
Episode 101 : Kita harus segera memiliki anak.
***
Pemikiran Aron yang sangat bertimbal balik dengan Nadine membuat keduanya menangkap hal yang berbeda, Aron segera duduk diatas ranjang dan menatap istrinya lekat sekali, dia bersyurkur bahwa mulai hari ini dia tidak akan membutuhkan obat tidur atau alkohol lagi untuk membuatnya terlelap.
“Sayang, aku tahu kau menginginkannya lagi tapi tubuhmu masih kelelahan sekali, aku tidak ingin memaksa tubuh mu,” ucap Aron dengan percaya dirinya sembari tersenyum menyeringai.
“Sejak kapan sih aku menginginkan nya? yang ada pinggang ku sakit semua,” geram Nadine tidak mengerti bagaimana cara berpikir lelaki ini.
Bisa-bisanya dia mengatakan jika Nadine menginginkannya padahal nyatanya tidak sama sekali.
“Sejak aku menentukan kau menginginkannya, dengar ya sayang!”
Aron mulai melipat tangannya, dengan mata yang tajam dan dagu yang diangkat menunjukkan keangkuahan dan ke aroganannya yang memang sama sekali tidak diubah.
“Aku sudah memutuskan ini, kita harus segera memiliki anak, dengan begitu kau tidak akan bisa kabur lagi, pembuatan anak sudah dimulai sejak kemarin jadi jaga tubuhmu dengan baik demi anak kita di masa depan!”
__ADS_1
Ucapan Aron yang membuat kepala Nadine pusing.
Hanya karena satu malam melakukannya membuat Aron memiliki pemikiran yang diluar dugaan.
“Kalau aku tidak mau! bagaimana?”
“Tidak bisa tidak mau, harus mau, kalau pun kau belum mencintaiku dan belum percaya kepadaku, akan aku buat kau mencintaiku sebentar lagi, aku yakin seribu persen kau akan mencintaiku!”
Balas Aron lagi begitu yakin, perdebatan pagi itu tentu saja di menangkan oleh Aron lagi, Aron terlalu pandai berdebat dan memainkan kata-kata dan Nadine sama sekali tidak bisa melawan lelaki ini mengenai hal itu.
***
Nadine sudah tidak bisa menyangkal, Aron sudah menunjukkan surat nikah dan bahwa pengadilan menolak perceraian mereka, jadi dia masih istri sah dari lelaki arogan nan menyeramkan ini.
“Sayang, kau jangan pergi dari rumah ya, dengarkan aku dan jangan membantah, aku ada urusan yang sangat penting di kantor sekarang ini, nanti pelayan akan menemanimu ….”
Setelah mengantarkan Nadine sampai rumah, Aron mengecup dahi istrinya dan memeluknya erat sekali, dia memiliki hal yang harus ia lakukan sekarang juga di perusahaan.
__ADS_1
Setelah itu Aron melangkah menjauh, tetapi sebelum benar-benar pergi Aron membalikkan badannya sebentar dulu ….
“Jangan mencoba kabur ya, ada cctv di setiap sudut ruangan, walau aku di kantor aku akan tetap mengawasi mu!” seru Aron dengan wajah yang benar benar berbeda sekarang ini.
Sebelumnya saat Nadine tak kunjung kembali, wajahnya hanya dipenuhi kesruaraman dan tempramen nya semakin mengerikan, tidak pernah ia tersenyum seperti sekarang, walau hatinya masih merasa kurang aman jikalau suatu saat nanti Nadine meninggalkannya, tetapi setidaknya wanita ini sudah bisa ia usahakan tetap berada di dekatnya.
Lalu setelah mengatakan itu, Aron menaiki mobilnya dan mereka akhirnya kembali kekantor.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana