Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Trio Kwek-Kwek


__ADS_3

"Ok, Abang setuju dengan usulan kamu yang ingin kalau kamu itu bikin chanel youtube atau membuat kegiatan seperti Abang dan Kakak, tapi ada syaratnya." Jati dengan sengaja menggantung ucapannya.


"Apa syaratnya Abang," ucap Nara dengan wajah yang berseri bahagia. Karena akhirnya abangnya menyetujui apa kemauannya.


"Kamu harus tetap belajar yang pintar. Jangan sampai ada celah untuk Thomy menghina kita. Kamu harus buktikan kalau kamu tetap baik-baik aja, kalau bisa kamu tetap jauh lebih bahagia dan pintar ketika ikut dengan Abang jangan sampai kamu jadi orang yang bodoh, dan Thomy pasti akan mengejek Abang suka-suka merek." Jati kalau sedang bicara serius memang benar-benar ngena. Buktinya kali ini Nara benar-benar sadar bagaimana Jati berjuang hanya untuk dilihat oleh papahnya.


"Ok Abang, Nara akan buktikan kalau Nara memang akan jadi adik yang pintar, manis dan tidak akan mengecewakan Abang." Mungkin terkesan lebai, tetapi setelah kenal dengan keluarga kakak iparnya Nara pun semakin ingin menjadi orang yang memiliki prestasi dan minim sensasi.


"Ya udah tapi kamu mau bikin konten apa?" kembali Jati menanyakan apa keahlian adiknya.


Kembali juga Nara pun bingung dengan apa kemampuan dirinya. Yah, jangankan Jati, Nara sendiri bingung apa yang jadi kelebihannya, selain marah, manja dan berisik seperti yang Jati sering katakan.


"Nah kan dia sendiri bingung. Apalagi yang lain." Deva pun langsung nyeletuk, tapi memang benar ucapan Deva.


"Apaan sih. Emang kamu tahu apa yang jadi kelebihan kamu?" tanya Nara pada Deva yang dinilainya ngeselin. Pokoknya sama banget dengan kelakuan Jati.


"Tau lah. Deva mah jago main bola, main layangan pinter juga, masak juga bisa." Salah sendiri Nara tanya kelebihan Deva, jelas dia beberkan kelebihannya.

__ADS_1


"Sombong, main bola, main layangan itu bukan kelebihan. Nara juga kalau main itu pintar lah," sahut Nara.


"Udah jangan berantem terus gimana kalau kalian buat satu tim untuk bikin konten jangan Nara aja kurang menarik kalau Nara aja kalau bertiga kan lebih menarik." Qara memberikan usul, apalagi melihat mereka yang meskipun baru kenal, tapi sudah saling mendukung.


"Bertiga, Deva, Diki, dan Nara maksudnya Teh?" tanya Diki yang kaget karena dia diikut sertakan dalam urusan bikin youtube.


"Iya, kalau terkenal kan bertiga makin seru." Qara mah mendukung aja apa kegiatan adik-adiknya dan siapa tahu memang rezeki mereka dengan cara ini.


"Terus untuk kontenya apa Teh?" tanya Diki.


"Gimana kalau kita bikin kegiatan sehari-hari." Nara langsung menyahutinya dengan percaya diri.


"Nara loe siapa? Aris? Kalau artis membuat konten kegiatan sehari-hari dan jelas ada yang nonton ya kalau kamu yang buat yang nonton satu dua orang dan itu pun hanya orang-orang terdekat kalian juga. Di tambah mereka karena kasihan dengan kamu." Jati terlalu senang melihat Nara kesal.


"Ya terus Nara harus buat apa? Kan kita tidak tahu akan buat konten apa." Kembali bibir gadis kecil itu pun maju hingga hampir menyerupai bibir bebek.


"Diki dan Deva ada ide? Yang menurut kalian enak dan banyak peminat terutama anak muda." Qara kembali meminta masukan dari adik-adiknya. Deva dan Diki pun nampak berpikir dengan sangat serius.

__ADS_1


"Gimana kalau nari Teh." Deva idenya sok banget.


"Emang kamu bisa nari?" tanya Nara kaget dengan ucapan Deva.


"Enggak juga sih. Iseng aja siapa jadi pintar nari nantinya." Kembali ruangan makan terasa riuh dengan tawa keluarga besar mereka.


"Gimana kalau bagi-bagi rumus." Diki kali ini yang membagikan ide gilanya.


"Dih bagi-bagi rumus, naik kelas aja nilainya pas-pasan," seloroh Deva.


Kembali tawa saling bersahut. Pagi ini pun mereka tampak berpikir keras dengan apa yang akan mereka lakukan, terutama dengan kegiatan chanel youtube yang akan mereka buat.


Hingga tercetuslah ide-ide masak makanan dan makan-makan, dengan chef-nya Diki dan Deva dan tentu Nara sebagai pelengkapnya. Kalau Nara yang masak jangan dibayangkan pasti akan gosong. Tentu gaya masak Nara, Diki dan Deva bukan yang serius banget, tapi lebih ke menghibur. Dan untuk dapurnya pun mereka lebih memilih dapur yang tradisional. Sedangkan Qara lebih ke modern, dan tempat konten mereka jelas berbeda. Membuat ruangan sendiri seolah mereka tidak kenal.


Untuk tim edit jelas Jati yang mengerjakannya. Untuk sementara waktu Jati sendiri hanya dibantu Diki, dan mungkin kalau semuanya berhasil mereka akan buat tim yang jauh lebih serius.


Saat ini Jati memang tengah berjuang dari nol, bahkan untuk kedaraan Jati memilih kendaraan matic. Untuk belanja ke pasar dan segala macam. Lagi-lagi demi menghemat perekonomian keluarga. Bukan tidak mampu membeli mobil atau motor sport. Namun ia ingin membuktikan pada papahnya kalau dia bisa berproses hingga semuanya berhasil bersama-sama. Dan tentu karena kerja keras bersama juga.

__ADS_1


Bersambung...


...****************...


__ADS_2