Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Begitu rapuh! aku benci


__ADS_3

Episode 10 : Begitu rapuh! aku benci


Saat melihat ketakutan istrinya keduanya yang sebenarnya adalah istri sah nya, Aron menjadi dingin dan matanya sangat tajam.


“Huh, begitu rapuh, aku benci!” decak Aron sekarang mengusap dengan kasar rambutnya karena dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi akan apa yang ia lakukan.


“Ah, mungkin memang benar, aku kembali tidur saja, ini bisa dikerjakan besok,” Aron memutuskan jika dia akan berhenti mengerjakan pekerjaannya ini dan kembali ke kamarnya, mungkin dia memang hanya kurang tidur dan butuh istirahat.


Tetapi saat hendak memasuki kamarnya, langkah kakinya terhenti, dia melihat kamar Nadine yang masih sedikit terbuka karena ulahnya tadi.


“Jangan coba-coba berpikiran untuk masuk ke kamar itu lagi Aron, ah, kau pasti sudah gila!” decak Aron mengutuk dirinya sendiri.


Bagaimana tidak, tubuhnya bergerak atas keinginan nya sendiri, sekarang dia sudah berada di depan kamar Nadine dan tangannya sudah menggenggam gagang pintu, dia memejamkan matanya dan masuk kedalam kamar istri keduanya.

__ADS_1


Anehnya, dia tidak menemukan Nadine di kasur, dia masih bisa melihat kasur yang berantakan, dan itu disebabkan olehnya tadi, dia melihat kesamping, gorden putih yang sedikit melayang karena angin luar mengalihkan perhatian Aron, dia langsung tahu jika wanita itu sedang berada di balkon, karena pinhtu balkon kamar itu sedang terbuka lebar disinari rembulan.


Kakinya melangkah ke balkon kamar itu, dia melihat Nadine duduk memandang bulan yang terlihat sangat terang, matanya yang polos dan sayu seperti sedang berbicara dengan sang bulan, menumpahkan kehancurannya, wajah cantik yang tadi memandang lurus ke sang bulan sekarang sedikit tertunduk dan menangis.


Nadine menutup mulutnya dengan telapak tangannya, dia menangis dengan suara yang di tahan, dia menangis dalam waktu yang lama, dia tidak sadar jika sedari tadi ada sepasang bola mata sedang memandanginya, seperti merasakan apa yang sedang ia rasakan.


“Apa yang sedang kau tangisi? Semua keinginan dan harapan yang kau miliki sudah dibeli olehku, kau milikku sekarang dan kau tidak boleh meneteskan satu tetes pun air matamu selain karena aku,” suara rendah yang terdengar di barengi langkah kaki mengejutkan Nadine yang memang sedang menahan suara tangisannya.


“Ma ... Mas, maafkan aku, aku tidak akan menangis, aku hanya, aku hanya, oh iya, ini karena angin, aku, aku, to … tolong jangan mendekat,” seru Nadine dengan tubuh yang sangat bergetar, dia ketakutan saat menyadari jika langkah kaki itu sudah sangat dekat dengannya.


“Wajahmu ini bahkan lebih terang dari bulan itu, apakah kau sadar jika menunjukkan ekspresi takut dan lemah seperti ini akan membuat predator semakin bersemangat? Hmm?” bisik Aron ke telinga Nadine, begitu dekat sampai hampir ingin membuat Nadine pingsan karena ketakutan.


Tubuhnya semakin gemetaran, tenaganya seolah hilang dibawa angin, dia sama sekali tidak bisa menolak sentuhan pria yang ada di hadapannya ini karena telah ditekan oleh rasa takut yang amat sangat, sepertinya kejadian tadi sungguh berbekas dan menyakitinya.

__ADS_1


Aron memandang wajah lemah dan ketakutan itu lagi, rambut panjang yang terurai di sentuh lembut oleh angin, sekarang Nadine terlihat seperti wanita paling cantik yang pernah ia lihat, terlalu cantik sampai ingin dia sembunyikan dan tidak ingin seorangpun melihat.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho

__ADS_1


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2