
Episode 91 : Awal perjuangan mengejar wanita!
Flashback, sebelum Aron datang ke desa Nadine,
***
Aron sedang berjalan mondar mandir di kamar lamanya yang ada di rumah orangtuanya, dia panik sekali.
"Kenapa aku membiarkan dia pulang? bagaimana jika dia kabur dan melarikan diri lagi dariku?"
"Tidak ... tidak! dia sudah bilang tidak akan pergi kemanapun, lagian dia sudah mendengar aku berjanji di hadapan ibuku, dia tidak akan kabur lagi?"
"Aaahhhh!"
"Harusnya ku bawa saja dia kesini dan mengurungnya, seperti yang aku pikirkan dan rencanakan!"
"Tapi dia tidak suka!"
Aron sedang berdebat dengan dirinya sendiri, menyesal karena telah membiarkan Nadine melakukan apa pun yang ia mau, dan yang diinginkan oleh Nadine saat pembicaraan nya di hadapan ibunya adalah bahwa Nadine ingin pulang kampung.
Saat itu Aron pikir Nadine akan langsung luluh akan tetapi siapa yang menduga Nadine malah memilih pulang kampung.
__ADS_1
"Tok ... Tok ... Tok!"
Dahlia datang masuk ke kamar Aron, dimana Aron sedang sangat gundah dengan kepergian Nadine ke kampungnya, takut jika Nadine akan kabur lagi.
"Ibu ...." ucap Aron mencoba menenangkan dirinya.
Dahlia kemudian tersenyum, mengusap pundak putranya, "Jadi, kau sudah memilih pilihan hatimu ya? apakah kali ini kau bersungguh-sungguh padanya?" tanya Ibunya begitu serius.
Lalu dengan sangat tegas dan berlebihan, Aron menjawab, "Iya Bu, aku sungguh-sungguh kali ini, walau aku sangat ingin mengikat nya dan mengurungnya agar tidak bisa pergi, aku menahan diriku karena aku ingin dia tahu kalau aku bisa berubah,"
Jawaban tegas dan pasti putranya itu membuat Dahlia senang, sepertinya putranya perlahan-lahan mulai bisa mengontrol emosinya demi seorang gadis.
"Kelihatan sekali kau belum pernah mengejar wanita, kau kelihatan gugup,"
"Rahasia kecilnya adalah sebenarnya wanita suka sesuatu yang sedikit berlebihan tetapi juga tidak terlalu berlebihan, kau harus menunjukkan jika kau mengikuti pilihan nya tetapi kau juga harus sedikit menunjukkan dominasi mu, agar dia melihat kesungguhan mu,"
Penjelasan ibunya ini membuat Aron bingung.
Bukankah sama saja dengan memaksa juga dan mengekang?
"Maksud nya Ibu? tetapi Nadine tidak suka diperlakukan seperti itu, aku mau mengikuti apa mau dia," balas Aron sedikit memicingkan matanya bingung.
__ADS_1
"Maksud Ibu adalah jika dia pergi ke desanya maka kau harus mengejar nya kesana, habiskan lebih banyak waktu bersama nya, dan jika dia tetap menolak mu berusaha lah lagi, karena sebenarnya wanita suka lelaki saat lelaki itu berusaha berulang kali untuk mendapatkan mereka,"
"Kenapa wanita rumit sekali? jika Nadine memang suka dikejar olehku, kenapa dia tidak bilang saja?" Aron semakin bingung dengan jalan pikiran dan keinginan wanita yang berbelit-belit tetapi tujuannya itu saja.
"Wanita memang rumit, selama ini kau mendapatkan apapun yang kau mau termasuk wanita, jadi kau tidak tahu wanita itu sebenarnya sangat rumit dan juga kompleks, kali ini kau harus tahu bagaimana perjuangan seorang lelaki mengejar wanita nya," seru Dahlia menggenggam tangan Aron dengan wajah penuh membara.
"Aron, bawa kembali menantu kesayangan ibu, aku mendukungmu sepenuhnya jika kau memang bersungguh-sungguh kepadanya," seru Dahlia dengan api membara di matanya.
"Baiklah Ibu, aku akan berjuang," seru Aron juga langsung ikut membara.
Walau sebenarnya dia juga belum paham bagaimana caranya nanti dia akan membuat Nadine percaya kepadanya akan tetapi Aron tidak akan menyerah atas wanita nya lagi.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana