
Episode 105 : Jangan pergi lagi dariku!
***
Nadine melihat bahan bahan makanan di kulkas, wajah senyuman langsung merekah, dia ingat dulu walau dia tidak setuju menikah dengan Aron dan akhirnya terpaksa karena uang.
Saat itu Nadine berkeinginan untuk mencintai calon suaminya suatu saat nanti, dia sudah berangan-angan dia akan memasak untuk suaminya setiap hari dan melayani nya dengan baik.
Tetapi kenyataan tidak seindah mimpi Cinderella nya, saat itu yang ia terima hanya ke-pelikan dan rasa sakit, diduakan bahkan saat masih hari pertama menikah itulah yang dirasakan oleh Nadine saat itu.
Tetapi sekarang berbeda, saat melihat bahan masakan itu, Nadine merasa dia juga ingin membangun kembali, memupuk kembali kepercayaannya yang sudah rusak dan hancur, dia ingin melakukan apa yang ingin ia lakukan dalam angan angannya saat melayani suaminya.
“Pertama memasak saja dulu,” ucap Nadine langsung bersemangat memasak makanan untuk suaminya.
***
Flash back off,
__ADS_1
Nadine hampir selesai memasak tetapi suara kaki berlari membuat Nadine sedikit terusik, dia mengangkat hidangan masakannya dan menoleh kearah suara itu, lalu dia melihat dengan mata yang bertanya tanya, mengapa suaminya kelihatan ketakutan dan wajahnya yang ketakutan itu terlihat ngos-ngosan.
“Kau sudah pulang Mas? ada apa? apakah ada yang mengejar mu? kenapa terlihat capek seperti itu?” tanya Nadine penasaran, dia heran dengan keadaan suaminya ini.
“Tak … Tak … Tak!"
Dengan nafas yang berat dan tubuh yang bergetar hebat dia melangkah dengan cepat kearah istrinya dan langsung memeluk Nadine erat sekali sampai membuat Nadine sedikit sesak.
“Aku kira kau akan melarikan diri lagi dan aku tidak akan bisa menemukan mu lagi, kedepannya kau harus mengabari ku setiap jam kau sedang ada dimana, apakah kau tahu seberapa takutnya aku?” ucapan yang berat dan sedikit bergetar.
Satu benteng di hati Nadine runtuh lagi, masih ada beberapa benteng pertahan hatinya akan tetapi satu persatu seolah roboh setelah melihat sisi berbeda dari suaminya.
“Aku tidak pergi kemanapun, aku disini dan memasak, siapa juga yang berani kabur setelah kau ancam!” ketus Nadine menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat dalam dada bidang suaminya.
“Jangan pergi lagi, aku bersungguh sungguh, aku tidak akan tahu lagi apa yang akan aku lakukan jika kau pergi dariku lagi!” ketus Aron memejamkan matanya dan menenangkan dirinya, ketakutan hebat dan rasa panik sepertinya menarik adrenalin nya dan membuatnya tidak tenang.
“Mas, aku gerah lepaskan aku, kita juga harus makan,” ucap Nadine setelah mereka berpelukan sekita dua menit.
__ADS_1
“Tunggu lima menit lagi,” ketus Aron masih merasa kurang memeluk istrinya ini.
Dan ….
Lima menit mereka berpelukan, sepuluh menit dan sekarang sudah tiga puluh menit, makanan yang dimasak oleh Nadine pasti juga sudah mulai dingin.
“Mas, pinggang ku sudah pegal, sekarang kaki ku juga mau kau buat pegal, ayo makan dan duduk,” seru Nadine merasa pelukan ini sudah terlalu lama, dan dia juga sudah terlalu lapar menunggu.
“Baiklah, karena kau memasak khusus untukku, aku akan melepaskan mu hari ini,” bisik Aron dengan wajahnya yang sedikit sembab, membuat Nadine merasa tidak percaya, pastinya saking takutnya Aron tadi dia tidak bisa menahan air matanya.
“Aku … aku tidak memasak khusus untuk mu kok, aku memasak karena aku suka masakan ku dan ….”
Belum sempat Nadine menyelesaikan ucapannya, Aron langsung menarik Nadine sampai terduduk di pangkuannya.
“Sstt, aku kan sudah bilang akan melepaskan mu karena kau khusus memasak untuk ku, duduk saja dengan tenang dan makan, kau mau aku mengganti makan malam ku?” tanya Aron memangku Nadine di pangkuannya sekarang.
Aron terlihat sekali tidak ingin lepas dari Nadine sedikitpun.
__ADS_1