja tumpuk sedangkan sang suami justru sudah tidur duluan.


Qara mengusap wajah Jati dengan hati-hati. "Kenapa perasaan Qara tidak tenang yah. Ada pertanda apa ini," batin Qara. Wanita itu pun mengambil ponselnya dan menghubungi Nara, Noah dan mamah mertuanya untuk menanyakan kalau mereka baik-baik saja, atau ada masalah dengan mereka.


[Hallo Kaka, ada apa tumben malam-malam telpon?" tanya Nara dari sebrang telepon.


[Tidak, Kakak hanya kepikiran kalian, tidak ada masalah apa-apa kan dengan kalian?" balas Qara yang justru melemparkan pertanyaan balik pada adik iparnya.


[Tidak, Nara, Mamah, dan Noah semuanya baik-baik saja. Lagian di sini ada security jadi aman-aman saja. Ada apa sih Kak?" tanya Nara yang semakin penasaran dengan kakak iparnya.


Setelah memastikan adik iparnya baik-baik saja Qara pun kembali menatap Jati yang sudah mendekur halus, terlihat cape sekali. Kembali Qara mengusap wajah suaminya. Hampir dua tahun Qara dan Jati menjalin pernikahan.


Bisa dikatakan Qara merasakan sangat beruntung karena Jati adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Bukan bertanggung jawab pada Qara saja, tapi pada adik-adik Qara dan adik-adik Jati juga.


"Terima kasih selalu jadi suami yang sabar, dan abang yang sabar. Mau merubah sifat kamu." Qara mengusap wajah Jati. Namun, pandangan Qara tertuju pada ponsel Jati yang dari tadi berkedip-kedip terus.


Dengan perut besar yang sudah mulai susah untuk bangun. Qara pun berusaha untuk bangun, dan mengambil ponsel yang Jati simpan di atas meja.

__ADS_1


Melihat nomer yang tidak dikenal malam-malam telpon Qara pun penasaran sekaligus takut.


Penasaran takut itu adalah telepon dari orang yang penting, takut kalau telpon itu adalah telpon dari orang yang jahat. Mungkin akan menipu Jati dan Qara mungkin. Qara pun yang ragu membiarkan sampai panggilan itu mati sendiri. Terlihat dari layar ponsel milik suaminya kalau dari nomor yang sama sudah ada tiga panggilan yang tidak terjawab.


"Siapa sih iseng banget, malam-malam telpon ganggu saja," gerutu Qara. Kembali wanita itu akan menyimpan telpon dari Jati. Namun, dia justru tersentak kaget ketika ada pesan dari nomor itu. Bukan hanya satu pesan, tapi ada dua, bahkan lebih dari lima pesan. Jelas hal itu semakin membuat Qara penasaran, kira-kira pesan apa yang dia kirimkan. Apalagi ketika Qara lihat seperti ada kiriman foto dan juga video.


"Ya Alloh muda-mudahan ini bukan pesan dari orang yang usil dan jahat," gumam Qara sebelum membuka pesan itu. Qara pun membaca doa sebelum membaca pesan itu.


Deg! Jantung Qara langsung tersentak kaget, ketika membaca pesan-pesan itu dan foto serta video yang dia lihat.


"A Jati ...." Qara langsung menangis histeris. Bahkan Jati yang sedang pulas tertidur pun langsung tersentak kaget.


"Ada apa Sayang?" tanya Jati dengan bingung, cemas dan deg-degan takut kalau ada apa-apa dengan istrinya.


"Coba lihat ini." Qara pun menunjukkan pesan yang masuk ke nomor ponsel Jati.


"Ya Alloh, apa kabar ini benar?" tanpa terasa air mata Jati pun luluh, pikirannya kalut bingung antara percaya dengan foto itu, tapi juga bingung apakah itu beneran atau hanya salah satu korban penipuan baru.


Bersambung....

__ADS_1


""**"""


__ADS_2