
[Ada yang tau jual gudeg di mana?] tulis Jati di grup khusus untuk para karyawannya. Meskipun usahanya masih ecek-ecek kalau dibandingkan usaha ke dua orang tuanya, tapi untuk karyawan sudah puluhan dan semuanya gajinya juga sesuai dengan kerja mereka.
[Wah, ada kabar bahagia apa nih, malam-malam tanya gudeg,] balas salah satu karyawannya. Jangan ditanya dalam grup itu seolah mereka sedang berebut untuk menjawab pertanyaan Jati, Bahkan laki-laki itu sampai bingung karyawannya tidak pada tidur, padahal ini sudah malam.
Hampir semua penghuni statusnya tengah mengetik.
[Boro-boro kabar bahagia. Bos kalian marah gara-gara komentar di instagram dan sosial media lainnya ada yang komen aneh-aneh minta jadi bini ke dua. Malah minta beliin gudeg. Di mana yang jual gudeg buruan komen, bonus menanti!] Jati menulis balasan lagi, agar para karyawannya mengatakan di mana yang jual gudeg.
[Fix, beli tes pek buat cek. Pasti Teh Qara hamil.] Tulis karyawan lain.
[Iya ini pasti ngidam. Udah telat berapa bulan Bos?] Yang lain langsung membenarkan dugaan yang sama kalau Qara hamil.
[Amin .... yes bakal tambah personil. Tenang pengasuhnya banyak. Ada Diki, Deva, Nara, dan Noah. Cukup biar bodyguard.] Komen yang lainya.
[Trio kwek-kwek jadi pengasuh? Mereka aja berantem terus.] Yang lainya ikut meledek trio kwek-kwek yang paling rusuh, tiga orang itu kalau sudah ada rame kaya bebek. Mungkin itu pengaruh dari nama mereka Trio Kwek-kwek sehingga berisik seperti bebek.
__ADS_1
Untung sepertinya tiga bebek itu sudah tidur sehingga tidak ada pembelaan, kalau tahu digibahi mereka pasti akan melakukan pembelaan. Dan grup akan sangat rame.
[Bos, tetangga saya ada yang jual gudeg apa mau minta buatkan? Kalau beli sekarang nggak ada?] Tulis salah-satu karyawan Jati.
[Boleh deh, berapapun bayarannya aku bayar deh. Takutnya memang bener itu kemauan calon anakku,] balas Jati dengan yakin.
[Ok saya tanyakan sama tetangga yah.]
Lega, itu yang dirasakan Jati akhirnya ada yang bisa bikin gudeg. Padahal dia sudah putus asa banget takutnya malam ini tidak dapat tuh makanan khas dari Jogja. Jati sendiri cukup heran Qara bisa dikatakan bukan pecinta makanan manis, tapi entah mengapa dia malah ingin makan gudeg. Yang Jati sendiri pernah makan gudeg menurut dia terlalu manis.
[Bos, tadi aku sudah ke rumah tetangga. Katanya gudeg masih, beruntung tinggal lima porsi mau beli berapa?] Itu adalah pesan dari karyawan Jati yang tetangganya jual gudeg.
"Ya Alloh terima kasih, akhirnya aku nggak kena marah. Anakku enggak ileran," gumam Jati dengan mengusapkan tangannya ke wajah saking bahagianya kalau ada dua kabar bahagia sekaligus. Meskipun kabar kehamilan belum yakin benar atau tidak. Namun, bagi Jati sudah cukup yakin kalau sang istri memang sedang ngidam. Apalagi yang Jati ingat memang Qara bulan ini belum ada tamu bulanan. Maklum dia selalu menghitung, karena jatahnya masih lancar itu tandanya sang istri ada kemungkinan hamil.
[Beli semua, kamu bayarkan harga tiga kali lipat sekalian bonus buat penjualnya. Bayar dulu pakai uang kamu, antar ke sini. Sekalian aku mau kasih bonus untuk kamu.] Tulis Jati dengan penuh semangat yah.
__ADS_1
Tidak lama menunggu sang karyawan pun datang dengan lima bungkus gudeg. Entah untuk apa Jati beli gudeg dengan banyak-banyak seperti itu padahal satu saja Jati sudah yakin Qara tidak akan habis makannya. Namun, karena hatinya sedang bahagia sehingga Jati pun langsung bersemangat membeli semuanya. Itung-itung bagi-bagi rezeki untuk penjualnya.
"Bos ini gudegnya. Kata penjualnya makasih banyak, wajahnya bahagia banget," ucap karyawan Jati. Tidak kalah bahagia juga terlihat dari wajah Jati ketika melihat ada gudeg di tangannya.
"Alhamdulilah. Nih buat kamu satu gudegnya dan ini bayaran gudeg, kalau yang ini buat kamu. Terima kasih yah mau direpotkan," ucap Jati dengan sopan. Yah, sesopan itu Jati ketika bersama dengan karyawannya sekarang. Berbeda banget dengan dulu memang. Semuanya karena Qara yang mampu merubah Jati.
"Sama-sama Bos, saya juga makasih banyak buat rezekinya. Semoga Teh Qara memang beneran hamil biar makin lengkap personilnya,' ucap Karyawan Jati dan langsung di aminkan oleh Jati. Ini adalah yang paling ditunggu oleh Jati hampir selama dua tahun ini. Meskipun Jati bisa dikatakan masih sangat muda untuk membina rumah tangga, tetapi ia bisa membuktikan dia orang yang tanggung jawab dan juga orang yang penuh dengan kerja keras, sayang keluarga dan adik-adiknya.
Hanya saja Jati tidak beruntung dalam segi orang tua di mana orang tuanya justru terlihat sangat menentang apa pun yang di putuskan Jati.
Kini dengan hati yang berbunga bunga Jati pun langsung menyiapkan makanan yang istrinya minta di atas piring lengkap dengan air minumnya. Dengan semangat empat lima Jati membawa ke kamar ia tahu pasti Qara sudah tidur. Makanya tidak ingin Qara datang ke ruang malam. Jati ingin melayani sang istri dengan baik, dan membuat Qara tidak marah lagi.
"Ya Tuhan, mudah-mudahan dengan gudeg ini benar ada kabar bahagia," ucap Jati sebelum membuka pintu kamarnya.
Bersambung....
__ADS_1
...****************...