Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Kebaikan hati Nadine


__ADS_3

Episode 28 : Kebaikan hati Nadine


***


Nadine segera menghela nafasnya panjang, dia tidak ingin berpikir tidak tidak, "Sampai kontrak selesai ya? apa sih yang aku harapkan! sejak awal dia sudah memperjelas semuanya tetapi tetap saja terasa sakit saat ia mengatakannya lagi,"


Nadine berbincang dengan dirinya sendiri, selama ini hanya dengan bergumam lah Nadine melepaskan kesalahannya, di kota besar ini dia tidak memiliki teman, dan desa dia juga telah kehilangan neneknya, jadi Nadine telah terbiasa sendiri dan menghibur dirinya sendiri.


Aron melihat wajah sendu istrinya, tersenyum lagi tetapi senyuman palsu yang menyedihkan.


"Deg!"


Jantung Aron berdesir lagi, dia menatap wajah istrinya yang baru saja bangun tidur dan kelihatan cantik sekali.


Dia mendekatkan wajahnya dan mulai melahap bibir istrinya, sejak tadi tatapan matanya tidak pernah luput dari bibir mungil yang terlihat gemetaran itu.


Dia merengkuh tubuh mungil istrinya yang terasa enak dipeluk, dia menggenggam kedua sisi wajah Nadine dan dia menikmati ciuman pagi yang menggebu gebu ini.


Nafas mereka terasa panas, tetapi Nadine tetap saja belum pandai melakukan ciuman.


"Umm, Ma ... Mas, aku kehabisan nafas," keluh Nadine mendorong Aron dengan sekuat tenaga nya, hal itu membuat Aron terkekeh dia terlihat bahagia sekali karena mendapatkan yang pertama dari istrinya, bahkan itu ciuman sekalipun.

__ADS_1


Aron mengerti bagaimana tubuh Nadine telah kelelahan semalam suntuk menghadapi kebuasan nya, sekarang pun dia bergairah melihat Nadine tetapi dia mencoba menahannya sebentar sebelum Nadine makan dan memiliki energi lagi, entah sejak kapan tetapi lelaki ini benar benar tanpa sadar telah ketagihan dengan rasa istri keduanya.


Tanpa menunggu lama, ketika suaminya melonggarkan dekapannya dan memberikan ruang kepada Nadine, Nadine segera beranjak dari kasur dan membawa selimut dengannya, dia memang tidak mengenakan busana apapun sejak tadi.


Dia berlari kecil dengan pipi yang memerah, dia menunduk dan yang ia inginkan hanyalah segera berlalu dan menghilang dari jarak pandang suaminya.


Aron tetap memandangi istri keduanya, senyumannya merekah puas, dia bahagia dan tidak bisa menyembunyikan nya.


"Dia lucu sekali, berlari seperti kelinci, ingin ku tangkap dan ku habisi lagi, tetapi aku harus menahan diriku terlebih dahulu, masih banyak waktu tersisa untuk kami bercinta!"


Aron terbaring di kasur menatap langit langit kamar, dan mendengar suara air mulai berisi di kamar mandi ruangan itu.


Ingin sekali Aron menelisik masuk dan melakukan mandi bersama tetapi, ia tahu jika dia melihat Nadine sekarang apalagi saat mandi, dia tidak akan bisa menahan dirinya lagi.


***


Dia tahu dia hanya alat pemuas saja, tidak ada cinta yang ia rasakan dari suaminya, harapan seorang istri yang mendambakan cinta suaminya, Nadine ternyata tidak bisa tidak merasakan itu.


Dia melihat tampilan nya, banyak tanda biru di tubuhnya, bagain leher, pundak, dada bahkan paha nya, tidak ada satupun yang luput dari esapan dan gigitan kecil suaminya.


"Bertahanlah Nadine, kau melakukan ini demi ayah mertua yang baik padamu, demi panti asuhan yang ditinggal kan nenek, lakukan lah demi orang orang yang penting bagimu, nanti akan ada saat nya untuk mu bahagia dan bebas, untuk sekarang bersikaplah seperti kau menuruti semua sampai kontrak usai!"

__ADS_1


Dia berbicara pelan sekali dan lirih, dia sebarang kara di dunia ini, tidak ada tempat untuk mengadu.


Dia tidak bisa menolak pernikahan dan permintaan suaminya atas dirinya, karena dia masih butuh dana untuk menopang panti asuhan milik neneknya.


Walau sekarang panti asuhan itu sudah diurus oleh salah satu kerabat jauh neneknya, tetapi panti asuhan yang menampung banyak anak sebatang kara itu benar benar butuh dana yang besar.


Dan kebetulan, Aron bisa memberikan dana fantastis untuk membiayai panti asuhan bahkan sampai ke pendidikan dan kesehatan para anak anak itu.


Nadine memang menderita akan pernikahan nya, dia bahkan menyerahkan tubuhnya, tetapi dia tidak sepenuhnya merasa sial, karena ia tahu penderitaan nya adalah untuk membantu anak anak tidak berdosa yang bergantung hidup pada panti asuhan peninggalan neneknya.


Jadi Nadine harus menjadi gadis penurut dan tidak membangkang, apapun akan ia lakukan demi dana yang diberikan suaminya, itulah kebaikan hati Nadine, dia lebih mementingkan orang lain ketimbang kebahagiaan nya sendiri.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2