
Hari-hari Jati pun berjalan dengan lancar. Ia setiap harinya hanya disibukan dengan bekerja dan terapi. Sekarang dia juga sudah punya asisten pribadi yaitu Deril. Yah, Deril adalah orang yang saat ini membantu Jati untuk semua keperluannya.
Begitupun dengan Qara. Kedua adik Qara pun sudah sekolah di tempat tinggalnya yang baru. Kini untuk mengisi waktu luangnya Qara belajar membuat pancake dan risol mayo. Ia memasarkan pancake durian, mangga serta stroberi dan juga green tea buatannya melalui online. Begitu pun risoles mayo buatannya ia buat dia versi, ada yang sudah siap masak hingga yang ia buat frozen food.
Qara benar-benar memanfaatkan kepalanya dan juga kesehatannya memasak dengan membuat olahan hasil tangannya untuk dijual. Selain. menambah pendapatan karena tidak mau merepotkan Jati, dan untuk uang tambahan adik-adiknya sekolah.
Tentu awalnya Jati tidak mengizinkan rencana Qara yang ingin berjualan pancake dan risol mayo seperti yang Qara rencanakan. Namun berkat rayuan Qara yang sangat manjur akhirnya Jati pun lagi-lagi luluh, tentu dengan syarat agar Qara tidak kecapean dan tetap menjaga kesehatanya.
__ADS_1
Apalagi Jati sudah hampir satu bulan sejak mereka berpisah belum mengunjungi Qara lagi yah, alasanya tentu masih dengan hubungan keluarganya dan terapi serta kesibukannya bekerja.
Minggu awal bejualan tentu Qara sangat kesusahan untuk promosi jualanya. Mulai dari buka lapak di depan rumahnya, menitipkan ke warung-warung dengan kemasan kecil tetapi tetap yang laku tidak seberapa. Qara pun mengganti pomosi jualanya dengan menggunakan sosial media mulai dari facebook menggunakan jual beli di lingkungan sekitar. Dan juga menggunakan instagram dan aplikasi sosial media lainnya. Qara dan dibantu dengan Diki dan Deva memasarkan jualanya menggunakan sosial media. Deva dan Diki bekerja sama membuat vidio iklan produknya. Di minggu ke dua penjualan semakin meningkat hingga sekarang sudah hampir satu bulan Qara pun sudah punya beberapa reseller yang membantu memasarkan produknya. Dia juga memanfaatkan aplikasi jual beli online.
Wanita behijab itu tidak menyangka kalau dalam satu bulan dia merintis usaha sudah bisa membuat paroduknya banyak terjual, dan tentunya banyak yang suka dengan pancake dan risol buatan Qara. Kini kesehariannya pun semakin disibukan dengan pancake dan risol buatanya. Setiap hari rumahnya rame dengan ojek online yang siap mengantarkan oderanya pada costomer yang jauh dan tidak bisa datang langsung untuk mengambil jualan Qara.
Deva dan Diki pun selepas pulang sekolah membantu Qara untuk menyiapkan oderan yang masuk sedangkan Abah pun membantu Qara menyiapkan semua kebutuhan pembuatan pan cake.
__ADS_1
Qara menghentikan tanganya yang sedang menggulung pancake.
"Hah, ini serius Dik, oderan besok segini banyak?" tanya Qara dengan mengambil rincian yang Diki tulis. Oderan bisa naik tiga kali lipat seperyi biasanya. Seneng campur sedih tentunya itu artinya apa yang ia usahakan tidak sia-sia.
"Iya Teh. Makanya sekarang kita harus cari orang untuk bantu-bantu bikin orderan untuk besok. Kalau Teh Qara yang kerjakan semuanya nanti malah sakit. Kecapean. Lagian tadi Diki bilang ke A Jati tidak masalah dengan tambah karyawan. Malah A Jati bilang carinya jangan satu atau dua. Cari sekalian lima biar nanti Teh Qara jangan kerja lagi," jelas Diki dengan senyum-senyum karena kakak iparnya baik banget.
"Yeh itu mah maunya kakak ipar kamu, cari dua dulu aja Dik, baru nanti kalau makin banyak bisa dipertimbangkan lagi untuk cari tambahan orang untuk bantu-bantu," balas Qara tidak setuju dengan usul suaminya. Maklum kalau cewek perhitungannya banyak beda dengan cowok. Apalagi Jati yang jelas dia bisa bayar orang meskipun Qara nggak bisa bayar. Maklum anak sultan beda ekonominya dengan Qara yang usahanya merintis sendiri dari nol.
__ADS_1
Bersambung...
...****************...