Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Nikah Dadakan?


__ADS_3

Di rumah yang sederhana, Qara masih terjaga. Malam ini ia benar-benar tidak bisa tidur, ia masih teringat dengan Jati bagaimana malam ini keadaannya, apakah Jati dijaga oleh orang tuanya atau justru dijaga oleh perawat. Ia tadi menghubungi nomor ponsel calon suaminya, tetapi tidak juga ada balasan. Meskipun Qara sebenarnya sangat mengantuk, tetapi sebelum tahu bagaimana keadaan Jati rasanya Qara tidak bisa memejamkan matanya.


Wanita berhijab itu pun langsung tersentak kaget ketika mendengar ada panggilan masuk dari orang yang sejak tadi mengganggu pikiranya. Yah, yang melakukan panggilan adalah Jati, calon suaminya.


"Alhamdulillah, akhirnya A Jati telpon juga," gumam Qara tanpa menunggu lama wanita berhijab itu pun bersiap untuk mengangkat telpon dari Jati.


[As'salamualaikum ....] sapa Qara dengan suara yang lembut, berhasil membuat Jati makin jatuh cinta. Meskipun hanya mendengar namanya, tetapi Jati sudah berhasil hatinya terkoyak-koyak. Apalagi kalau sampai Qara jadi istrinya mungkin bakal dia peluk selamanya.


[Wa'alaukumussalam, calon bidadari surga.]  sapa balik Jati dengan suara yang tidak kalah lembut, dan menggoda.


[Amin, A Jati di rumah sakit dengan siapa?] tanya Qara, itu adalah pertanyaan yang sejak tadi mengganggu pemikiran Qara.


[Dengan Bi Sisil, kenapa kangen yah?] goda Jati dengan percaya diri.

__ADS_1


[Bukan masalah kanget A, tapi Qara cemas saja kira-kira A Jati ada yang jaga atau tidak. Tapi ngomong-ngomong Bi Sisil siapa?] tanya Qara yang baru dengar namanya.


[Cie, aura-auranya ada yang cemburu nih,] goda Jati, laki-laki itu jelas senang kalau dicemburui oleh Qara.


[Apaan sih, kan cuma nanya. Takutnya nanti A Jati udah ada pengganti Qara. Apa Mamah dan papah A Jati pulang?] tanya Qara, cukup heran biasanya ketika anaknya sakit orang tuanya akan bergantian untuk berjaga anaknya di rumah sakit, tetapi untuk calon mertuanya mereka seolah lebih senang ketika anaknya dirawat oleh orang lain.


[Iya mereka pulang, karena besok kan kita nikah, jadi mereka akan siapkan semua keperluan kita nikah.]


Uhukk... Uhukkk.... Qara pun langsung terbatuk ketika mendengar ucapan Jati.


[Loh, masa bohong sih. Ini kita baru selesai meeting keluaarga. Makanya aku telpon kamu agar kamu dan Abah siap-siap. Kamu jangan bersiap apa-apa karena semua sudah disiapkan oleh Mamah dan juga Papah. Kamu dan Abah hanya butuh datang saja. Nanti akan dijemput oleh Dewa.]


Jati tahu kalau Qara sangat kaget dan pastinya belum siap dengan pernikahan yang dilaksanakan besok. Pernikahanya udah benaran kaya pernikahan main-main. Ya meskipun pernikahanya mungkin memang bagi ke dua orang tua Jati hanya sebatas perjanjian kerja saja, tetapi Qara tetap menghormati pernikahan yang sakral itu.Ia ingin menjalaninya dengan sangat baik dan berlimpah pahala.

__ADS_1


[Ya udah kalau gitu Qara akan bilang dulu sama Abah, tapi ngomong-ngomong kira-kira jam berapa diadakan acara ijab kabulnya?" tanya Qara agar ia bisa bersiap-siap berangkat jam berapa dari rumah.


[Untuk jam berapanya aku belum dapat info dari Mamah dan Papah, tapi nanti begitu dapat info akan langsung aku kabarkan pada kamu,] balas Jati.


[Ya udah kalau gitu A Jati juga istirahat yah, jangan bergadang, biar cepat sembuh. Qara akan ngomong dulu sama Abah,] balas Qara, setelahnya pada Jati dan langsung mematikan sambungan telponya setelah mengucapkan salam.


"Ya Alloh, kenapa hatiku malah jadi tidak karuan begini yah. Kenapa nikahnya cepat banget," balas Qara, meskipun mungkin ini adalah jalan yang sudah Alloh kehendaki tetapi dalam hati Qara ia juga masih bingung dengan perasaanya yang justru seolah masih belum pasti, dan kembali ragu.


Padahal kemarin Qara sudah sangat yakin dengan keputusannya. Bahkan sekalipun nanti ia akan berpisah dengan Jati ia sudah siap, tetapi malam ini justru Qara kembali diselimuti dengan perasaan ragu.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


Sembari menunggu pernikahan Jati dan Qara, yuk mampir di novel besti othor dijamin seru.



__ADS_2