
Di sebuah rumah yang mewah, seorang laki-laki paruh baya tengah menatap layar ponselnya dengan penuh kemarahan. Di mana ada sepasang suami istri sedang membagikan kebahagiaanya.
"Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu akan hadir juga. Tolong doanya untuk teman-teman yah, agar calon anak kami baik-baik saja. Baik anak dan ibunya semoga sehat selalu." Jati membagikan kabar bahagia ini tujuannya agar orang-orang yang menggodanya pun sadar diri kalau perbuatannya itu salah besar. Jati sudah bahagia bersama istrinya, dan sekarang akan memiliki momongan, buah cinta mereka.
"Alhamdulillah, rumah akan tambah rame. Selamat Abang, Kakak akhirnya bakal launching ponakan. Abang sekarang udah mau jadi ayah, jangan galak-galak lagi." Nara juga mengunggah kabar bahagia ini.
"Alhamdulillah, selamat A Jati, dan Teh Qara. Semoga semuanya berjalan dengan lancar." Jelas Diki dan Deva tidak mau ketinggalan, mengucapkan selamat untuk pasangan suami istri yang sedang berbahagia.
Ucapan selamat atas kehamilan Qara pun diungkapkan oleh Jati, Nara, Diki, dan juga Deva. Namun, yang membuat laki-laki itu lebih marah adalah Noah juga ikut mengucapkan selamat atas kehamilan kakak iparnya. Padahal Thomy itu sudah mewanti-wanti kalau Noah tidak usah ikut dalam urusan keluarga kakaknya.
Kenyataanya Noah justru terlihat menyambut bahagia kehamilan Qara. Hal ini menambah kemarahan Thomy.
"Pah, ada apa sih, Mamah perhatikan Papah seperti sedang menahan marah," ucap Iren. Wanita paruh baya itu belum tahu kalau anak sulungnya akan jadi ayah yang artinya ia pun akan jadi nenek.
"Mamah lihat saja, di instagram anak-anak Mamah," jawab Thomy dengan ketus, tanpa menunggu lama Iren yang penasaran pun langsung membuka instagram-nya dan mengecek apa gerangan yang membuat suaminya marah.
__ADS_1
Berbeda dengan Thomy yang terlihat marah dan kesal. Iren sendiri justru terlihat sangat bahagia dengan kabar yang dibagikan oleh anak-anaknya. Namun, seperti biasanya Iren pun terlihat biasa saja, alias tanpa ekspresi ketika membaca berita itu. Semuanya ia. lakukan agar seolah-olah Iren berada di pihak Thomy.
"Ya udah sih Pah, lagian Jati juga udah membuktikan kalau dia anak yang tanggung jawab. Buktinya dia bisa sukses dengan caranya sendiri. Qara juga sukses dengan toko kuenya. Jati malah mampu membawa Nara untuk ikut sukses juga. Bahkan yang Mamah tahu sekarang Nara sudah punya tabungan sendiri untuk pendidikannya. Bukankah itu membanggakan. Umur Nara masih kecil loh baru saja jalan empat belas tahun, tapi sekarang dia sudah sukses dengan kerja kerasnya." Iren mencoba menasihati Thomy, kali aja calon kakek itu sadar diri.
Karena Iren tahu betul Thomy sebenarnya itu sangat iri dengan keberhasilan Jati dan istrinya, serta Nara yang berhasil membuktikan kalau dia mampu berusaha sendiri tanpa bantuan Thomy.
Iren tahu Thomy ingin mereka gagal untuk bangkit dan datang padanya meminta bantuan dan dia akan merasa di agungkan. Namun, nyatanya Jati, Qara dan Nara justru membuktikan kalau mereka bisa bangkit dan memiliki mas depan yang cerah tanpa bantuan Thomy.
"Kenapa Mamah sekarang seolah mendukung Jati dan juga Qara?" tanya Thomy dengan nada bicara yang tegas dan jelas tidak suka dengan ucapan Iren.
"Ya, karena Mamah dari awal juga dukung rencana mereka. Mereka mau berusaha bangkit dari Nol. Jati sendiri mampu membuktikan dia keluar dari rumah ini tidak membawa apa-apa jangankan kendaraan, pakaian pun dia hanya membawa pakaian yang melekat di tubuhnya, tapi sekarang lihatlah Jati menjadi orang yang sukses. Selain pendapatan dari sosial medianya, toko kue yang Qara bangun juga membuat mereka makin sukses. Malah yang Mamah dengar mereka sudah punya rumah baru, hanya saja belum di tempati. Bukan hanya rumah yang mereka punya. Kendaraan dari roda empat hingga roda dua Jati punya. Bukankah itu sudah membuktikan kalau mereka menikah bukan karena harta. Seperti yang papah tuduhkan selama ini." Iren pun kembali mengingatkan apa yang Thomy katakan selama ini tentang menantunya.
Jangan ditanya jelas Thomy merasakan kalau dia memang egois.
Tanpa Thomy sadari apa yang dikatakan Iren memang ada benarnya mungkin Thomy belum terima kalau Jati dan Qara mampu membuktikan kalau tuduhan Thomy tidak sepenuhnya benar.
__ADS_1
"Pah, Mamah melihat makin hari bisnis kita juga profit perusahan kita menurun. Bukan tidak mungkin kalau peminat yang menggunakan marketplace kita akan semakin berkurang, kita akan gulung tikar. Lebih baik kita jangan terlalu gegabah apalagi menyepelekan Jati. Lebih baik kita perbaiki hubungan kita, dan kita minta Jati agarĀ kembali ke perusahaan kita. Papah tau kan kita kekurangan tenaga ahli yang mampu mengolah usaha kita untuk lebih maju. Jati, Mamah rasa bisa mengatasi masalah kita," ucap Iren, mungkin saja suaminya bisa diajak bekerja sama, agar memperbaiki hubungannya dengan sang anak. Salah satunya meminta Jati bekerja dengan mereka. Karena nyatanya Jati memiliki otak yang bisa diandalkan.
Iren juga sangat rindu selama satu tahu lebih dia sangat kekurangan kebersamaan, Noah sendiri juga sudah mulai mengenal pergaulan dunia luar. Membuat Iren semakin kesepian. Kalau ada Jati, Qara dan Nara, rumah mewah itu pasti tidak akan sesepi ini. Pasti akan ada yang diajak berbagi lelah.
"Papah tidak akan meminta Jati kembali ke perusahaan kita. Papah juga tidak akan meminta Jati pulang ke rumah ini. Biarkan mereka pergi dan bahagia dengan kehidupannya. Papah tidak mau lagi mengakui mereka anak."
Mendengar ucapan dari suaminya, Iren pun kembali menghembuskan nafasnya kasar. Sungguh dia tidak menyangka kalau suaminya akan sekeras ini. Selama ini Iren pun sudah berusaha sabar mengikuti apa kata suaminya. Tidak lagi sering berkumpul dengan Jati maupun Qara dan Nara. Namun, bukanya introspeksi diri malah Thomy masih keras kepala.
Noah yang sejak tadi mendengarkan obrolan mereka pun mendekat.
"Mah, Noah mau ke rumah Abang. Apa Mamah mau ikut?" tanya Noah yang sengaja ingin menghindar dari rumah ini. Cape juga menghadapi papah yang seperti anak kecil.
Brakkk... Thomy yang sedang sensitif karena kabar bahagia dari anak sulungnya. Jelas membuat Thomy semakin naik pitam.
"Pergi saja kamu Noah, kalau perlu ikut mereka jangan kembali ke rumah ini!"
__ADS_1
Bersambung....
...****************...