
Episode 109 : Sayang, aku akan melindungi mu
***
Di kediaman Aron,
Setelah mendapatkan panggilan dari pamannya, dia langsung mengingat mengenai sebuah fakta mengejutkan yang dikatakan pamannya tadi siang.
Desmon menceritakan rahasia ini kepada Aron karena keduanya satu-satunya saksi mata yang bisa digunakan sebagai bukti hidup untuk menjatuhkan semua komplotan mengerikan itu.
Tetapi sama seperti Nadine yang tidak ingat apa-apa, Aron juga sama, bahkan dia tidak ingat dia pernah bertemu dengan Nadine dahulu.
***
Segera setelah itu Aron hendak mendinginkan kepalanya dulu, dia memutuskan untuk mandi dulu, lalu setelah itu dengan hanya mengenakan piyama yang diikat dia naik keatas ranjang, dia menarik gundukan selimut dimana Nadine masih ada di dalam.
"Srek!"
Aron menarik tubuh istrinya hanya dalam satu hentakan dan dia segera memeluknya.
__ADS_1
"Sayang, jangan pura-pura tidur, aku tahu kau belum tidur, kau pikir misi pembuatan anak bisa di tunda apa? tidak akan bisa!" bisik Aron membuat Nadine merinding.
Memang benar Nadine hanya pura-pura tidur agar bisa melewatkan olahraga pembuatan anak yang akan melelahkan nya itu.
"Cih! kau memang sangat bersemangat untuk hal hal seperti itu Mas!" ketus Nadine mengentikan keberpura-puraan nya.
"Hehe, tentu saja aku menginginkan istriku lebih dari siapapun, tidak salah aku menginginkan nya setiap saat!" ketus Aron memang tidak akan bisa dilawan oleh Nadine.
"Haahhh! nyamannya," Aron semakin mempererat pelukannya, dia merasa nyaman dan hangat, hatinya ringan dan dia tidak menginginkan apapun lagi selain istrinya ini..
"Sayang ...."
"Hmmm?"
Aron mulai menanyai Nadine sesuai dengan yang diinginkan pamannya dalam misi rahasia.
"Ingat Mas, kenapa memangnya?" jawab Nadine heran mengapa Aron tiba-tiba membahas lelaki sahabatnya itu.
"Katanya dulu kita sudah saling kenal loh, bahkan aku sering mengganggu mu saat kau kecil, tetapi aku sama sekali tidak mengingat, apakah kau juga tidak mengingat apapun tentang ku?"
__ADS_1
"Benarkah? masuk akal sih jika kita memang mengenal dahulu, tetapi sejak kecelakaan dahulu aku tidak ingat apapun, bahkan tentang kedua orang tuaku pun, aku tidak ingat,"
"Tetapi apakah kau ingat penjahat dulu Mas, yang menculik aku? tato yang di gunakan oleh mereka seperti pernah aku lihat dulu, tetapi tidak jelas, semakin aku coba ingat aku malah tidak mendapatkan apapun, jadi aku menyerah mengingat nya,"
"Memangnya ada apa Mas?"
Nadine berbicara dengan jujur, dia memang merasa familiar dengan tato itu seolah berhubungan dengan kedua orang tuanya dulu.
Aron mengusap rambut istri nya lembut sekali, dia mendekap nya penuh kehangatan.
"Tidak apa-apa sayang, aku hanya merasa berarti kita sudah berjodoh sejak kecil dong, hehe," Aron sedikit bercanda untuk mencairkan suasana agar istrinya tidak terlalu kepikiran.
Setelah itu keduanya diam beberapa saat lagi, seolah menikmati kedamaian dan kehangatan dari pelukan keduanya.
"Sayang ...." Aron mengajak Nadine berbicara lagi.
"Hmmm?"
"Apapun yang terjadi, aku pasti akan melindungi mu, aku berjanji setelah kau ada sisiku kau tidak akan pernah menangis sedih lagi, aku akan mengusir semua yang jahat dan akan berdiri melindungi mu apapun yang terjadi!"
__ADS_1
Nadine sedikit bingung kenapa Aron mengatakan ini, tetapi lagi dan lagi goyahnya hati Nadine dimulai kembali.
Nadine mengira Aron hanya mencoba menggombal agar Nadine luluh tetapi sebenarnya ucapan Paman Aron tadi siang lah yang mengakibatkan Aron mengatakan itu.