
Jati dan Qara berjalan tergesa melewati lorong rumah sakit. Ia tidak menyangka kalau Thomy akan bernasib tragis. Tubuh Jati berdiri dengan kaku ketika melihat kondisi ayahnya.
"A Jati yang sabar pasti Papah akan baik-baik saja," ucap Qara sembari mengusap pundak sang suami yang nampak syok ketika melihat tubuh sang papah.
Dengan langkah berat Jati pun berjalan menghampiri papahnya. Laki-laki itu saat ini sudah dipindahkan ke ruang rawat. Namun kondisinya tidak dikatakan baik-baik saja. Thomy mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Bali ke Jakarta. Mobilnya mengalami kecelakaan tunggal dan kini Thomy mengalami luka parah di kaki dan tangannya, serta matanya yang nampak diperban.
Yang bikin Jati penasaran istri muda papahnya tidak ada di dalam mobil entah apa yang terjadi sebenarnya. Bahkan Thomy di rumah sakit sudah lebih dari dua belas jam seorang diri. Kalau polisi tidak menghubungi Jati dan Qara mungkin selamanya Thomy akan di rumah sakit, sendirian.
"Selamat pagi, apa ini keluarga dari Tuan Thomy." Salah satu polisi datang menghampiri Jati. Jati dan Qara yang sedang berdiri di samping Thomy pun tersentak kaget.
"Iya, saya anaknya Pak, ngomong-ngmong apa yang terjadi dengan papah saya?" tanya Jati pada polisi yang datang menghampiri Jati.
"Hasil pemeriksaan kami, sepertinya terjadinya kecelakaan ada unsur kesengajaan. Karena tim kami menemukan ada sabotase dari rem mobil yang ditumpangi korban. Namun, untuk selanjutnya, kita tunggu keterangan lanjutan dari korban karena dalam mobil tidak ada ditemukan orang lain. Sehingga kami butuh saksi dari Tuan Thomy. Dan saya minta kerja samanya dari Anda maupun sanak keluarga Anda yang lain. Mungkin ada keterangan yang bisa menjurus siapa kira-kira yang pantas dicurigai. Dan kalau Tuan Thomy sudah bisa diajak komunikasi ajak komunikasi dan mintai keterangan untuk bukti tambahan. Dan bisa Anda rekam untuk pembicaraan Anda dengan papah Anda agar kami bisa mendalami keterangan Tuan Thomy."
Mendengar penjelasan dari polisi sontak tubuh Jati semakin lemas, karena itu tandanya ada yang tidak suka dengan papahnya, tapi siapa? Tidak mungkin mamahnya, karena Jati tahu belum kalau sang ibu sudah menerima apa pun takdirnya. Lalu apa mungkin istri muda papahnya?
__ADS_1
"Berati ini ada indikasi pembunuhan berencana Pak?" tanya Qara yang jauh lebih tegar menghadapi masalah ini.
"Betul sekali Mbak, kami menduga seperti itu. Karena kabel rem ada yang sengaja memutusnya. Itu sudah sangat kuat bukti untuk mencurigai seseorang. Apa dari kalian ada yang bisa mencurigai seseorang?" tanya Pak Polisi. Jelas Jati langsung terpikir dengan istri muda papahnya yang ia dengan sedang bulan madu bersama.
Namun, kenapa bisa papahnya terlibat kecelakaan seorang diri dan dalam kondisi mobil yang sudah dibuat dalam keadaan sangat bahaya untuk di taiki.
"Saya curiga dengan istri muda papah saya. Setau saya papah saya sedang bulan madu dengan istri mudanya di Bali, tapi kenapa kecelakaan dan pulang dari Bali seorang diri, saya tidak tahu. Saya lebih curiga dengan istri muda papah saya, Pak." Jati juga menceritakan kondisi keluarganya dan papahnya yang baru saja menikah lagi.
Salah satu polisi lain mencatat keterangan Jati termasuk nama istri mudanya, ciri-ciri wajahnya tentu Jati memberitahukan dari sosial media istri muda papahnya agar polisi bisa lebih leluasa mencari tahu di mana kira-kira wanita itu.
"Baiklah terima kasih Mbak, Mas untuk keterangannya, tim kami akan coba selidiki istri muda papah Anda, tapi bukan tidak mungkin tim kami juga akan panggil Anda adik-adik Anda, dan ibu Anda, untuk dijadikan saksi dan juga tambahan keterangan lain.
Kini Jati dan Qara kembali sendiri setelah polisi kembali pergi.
"Apa kita harus kabarkan Mamah, dan juga adik-adik A Jati?" tanya Qara, apalagi melihat sang papah mertua belum bangun juga.
__ADS_1
"Kayaknya jangan dulu, ini masih terlalu pagi untuk mereka bangun." Jati duduk di samping Thomy dengan pandangan mata menatap papahnya yang sebenarnya masih ada rasa benci, tapi melihat kondisi Thomy yang sangat memprihatinkan Jati pun tidak tega. Dokter tadi menjelaskan kalau Thomy menjalani tiga operasi. Pertama pemasangan pen di kaki karena kaki ada yang mengalami patah tulang. Pen digunakan untuk menyambung tulang yang patah. Kedua bagian mata karena terkena benturan hebat sehingga mata mengalami cidera, dan yang terakhir operasi ditangan juga yang mengalami patah tulang.
Salah satu petugas medis memang sempat telepon ke Jati untuk meminta persetujuan operasi karena jarak tempuh dari rumah Jati dan operasi yang cukup jauh. Jati pun menyanggupi dari sambungan telepon sehingga ketika Jati datang semua sudah beres, bahkan Thomy sudah di pindahkan ke ruang rawat.
Entah ada urusan apa Thomy bisa ada di Semarang sedangkan setahun Jati, Thomy melakukan perjalanan dari pulau Bali naik pesawat. Namun, Thomy mengalami kecelakaan di Semarang. Jati semakin penasaran apa yang sebenarnya yang terjadi dengan papahnya.
"Au ..." Kedua mata Thomy terbuka, dan Jati pun langsung mendekat.
"Papah sudah bangun?" tanya Jati dengan suara pelan, sementara Wara berdiri di samping Jati.
"Au... ini sakit sekali." Thomy hendak meraba mata yang diperban, tetapi kembali mengaduh karena tangannya yang juga terluka.
Bersambung....
...****************...
__ADS_1
Sembari nunggu kelanjutan Thomy yuk mampir ke novel bestie othor, di jamin bikin baper.