Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Kecurigaan Thomy Pada Nara


__ADS_3

Jangan DI Baca Dalam Tahap Revisi!!!! πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Langsung loncat bab selanjutnya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Info apa yang kamu bawa, hingga datang menemui aku?" tanya Luis, tatapan mata yang tajam dan suaranya yang dingin, sudah mewakilkan kepribadiannya yang kejam.


"Saya datang menemui Anda, untuk memberikan kabar kalau wanita yang Anda cari sudah saya temukan," adu Quit, tangannya menyodorkan amplop berwarna coklat, yang di dalam sana ada jepretan kamera gadis yang dicari oleh Luis selama ini.


Laki-laki itu langsung menyambar amplop itu dan membukanya, senyum misterius tersungging dari bibir seksinya.


"Cari tahu keluarganya, dan datangi ia lalu lamar gadis itu untukku, jangan sampai kalian melakukan kesalahan, karena apabila melakukan kesalahan, pistol ini akan memberikan pelajaran di betis kamu." Luis menunjukan pistol yang selalu ia gunakan untuk mengeksekusi siapa pun yang kerja di bawah kuasanya tidak sesuai dengan keinginannya.


"Saya mengerti Tuan, dan saya akan lakukan perintah Anda dengan sangat baik." Quit selalu biasa diandalkan, dia adalah asisten kepercayaan Luis karena memang cara kerjanya tidak bisa diragukan lagi selalu sesui dengan yang Luis keinginannya.


"Bagus, jangan buat aku berpikir kalau kamu adalah orang yang hanya memakan gajih buta. Pastikan keluarganya menerima lamaranku dengan suka rela, dan mempercayakan putrinya padaku." Lagi, senyum yang misterius terilhat dari gurat wajahnya yang tampan.


"Saya pamit Tuan." Quit langsung mengakhiri obrolan dengan tuanya, bukan karena dia tidak sopan, tetapi pengalamanya selama sepuluh tahun menjadi asisten dari Luis. Ia sudah sangat hafal dengan atasanya. Laki-laki itu tidak akan suka kalau ia masih menghadapnya sedangkan dirinya sudah selesai memberkan tugasnya.


"Aku bahkan sudah tidak sabar menikmati tubuh mulus itu," gumam Luis tubuhnya ia banting ke atas kasur yang empuk. Pikiranya terbang menyusuri beberapa waktu lalu di mana ia bertemu dengan wanita yang berhasil menarik hatinya, dengan permainan satu malamnya, tetapi wanita itu dengan congkaknya menolak ajakan Luis untuk kencan yang kedua kalinya.


Sampai saat ini Luis masih menginginkan tubuh wanita itu melayaninya dengan puas. Wanita yang bekerja sebagai pemuas nafsu laki-laki hidung belang, tetapi dengan sombongnya ia menerima tawaran Luis untuk bermain kedua kalinya, dengan harga yang berkali-kali lipat dari yang sebelumnya ia bayar untuk sekali permainanya.


Belakangan ia ketahui bahwa wanita itu hanyalah penyusup yang membuat ia terkurung di dalam penjara selama tiga bulan. Tiga bulan untuk Luis sudah sangat lama, mengingat dia membuat bisnis gelap yang mencakup (Penyelundupan senjata api ilegal, narkoba, minuman keras, dan juga perdagangan manusia antar negara yang diperuntukan melayani laki-laki haus nafsu duniawi.)


Seharusnya ia tentu mendapatkan hukuman yang lebih, tetapi lagi-lagi uanglah kekuatanya. Yah, wanita itu ternyata utusan dari pesaingnya yang ingin menjatuhkanya, dan semuanya berhasil. Bisnis raksasanya seketika hancur, dan dia sendiri terkurung dalam balik jeruji besi.

__ADS_1


Saat ini Luis sendiri membangun bisnis itu dari nol lagi, tetapi dalam waktu tiga tahun ini ia juga sudah berhasil kebali jaya, bahkan bukan bisnis gelapnya saja yang berhasil. Luis pun terkenal dengan pengusaha muda yang bergerak di bidang penyewaan alat-alat berat, dari bisnis itu ia mulai dilirik oleh perusahaan besar yang ingin bekerja sama denganya.


Lambat laun laki-laki yang saat ini berumur menginjak tiga puluh delapan tahun pun di kenalΒ  sebagai pembisnis muda yang tampan. Namun, meskipun hartanya banyak dan juga wajah sudah jelas tampan, sampai detik ini ia belum menikah. Luis masih betah dengan kehidupan lajangnya, toh meskipun lajang ia tidak kekurangan kebutuhan batinya.


Tinggal tunjuk, wanita itu akan bermain di atas tubuhnya hingga sang laki-laki puas, lalu apa lagi yang berpikir agar ia menikah? Selain menemukan wanita itu dan dia akan membalas perlakuanya tempo dulu dengan pernikahan yang mengandung neraka.


*******


Di lain tempat....


Sachi seperti biasa pulang kerja dengan menggunakan motor meticnya, tetapi iaΒ  merasa heran ketika di rumah yang ia tempati bersama keluarganya yang tidak terlalu luas ada beberapa mobil mewah yang sangat kontras dengan keadaan rumah mereka.


Dalam pikiran Sachi sudah bertanya-tanya siapa gerangan yang datang ke rumahnya, apakah seperti dulu teman Sacha yang datang. Karena rasa penasaranya yang semakin tinggi Sachi pun mulai bergegas untuk masuk kedalam rumahnya.


"Assalamualaikum..." Seperti biasa Sachi akan mengucapkan salam setiap masuk ke dalam rumahnya.


Sachi pun mengulurkan salam dengan sopan, dan itulah yang diajarkan oleh orang tuanya. "Ibu, Ayah, Sachi masuk dulu yah. Kalian lanjutkan dulu ngobrolnya," ucap Sachi dengan nada yang sopan.


Namun, Sachi cukup terkejut ketika Anton menahan pintu yang hendak ditutup oleh Sachi. "Ayah, ada apa?" tanya Sachi, sembari tanganya membuka kembali pintu dengan lebar.


"Ada yang ingin Ayah katakan," ucap Anton, sembari ia melangkah dan mengambil duduk di kursi yang sudah usang.


Sachi menangkap apa yang akan disampaikan oleh ayahnya adalah hal yang penting. "Apa ada hubunganya dengan tamu-tamu itu?" tanya Sachi, asal tebak saja sebenarnya, tetapi apabila di lihat dari reaksi ayahnya tebakanya benar.

__ADS_1


"Beliau adalah Tuan Felix dan Nyonya Oliv. Mereka mengaku kalau kamu adalah calon menantu mereka, kamu sudah tunangan dengan putranya yang bernamaa Luis." Anton mengambil amplop berwarna coklat yang terdiri dari foto-foto tunangan Luis dengan gadis yang sangat mirip dengan Sachi.


"Tapi Yah, Ayah tahu kalau itu bukan Sachi itu kakak Sacha. Terus tujuan Ayah mengatakan itu untuk apa?" tanya Sachi, pikirnya tidak bisa lagi menebak jalan pikiran ayahnya.


Kelopak mata Sachi kembali memanas ketika ia harus teringat sang kakak yang sudah meninggal dunia, tanganya mengusap dada sebelah kirinya.


"Kakak, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja," gumam Sachi dalam batinya.


"Itulah Sachi. Karena Ayah tahu gadis itu adalah Sacha. Makanya Ayah ingin kamu berkorban untuk kakak kamu. Gantikan posisi kakak kamu untuk menikah dengan laki-laki itu. Ayah lihat kalau mereka adalah orang yang baik." Anton mengusap tangan putrinya, di mana saat ini mereka duduk bersama.


Air mata Sachi sudah luluh membanjiri pipinya membentuk aliran anak sungai, menggambarkan kesedihanya saat ini.


"Laki-laki itu hampir gila, karena ditinggal tiba-tiba oleh kakak kamu, mereka belum tahu apa yang terjadi dengan kakak kamu, oleh sebab itu mereka mengira bahwa kamu adalah Sacha, calon menantu mereka," lirih Anton.


Sachi mengangkat wajahnya dengan sisa tangisnya. Wajah putih bersihnya berubah memerah karena tangisanya. "Kenapa yah, yang jadi milik Kakak harus jadi milik Sachi, sedangkan Sachi tidak bisa memberi apapun atas kebaikan Kakak," isak Sachi kembali menjadi-jadi ketika mengingat pengorbanan kakaknya.


Meskipun orang menghujat perbuatan Sacha yang bekerja sebagai wanita penghibur, nyatanya dia adalah malaikat untuk keluarganya terutana Sachi.


"Kakak kamu akan bahagia kalau kamu menjaga apa yang dia berikan untuk kamu. Kalau laki-laki itu saja bisa menerima kakak kamu yang notabenya dia adalah wanita dengan pekerjaan kotor, pasti dia juga akan menerima kamu yang baik ini." Anton menggenggam tangan putrinya.


"Lakukanlah Ayah, selama itu Kakak Sacha di atas sana bahagia."


"Sachi berjanji sama kakak, Sachi akan berkorban untuk Kakak. Apa Kakak di atas sana bahagia? Kalau Kakak bahagia maka Sachi juga akan bahagia dengan menikah dengan laki-laki itu.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2