Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Diagnosa Dokter


__ADS_3

"Tolong jelaskan saja bagaimana hasil dari pemeriksaan putra saya, Dok. Saya siap terima apa pun itu kemungkinan terburuknya, tetapi saya mohon tetap lakukan yang terbaik untuk anak saya," ucap Iren dengan mata berkaca-kaca.


"Luka yang diderita putra Anda cukup serius, terutama di bagian kaki, dan hatinya. Karena tulang rusuk bagian bawah yang patah melukai hati putra Anda dan itu sangat beresiko terjadinya gagal hati."


Deg!! Mendengar penjelasan dokter Darius, Iren pun langsung menangis kembali.


"Apa resiko terberatnya Dok?" tanya Iren dengan suara yang tertahan.


"Sebenarnya hati masih bisa tumbuh kalau luka, kondisi fisiknya bagus daya tahan tubuh bagus ada banyak kemungkinan hati yang rusak bisa tumbuh kembali, dan kita berharap juga apa yang terjadi dengan Nak Jati seperti itu. Hati yang luka bisa tumbuh kembali sehingga tidak terjadi gagal hati, dan untuk penyembuhanya hanya bisa melakukan cangkok hati, dan itu pun kembali lagi mampukah hatinya menerima organ hati baru dan cocok, kalau tidak banyak kembungkinan buruk sampai pada kematian. Tapi kami berharap putra Anda itu kuat untuk untuk melewati ini semua, sehingga tidak harus sampai pada cangkok hati."


"Lalu untuk luka di kaki bagaimana Dok, apakah Jati akan baik-baik saja atau justru putra kami akan selamanya tidak bisa kembali jalan lagi?" tanya Iren dengan hati yang hancur. Untuk membayangkan saja Iren tidak sanggup apalagi andai itu benar-benar terjadi jelas Jati akan semakin putus asa.


"Untuk luka di kaki bisa dikatakan tidak begitu fatal. Semuanya masih ada harapan untuk sembuh, tapi prosesnya pasti tidak sebentar. Ada penggeseran di tulang lutut, dan beberapa saraf yang cidera ada kemungkinan sembuh, hanya pasti tidak sebentar dan itu sangat sakit, ketika saraf dan otot sampai bergeser itu masalah yang cukup serius."


Kembali Iren terisak dengan kedua tangan dijadikan tumpuan kepalanya di atas meja. Ia kembali menangis sedih. Masa depan putranya akan hancur dan itu sangat berat untuk ia sebagai seorang ibu.

__ADS_1


"Kira-kira untuk pengobatanya sampai sembuh butuh waktu berapa lama Dok?" tanya Iren lagi.


"Kami tidak bisa pastikan Nyoya, karena semua tergantung dari putra Anda, bisa cepat atau bahkan bisa bertahun-tahun."


Deg!! Iren kembali bergeming. Tidak bisa berkata-kata lagi ini adalah ujian yang paling berat dalam hidupnya. Hancur sebagai seorang ibu melihat putranya kondisinya seperti Jati saat ini.


"Kalau gitu saya akan kembali menjaga putra saya Dok, kalau ada perkembangan dari putra saya segera hubungi saya Dok," pamit Iren dengan sopan. Dengan tubuh yang lesu Iren pun meninggalkan ruangan dokter Darius dan kembali melihat kondisi Jati.


Mungkin saja ia kembali Jati sudah bisa dipindahkan ke ruangan rawat. Meskipun  terlihat sangat mustahil, tetapi Iren akan terus berdoa untuk kesembuhan putranya.


Di depan ruang ICU, Iren dan Thomy kembali terlibat kebisuan, hanya sesekali isakan dari bibir Iren terdengar. Wanita itu benar-benar tidak ingin memberitahukan pada suaminya apa yang tadi dibicarakan dengan dokter. Biarkan apa yang terjadi pada putranya Iren yang tahu. Suaminya tidak perlu tahu apa-apa.


********


"Apa kamu deg-degan?" tanya Dewa yang mana hampir sepanjang perjalanan tidak ada komunikasi apa pun dengan Qara. Wanita berhijab itu lebih banyak diam dan pandangan mata menatap jalanan.

__ADS_1


"Pasti lah A Dewa," jawab Qara dengan singkat dengan pandangan mata yang tetap memandang ke luar jendela mobil.


"Kamu tenang saja aku akan berada di pihak kamu. Aku tahu bagaimana sifat Om Thomy, dan aku rasa kamu tidak salah. Kamu hanya mengikuti apa kata Om Thomy. Kamu jangan takut kalau orang tua Jati akan menyalahkan kamu. Kamu tetap tunjukan kalau kamu benar." Yah, sebelumnya Qara memang sudah menjelaskan kenapa  dirinya  tiba-tiba menghilang dan membuat Jati mencari-cari dirinya, tidak lain dan tidak bukan karena Thomy sebagai papah dari Jati tidak ingin anaknya menjalani hubungan dengan Qara yang miskin.


"Terima kasih A, Qara janji  mulai sekarang tidak akan lagi mau mengikuti apa kata Om Thomy, Qara akan menepati janji Qara bahwa Qara dan A Jati akan berjuang hingga restu itu kita dapatkan," jawab Qara dengan semangat.


Dewa pun cukup bangga pada jawaban Qara. Karena ia termasuk wanita yang berani. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama Qara dan Dewa pun sampai di rumah sakit. Dengan beriringan Qara dan Dewa pun berjalan dengan langkah yang panjang. Rasanya tidak sabar melihat kondisi Jati.


"Selamat pagi Om, Tante. Saya bawa Qara karena mungkin Jati akan sembuh kalau ada Qara," ucap Dewa yang mana langsung mengagetkan Thomy dan Iren ketika melihat wanita berhijab yang Jati katakan calon istrinya.


Thomy adalah orang yang paling pertama menunjukan pandangan tidak suka ketika melihat Qara datang bersama Dewa.


"Kenapa kamu bawa dia kesini. Emang dia dokter, dukun atau apa bisa menyembuhkan jati?"


Deg!! Qara langsung mengangkat wajahnya ketika mendengar ucapan Thomy. Ingin ia membalas ucapan laki-laki paruh baya dengan tampang jutek itu. Namun Qara tahu ini bukanlah situasi yang pas. Lagipula ini rumah sakit Qara tidak ingin ada keributan.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2