Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Deva Merajuk


__ADS_3

"Aku juga seharian kerja dan sepertinya tubuhku bau. Bagaimana kalau kita mandi bareng," balas Jati dengan mengedipkan matanya sebelah. Tau dong kode sakral itu.


Mendengar ucapan Jati, Qara pun memberikan tatapan yang mengandung ketidak percayaan.  "Perasaan A Jati bau wangi, beda dengan Qara yang bau kompor," balas Qara, jelas ia bilang seperti itu pasalnya tadi dia mencium tubuh suaminya sangat wangi. Bahkan rasanya seperti baru mandi saja aromanya.


"Wangi tidak menjamin kalau tubuhku bersih. Wangi adalah tuntutan dalam pekerjaanku. Jadi apa aku boleh mandi bareng dengan istriku?" tanya Jati dengan memberikan tatapan yang mengandung banyak arti.


Qara tidak langsung menjawab. Wanita cantik itu justru berpikir keras. "Di sini belum ada pakaian A Jati," balas Qara dengan suara yang lirih.


Jati yang memiliki otak cemerlang pun langsung mendapatkan ide agar dia tetap bisa mandi bareng dengan istri tercintanya. Selain membersihkan badan dia juga bisa langsung memanjakan adik kecilnya yang sudah dua bulan lebih berpuasa.


"Soal pakaian itu urusan gampang." Tanpa menunggu lama Jati mengambil ponselnya, dia membuka sebuah toko online yang menjual pakaian laki-laki lengkap dengan **********, dengan bantuan abang ojek semuanya beres. Kini Jati tinggal menunggu kalau pesanannya akan sampai.


Tentu sebelumnya ia juga meminta bantuan pada Deva agar menunggu abang ojek online yang akan mengantarkan pesanannya.


Qara berdiri dengan menatap Jati yang nampak serius.


"Udah beres, yuk kita mandi." Jati pun langsung berdiri. Sontak saja Qara langsung terkejut. Wanita cantik itu bergeming dengan kedua mata yang menatap Jati dengan berkaca-kaca.

__ADS_1


"A Jati sudah bisa jalan?" tanya Qara, masih tidak percaya kalau suaminya kini sudah bisa berdiri tanpa bantuan alat apa pun.


"Apa kamu butuh pembuktian." Jati mengayunkan kakinya dengan tegas. Dan Jangan ditanya Qara langsung menangis bahagia. Kembali wanita cantik itu menghambur ke dalam pelukan Jati. Laki-laki itu pun menghujani sang istri dengan ciuman rindu.


"Qara seneng banget akhirnya A Jati bisa berjalan lagi," balas Qara dengan masih membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami. Apalagi harum tubuh suaminya sangat khas dan segar meskipun kata laki-laki itu belum mandi.


"Ini semua karena doa dari istri tersayang jadi semuanya berjalan dengan lancar. Dan Tuhan mengabulkan doa kita," balas Jati, tak henti-hentinya ia bersyukur karena Qara membuktikan cintanya. Ia membuktikan tidak mundur meskipun ujian pernikahan diawal masih belum sepenuhnya lulus.


"Ini juga karena usaha A Jati yang mau terus berusaha dan berdoa sehingga Tuhan mempercayakan A Jati untuk sembuh.


"Iya makannya, kita mandi yuk gerah nih." Jati menatap Qara. Wanita cantik itu pun tahu arti tatapan dari sang suami. Qara mengangguk bahagia. Yah, kini tidak ada alasan lagi Qara untuk menolak segala permintaan Jati. Apalagi bukti yang Jati berikan sudah lebih dari cukup.


Bahkan Jati sendiri sudah yakin kalau suatu sa'at nanti ia tidak juga mendapatkan restu, maka dia akan meninggalkan rumah orang tuanya dan tetap memilih Qara. Setidaknya ia sudah berusaha.


Dua pasang pengantin baru itu pun akhirnya mandi bersama. Di dalam kamar mandi pun tidak hanya sekedar mandi biasa, sabunan, sikat gigi, dan sampoan. Yah, jelas mereka melakukan seperti yang sudah lumrah dilakukan oleh pasangan suami istri pada umumnya, pasti akan ada adegan dewasa di dalam sana. Bahkan Jati benar-benar membuktikan kalau dia sudah benar-benar sembuh.


Rasa haus dahaga belaian dan cinta pun benar-benar dipuaskan dari mulai melakukan pemasangan hingga yang benar-benar panas mereka nikmati bersama. Seolah mereka tidak ingin ada sisa rindu yang belum di puaskan.

__ADS_1


Air mengucur dari shower membasahi tubuh mereka. Melodi-melodi cinta yang diciptakan di sore hari ini pun sudah membuktikan dua pasangan suami istri yang sudah berpisah selama dua bulan lebih tengah melepaskan rasa rindunya.


Setelah melewati adegan dewasa, Wara dan Jati pun melanjutkan dengan mandi bersama. Jari-jari Jati memijat lembut rambut sang istri. Begitupun Qara melakukan yang sama.


Mereka saling menggosok punggung secara bergantian.


Dua jam untuk mandi, sungguh dua pasangan suami istri itu seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu berharga mereka. Selah puas melepaskan rasa rindu dan menabung calon buah hati. Dua pasangan suami istri itu pun bersiap untuk melakukan kewajiban yang utama sebagai seorang muslim.


Tok ... Tok .... Pintu kamar mereka diketuk.


"Sayang itu kataknya adik kamu, mengantarkan pakaian aku," ucap Jati yang masih memakai handuk.


Qara yang sudah berpakaian lengkap pun membuka pintu. Sesuai yang dikatakan oleh Jati. Deva menatap Qara dengan wajah di tekuk.


"Deva sudah mengetuk pintu dari satu jam yang lalu!"


#Nah loh Jati dan Qara, gara-gara kalian bikin adegan dewasa di kamar mandi Deva jadi marah kan.....

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2