Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Aku ingin merasakan jadi seorang ayah


__ADS_3

***


Episode 110 : Aku ingin merasakan jadi seorang ayah.


Namun lalu ia ingat jika dia bisa melakukannya sekarang juga tanpa membayangkannya.


Dia langsung melihat lagi kearah istrinya dengan ekspresi buas, benar-benar jika digambarkan Nadine adalah kelinci yang sedang diterkam oleh harimau buas sekarang ini.


“Hiks, aku belum sempat merenungi rasa maluku yang tidak tertahan dia sudah mau menerkam aku lagi, kenapa oh kenapa gairahnya besar sekali sampai membuat pinggulku lelah,” Nadine hanya bisa menunduk, belum sempat dia mengeluh atas kelakuan suaminya Aron, sudah menyentuh dagunya dan menghadapkan wajahnya kehadapan wajah Aron begitu dekat.


“Deg … Deg … Deg!” jantungnya berdegup sangat cepat lagi.


“Sayang, aku ingin anak perempuan, atau anak laki-laki juga boleh, kalau anak kembar malah lebih bagus, aku ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi suami yang menuruti keinginan istrinya yang sedang hamil, apakah kau mau memberikan aku anak?” Aron mengusap pipi istrinya, tersenyum lembut sembari meraih tangan Nadine dan menciumnya sembari matanya tetap menatap intens kearah Nadine.

__ADS_1


Seperti ice cream yang meleleh, begitulah perasaan Nadine sekarang, semua penderitaan dan tangisan nya saat lalu bisa tertutupi dan terlupakan begitu saja.


Bagaimana mungkin seorang Aron meminta pendapat kepada dirinya sendiri, apalagi ternyata tujuan Aron ingin memiliki anak adalah karena ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi suami yang menuruti idaman istrinya.


“Buk! Buk! Buk!” seperti panah cinta menusuk jantungnya berkali-kali, dia melihat mata suaminya yang benar-benar berharap dia menyetujui permintaan suaminya ini.


“Kenapa dia sangat nakal tapi juga manja sekali pagi ini? hatiku yang lemah ini benar-benar bisa luluh begitu saja, kau memang hebat tuan arogan meluluh lantahkan hati yang tidak berdaya ini!” gumam Nadine kemudian mengangguk.


“Kalau aku menolak memangnya kau mau menghentikan aksimu?” jawab Nadine kemudian sedikit gugup, dia tidak mau mengakui jika dia benar-benar mau melahirkan anak lagi untuk suaminya.


“Baiklah mari menanam bibit unggulku,” ucap Aron sangat bersemangat, dia tersenyum nakal sekali dan langsung melancarkan aksi nakalnya.


“Gruk … Gruk … Gruk!” tetapi belum juga sampai ke tahap pembuatan anak, perut Nadine menimbulkan suara yang mengatakan jika dia sedang lapar.

__ADS_1


Aron yang sudah sangat bersemangat tiba-tiba berhenti, dia melihat ke wajah Nadine yang sudah memalingkan wajahnya karena malu saat perutnya berbunyi, wajahnya merah sekali.


Dengan kekesalan dan seperti ada api di matanya, Aron langsung menghentikan aksinya, memakai piyamanya lagi dan bangkit, “KITA MAKAN DULU!” ketusnya suram, kegiatan kesukaannya lagi-lagi harus tertunda.


“Ck, aku malu sekali, apakah aku harus berterimakasih pada perut lapar ini? atau bagaimana? Kenapa aku kecewa pembibitan ini tidak jadi dilakukan?” gumam Nadine mengambil piyamanya juga dan mengenakannya dengan benar.


Karena piyama tidurnya sudah teracak-acak karena ulah Aron tadi.


***


Disaat yang bersamaan,


Dara yang sudah kehilangan akal dan tidak berpikir panjang sudah mengumpulkan pers, dia adalah mantan model jadi dia bisa mengumpulkan pers dengan cepat.

__ADS_1


Semua kamera flash sudah membanjiri nya, dengan mata sembab dan tangisan yang ia atur, semua terlihat iba melihat nya.


Pertanyaan demi pertanyaan segera menghujani dirinya, lalu setelah menunggu beberapa saat setelah ia tenang dia mulai menjawab pertanyaan pertanyaan itu.


__ADS_2