Berandalan Vs Gadis Berhijab

Berandalan Vs Gadis Berhijab
Permintaan Aneh Qara


__ADS_3

Jati dengan hati-hati pun membuka pintu kamarnya. Seperti yang dia pikirkan kalau Qara sudah pulas tertidur. Bibirnya melengkung sempurna ketika melihat Qara yang baginya makin hari makin cantik. Bangga tentu, Jati sangat bangga dengan istrinya yang tidak pernah manja. Mau diajak hidup susah, cape-cape membangun perekonomian keluarga dari yang bukan siapa-siapa hingga kini mereka menjadi idola, ia kali ini menjelma menjadi orang yang banyak digandrungi oleh warga, terutama  ibu-ibu karena konten-konten masaknya yang seru, dan terlihat hasil resep yang Wara share cukup banyak dipraktekkan karena memang hasilnya enak.


"Sayang .... bangun yuk! Nih gudegnya udah dapat," ucap Noah dengan suara yang lembut, dan berhati-hati agar Qara tidak marah.


Qara sendiri yang tidurnya merasa diusik pun langsung membuka matanya, dan mengerutkan keningnya ketika Jati membangunkannya. Matanya pun terasa berat. Namun hidungnya mengendus bau yang sangat menyengat.


"A Jati ini bau apa?" tanya Qara sembari menutup hidungnya dengan cari jempol dan telunjuknya. Sontak saja Jati langsung mengerutkan keningnya. Qara makin aneh, dia yang menginginkan gudeg tapi justru seolah Qara tidak suka dengan makanan khas Jogjakarta itu.


"Sayang ini kan gudeg, yang kamu minta tadi loh. Kan kamu pengin gudeg." Jati mengambil makanan yang sudah ia siapkan.


Kembali Qara yang kali ini bingung. "Qara nggak minta apa-apa mungkin A Jati salah denger kali."


Judueeeer ....


Petir seolah menyambar tubuhnya, dia cari gudeg cukup sulit dan membuang waktu, tetapi Qara dengan santainya mengatakan tidak meminta gudeg.


"Jadi kamu nggak mau makan gudeg?" tanya Jati, meskipun ada rasa sedikit dongkol, tetapi Jati berusaha sabar. Ia ingat pesan Abah kalau Jati harus belajar sabar menghadapi Qara kalau lagi kumat. Yah, sebagaimana wanita lainnya. Kalau mau datang bulan, atau sedang cape dan banyak masalah Qara juga akan marah dan kesal dengan sikap Jati. Ya bisa dikatakan seperti malam ini seolah sengaja ingin mengetes kesabaran sang suami.

__ADS_1


Qara pun menggeleng lemah.


"Ok, kalau gitu Aa kembalikan ke dapur." Jati pun bersiap akan kembali meletakan gudeg ke dapur. Namun, tangan Jati tiba-tiba ditahan oleh Qara.


"Kalau sudah dibeli sayang dong kalau nggak dimakan, bagaimana kalau A Jati saja yang makan." Qara pun mengembangkan senyumnya. Kembali Jati memejamkan matanya. Qara benar-benar sedang menguji Jati, karena Ia yang tiba-tiba meminta makan di jam yang horor. Seharusnya Qara sudah paham betul kalau sang suami adalah orang yang sangat perhitungan dengan kalori yang masuk.


Bagi orang seperti Jati yang sangat protektif dengan makanan yang masuk ke tubuhnya makan di jam malam seperti saat ini adalah dosa yang sangat besar.


"Sayang, ini sudah hampir jam dua belas malam." Jati berusaha protes mungkin saja Qara akan mengerti dan tidak marah atau kesal dengan penolakan Qara.


Mendengar ucapan Qara, jelas Jati semakin yakin kalau sang istri sedang hamil anak mereka dan kini Qara sedang mengidam.


"Baiklah demi kamu, A Jati makan." Tanpa banyak protes dan membuang waktu yang tidak penting akhirnya Jati pun menikmati  makanan yang Qara inginkan. Jangan ditanya reaksi Qara, jelas wanita cantik itu terlihat sangat bahagia dengan Jati yang pada akhirnya mau makan gudeg yang dia minta.


"Karena aku sudah makan gudeg dan habis, ini buat kamu." Jati memberikan satu kotak tespek yang tadi sempat ia beli via ojek online.


Melihat kado dari Jati yang sebenarnya Qara juga masih banyak koleksinya, jelas Qara kebingungan.

__ADS_1


"Tes gih, siapa tau sudah ada Jati junior," ucap Jati, seolah ia tahu apa yang Qara pikirkan.


"Udah telat juga kan?" imbuh Jati ketika melihat Qara justru terlihat kebingungan.


"Kok A Jati tahu kalau Qara sudah telat. Qara saja tidak ingat."


Jati tersenyum jenaka mendengar pertanyaan sang istri.


"Jelas dong tau kan jatah malam masih lancar, biasanya pasti sudah ada libur," jawab Jati dengan yakin. Tanpa menunggu lama Qara yang sudah menghitung tamu tak diundangnya datang pun langsung mengambil kotak yang Jati berikan.


"Semoga garis dua ya Alloh," batin Jati tidak henti-hentinya dia melantunkan doa di depan kamar mandi.


"A Jati .... " Qara memekik dari dalam kamar mandi. Jati yang sudah tidak sabar pun langsung mendobrak kamar mandi agar segera tahu hasilnya. Meskipun Jati sangat yakin kalau Wara memang sedang hamil.


Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2