
Episode 128 : Hanya figuran.
***
Semuanya panik, Dahlia yang baru kehilangan suaminya harus diterpa badai lagi, teriakannya terdengar di seluruh lorong rumah sakit.
Dia tidak akan bisa hidup jika kehilangan putranya juga, hatinya tidak akan siap.
"Putraku, pasti dia selamat! dia begitu kuat dan tidak pernah sakit, tidak akan mungkin baginya akan meninggalkan ibunya begitu saja!"
"Putraku yang malang ...."
Dahlia tidak bisa berhenti menangis, ibu mana yang tidak akan terluka saat melihat anaknya sendiri di ambang kematian.
Sedangkan Nadine, yang begitu pucat hanya bersandar di dinding, dia tidak mau mengganti pakaiannya, dia tidak mau beranjak dari ruang tunggu operasi darurat.
Wajah pucatnya yang melihat dengan tatapan kosong, seolah rasa sakit di hatinya perlahan akan membunuhnya.
Tetapi ia tahu, untuk sekarang dia hanya bisa saling dukung dengan menantunya yang sudah terlihat seperti mayat hidup.
Dahlia mendekati Nadine yang sudah duduk dengan tatapan kosong, Dahlia meraih jemarinya dan saat itulah Nadine sadar dan melihat ibu mertuanya.
Matanya yang tadi kosong sudah mengeluarkan bulir bulir air mata, dia tidak bersuara saat menangis, tetapi matanya seolah mengadu jika dia sedang menderita.
Tubuhnya gemetaran dan hanya bisa terisak, tak ada yang mampu mengungkapkan campuran perasaan yang sedang ia rasakan.
"Nak, kamu seperti nya butuh diobati, wajahmu pucat sekali dan tubuhmu panas, biarkan Ibu yang menunggu disini ya," Dahlia mencoba menangkap menantunya, mencoba memberikan pengertian agar Nadine istirahat dan berobat dulu.
Nadine dengan cepat menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin pergi sebelum memastikan suaminya selamat.
__ADS_1
Dia tidak bisa kehilangan siapapun lagi dalam hidupnya.
***
Disaat yang sama,
Dean Benson yang tahu kabar itu langsung pergi ke rumah sakit, awalnya dia ingin menghibur Nadine dan ada disisinya disaat Nadine terpuruk, akan tetapi saat ia datang yang ia lihat hanyalah wajah pucat dan mata kosong.
Saat itu barulah Dean menyadari jika sejak awal hati wanita ini telah dimiliki oleh Aron, sejak awal dia sudah tahu akan hal itu, hanya saja hatinya menolak karena merasa Nadine terlalu baik bagi Aron.
Tetapi jika di lihat lagi, dalam hubungan ini tidak ada yang terlalu baik untuk yang lain, keduanya, baik dia ataupun Aron sama sama mengeluarkan keegoisan dengan caranya sendiri untuk mendapatkan wanita yang mereka inginkan.
"Mungkin sejak awal aku hanya figuran, merasa Nadine akan membuka hatinya untukku setelah beberapa waktu, ternyata aku masih percaya dongeng yang aku ciptakan sendiri,"
"Berbahagialah Aron, istrimu masih mencintai mu bahkan sampai sekarang!" Dean sudah tahu, akhirnya dia bisa membuka matanya.
Dia melihat kearah Nadine dan Dahlia yang menangis tersedu-sedu, dan tanpa berbicara seperti angin lalu dia pergi dari tempat itu.
Hanya satu yang ia inginkan, di kemudian hari agar Nadine benar-benar bisa berterus terang dengan hatinya, dan Aron bisa menunjukkan rasa sayang yang tidak menuntut.
***
Disisi lain,
Desmon Charlos sedang melakukan konferensi pers, mengundang semua media untuk membongkar busuknya pemerintah dan hukum yang lemah di belakang.
Bisnis ilegal yang sengaja di dukung untuk kepentingan perut mereka, kekuasaan dan kekayaan pribadi mereka.
Para pria tua yang mengambil sumpah akan mengayomi masyarakat itu benar-benar kotor karena mengatakan kebohongan dengan secara pelan-pelan merusak generasi muda dengan apa yang mereka lakukan.
__ADS_1
Desmon Charlos sadar, seberapa tinggi pun jabatannya, tidak akan mungkin dia bisa menangkap jajaran itu sendirian, dia harus mendapatkan dukungan terkuat.
Dan dukungan terkuat adalah masyarakat sendiri, fakta ini harus diketahui secara luas agar tidak ada satu pihak pun yang bisa mengelak dan menyembunyikan fakta lagi.
Tentu saja di konferensi pers itu Desmon mengatakan jika kasus ini akan semakin berat di kemudian hari, akan banyak orang yang akan menggunakan segala cara untuk menutupi kasus ini.
Desmon berbicara dengan sangat lantang, tegas dan dengan matanya yang tajam itu, walau dia hanya anak angkat dari keluarga Charlos akan tetapi matanya sama dengan mata mereka.
"Saya akan menangkap mereka satu persatu! memberikan mereka hukuman yang setimpal, jika tidak ada hukum yang bisa menghukum mereka secara setimpal, aku akan mengorbankan jabatan ku dan akan menghabisi mereka dengan tangan kosong!"
"Dan dengar ini para tikus berdasi, para pemangku yang mendukung kejahatan ini bertahun-tahun, aku akan mengejar kalian sebelum aku mati! demi sumpah ku kepada sahabat ku, karena kalian banyak hati yang hancur dan nyawa yang melayang! pastikan bersembunyi dengan benar karena aku akan datang dengan cepat!"
Desmon Charlos mengentikan konferensi pers nya dengan cara yang epik dan tegas, dan seperti dugaan Desmon, semua yang mendukung dan terlibat dengan bisnis ilegal yang memang sangat menguntungkan itu langsung panik.
Entah bagaimana cara mereka untuk bisa mengelak dan melarikan diri.
Tetapi mereka masih memiliki harapan, tidak ada bukti kuat mengenai kejahatan ilegal itu, saksi mata juga tidak ada, mereka bisa langsung menjerumuskan Baron sendiri disana tanpa mereka harus ikut campur tangan.
Mereka tidak tahu jika nama-nama mereka sudah dikantongi oleh Desmon Charlos, setelah melakukan penyiksaan yang begitu mengerikan, mulut Baron sudah terbuka dan mengatakan nama nama mereka tanpa terkecuali.
Juga para pemangku kepentingan itu tidak sadar jika ada saksi hidup yang menyaksikan kekejian Baron atas suruhan mereka saat lalu.
Saat Adam mengetahui nama-nama mereka, nama-nama komplotan itu, mantan atasan mereka dan para pemangku kepentingan itu memerintahkan Baron untuk membunuh Adam dan keluarganya.
Dan mereka tidak tahu jika Baron melakukan sebuah kesalahan kecil namun fatal, yaitu membiarkan Nadine dan Aron hidup.
Jadi kesaksian Nadine dan Aron akan dibutuhkan untuk menguatkan bukti dan membuat semua pengakuan kepentingan itu tidak bisa lagi mengelak.
Karena Nadine dan Aron adalah saksi hidup yang sangat penting.
__ADS_1
***