Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Perjuangan Jati


__ADS_3

Setelah hampir dua bulan Jati tidak bertemu dengan sang istri. Serta laki-laki itu yang selalu rutin terapi dengan baik sehingga kini perubahan demi perubahan pun Jati rasakan. Saat ini sakitnya bukan lagi hanya di kakinya. Melainkan ada di dalam hatinya. Yah dua bulan tidak bertemu dengan sang istri tentu menjadi ujian yang sangat berat untuk Jati. Siapa yang mau coba berada diposisi seperti Jati. Ketika mereka yang masih pengantin baru dan juga baru dua kali menggauli sang istri.


Namun, keadaan memaksa mereka berpisah. Bukan karena jarak yang berjauhan, seperti orang-orang menjalankan LDR (Long Distance Relationship) atau orang-orang menyebutnya hubungan jarak jauh. Yah, jarak mereka sebenarnya cukup dekat. Bahkan tidak harus ditempuh satu jam. Jati sudah bisa menemui Qara untuk sekedar melepas rindunya. Keadaan, lagi-lagi membuat Jati harus menahannya. Yah, selama Deril masih terus ngikutin dirinya. Maka Jati tidak akan bisa pergi sesuka hatinya.


Yah, Deril adalah asisten pribadinya yang ditugaskan untuk menjaga Jati oleh papahnya. Sehingga apa pun yang dikerjakan oleh Jati maka dia akan terus melaporkan pada Thomy. Yang jelas kalau Jati memaksa menemui Qara bukan tidak mungkin Deril akan melaporkanya pada Thomy.


Berat memang jadi Jati yang apa pun yang dilakukan harus dilaporkan pada Thomy. Sedangkan Jati sudah besar dan bukan anak kecil lagi. Inilah alasan Jati untuk dia yang akhirnya sangat bersemangat, untuk sembuh. Jati tidak ingin kalau ia akan lebih lama lagi bertemu dengan sang istri. Kalau Jati sembuh maka tidak ada alasan untuk Deril terus mengekor kemana pun ia pergi.


Dua bulan menjalani terapi dan kini Jati pun sudah jauh sekali mengalami perubahannya. Yah, tentunya itu semua karena Jati yang memang sangat bersemangat untuk sembuh. Sehingga usahanya selama ini tidak sia-sia. Bukan hanya kesehatan yang memang sangat pesat perubahannya. Namun soal pekerjaan Jati juga benar-benar bekerja dengan sangat baik.

__ADS_1


Ke dua orang tua Jati pun sangat bangga dengan perubahan Jati yang sangat luar biasa. Mereka salut dengan kerja keras Jati. Yah, kali ini Jati benar-benar bisa membuktikan kalau usaha yang digeluti dengan bersungguh-sungguh maka hasilnya sangat memuaskan.


Thomy dulu selalu berkata. Jati tidak akan bisa apa-apa karena dia hanya lulusan SMA yang bahkan sekolah tidak sampai lulus. Yah, masih ingatkan kalau dia dikeluarkan oleh pihak sekolah secara paksa. Yang artinya dia sekolah hampir tidak pernah memiliki kelebihan. Sekolah bagi Jati hanya hal yang membosankan. Namun, sekarang ia lagi-lagi bisa membuktikan kalau apa pun yang didapat di dunia ini tidak diukur dari seberapa tinggi sekolahnya.


Buktinya Jati yang hanya kelulusan sekolah menengah atas yang sekolahnya bahkan tidak sampai lulus, tetapi untuk kerjanya sangat baik, rapih dan selalu ide-idenya terkenal sangat cemerlang.


"Satu ... dua ... tiga ...." Jati memekik bahagia. Ketika ia berhasil menapakkan kakinya hingga langkah ke tiga tanpa bantuan tongkat.


"Tapi sakit banget Dok." Jati masih meringis dengan tangan memegang tongkatnya dengan kuat. Ia berharap kalau dengan menggenggam tongkatnya dengan kuat makan sakitnya akan segera hilang.

__ADS_1


"Sabar yah Mas, memang semuanya merasakan seperti itu ketika pertama kali belajar jalan lagi paska kecelakaan. Karena sendi-sendirinya masih butuh penyesuaian. Bukan hanya itu saja. Tapi juga nanti kalau sering dilatih akan sembuh sendiri. Rasa sakit itu perlahan akan pelan-pelan hilang. Tapi kalau sudah tidak kuat dan merasakan sakit yang luar biasa. Jangan diteruskan takut malah cideranya makin parah. Pelan-pelan saja seperti sekarang ini. Satu, dua, atau bahkan tiga langkah. jangan terlalu ngoyo, karena ingin cepat bisa jalan malah dipaksakan terus yang ada nanti malah jadi semakin sakit. Pokoknya pelan-pelan asal sabar dan rutin pasti kamu akan sembuh." Dokter Darius kembali mewanti-wanti Jati agar tidak terlalu memaksakan. Yah. akibatnya kalau terlalu memaksakan malah bisa berbahaya juga.


"Siap Dok, saya pasti akan hati-hati. Tidak mau juga selama perjuangan saya dua bulan ini berakhir sia-sia." Jati pun setelah beberapa kali melakukan terapi dan kakinya sangat sakit. Memutuskan berhenti. Ia hanya melakukan hal yang ringan-ringan seperti kaki gerakan-gerakan untuk melemaskan sarafnya.


Di saat Jati tengah berjuang untuk kesembuhannya dan bisa bertemu dengan Qara lagi. Qara ditempat lain pun masih di sibukkan dengan bisnis kulinernya. Yah bahkan karyawannya saat ini sudah lima orang. Tentu adik-adiknya dan abahnya tidak dihitung. Karena mereka memang membantu seperlunya saja. Kalau cape maka Qara pun tidak mengizinkan untuk adik dan abahnya membantu.


Beruntung Qara memiliki kesibukan sehingga Jati tidak mengunjunginya tidak terlalu terlihat sedihnya. Meskipun tidak bisa ia pungkiri kalau rasa rindu, selalu datang. Terutama kalau malam tiba. Meskipun Jati dan Qara sering melakukan vidio call, tetapi rasanya akan beda kalau ada suami yang memeluknya saat malam tiba.


#Sabar yah Teh Qara, A Jati sebentar lagi sembuh kok.

__ADS_1


Bersambung...


...****************...


__ADS_2