Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Bibirmu menggodaku, minta dicium!


__ADS_3

Episode 36 : Bibirmu menggodaku, minta dicium!


***


“Kau … kau akhirnya memperlihatkan dirimu yang asli, pertama kalinya kau tidak berpura pura,” berbeda dengan dugaan Nadine dan para pelayan yang mengira Nadine akan dilempar ke laut atau akan dikucilkan di hutan sendirian, nyatanya Aron terlihat sangat bersemangat dan matanya berbinar binar.


“Ma … maksudnya Mas? memangnya selama ini aku palsu?” timpal Nadine kebingungan, dia tidak bisa memproses sebenarnya bagaimana jalan pikiran Aron ini.


“Ya, selama ini kau palsu, selama ini kau selalu tersenyum tetapi matamu sedih, kau juga berbicara lembut sekali tetapi sebenarnya kau pasti tidak selembut itu, aku membenci mu karena sejak awal kau berpura pura,” jawab Aron masih terlihat sangat bersemangat.


Tanpa aba aba Aron langsung menggendong tubuh Nadine agar duduk di pangkuannya.


“Ma … Mas, apa yang kau lakukan? banyak pelayan disini, turunkan aku,” seru Nadine belum sempat merespon apa maksud Aron atas jawabannya barusan.


Nadine merasa malu sekali karena para pelayan yang masih ada di sekitar mereka seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka itu.

__ADS_1


“Hehe, aku tidak peduli, kau istriku dan kau milikku, sekarang aku senang sekali jadi kau diam saja, kalau kau bergerak terus aku akan mengganti makanan ku menjadi kau,” seru Aron merasa begitu puas.


Ternyata tidak sia sia dia membawa Nadine ke pulau pribadinya, dia bisa melihat sifat asli dan tanpa pura pura dari istrinya ini.


Aron begitu risih dan tidak menyukai Nadine selama ini karena semua sikap dan prilakunya terlihat palsu dan penuh keberpura-puraan.


“Kenapa sih setiap kali yang dipertaruhkan adalah tubuhku, aku hanya ingin makan dengan tenang dan mengisi energiku, sebelum nanti kau menggempurku habis habisan, bahkan saat makan pun kau tetap mengekangku, hak asasi ku sebagai mahluk yang memiliki kebebasan kau renggut dan ….”


Nadine tidak berhentinya ngedumel, dia merasa hak asasi sebagai mahluk yang bisa mengemukakan pendapat bagi lelaki ini seperti tidak berlaku.


“Cup!”


“Mas, aku bilang masih ada pelayan, aku malu.” geram Nadine pelan sekali namun menekan, dia sedikit bersembunyi dalam tubuh bidang suaminya karena sudah tidak memiliki muka di depan para pelayannya.


“Bibirmu menggodaku, minta dicium, kalau kau masih cerewet aku tidak hanya akan melahap bibirmu tapi semua tubuhmu diatas meja ini, mau?” ancam Aron dengan senyuman nakal membuat Nadine segera duduk tegap seperti prajurit dan menggelengkan kepalanya seraya menolak dengan tegas.

__ADS_1


Nadine langsung diam dan tersenyum kaku dan tanpa aba aba segera memakan makanan nya lagi.


“Dasar arogan, menyebalkan, psikopat, mesum!” Nadine mengumpat dalam hatinya menghina suaminya habis habisan karena hak untuk beruara dan hak nya sebagai pribadi yang bebas telah di renggut sepenuhnya.


Akan tetapi mungkin Nadine tidak sadar, entah karena Aron yang mulai melembut tetapi Nadine mulai merasa nyaman, walau hatinya tidak terbuka untuk suaminya, tetapi tidak bisa dipungkiri dari sikapnya yang sudah mulai memperlihatkan sifat aslinya adalah bukti bahwa Aron telah membuat Nadine merasa sedikit nyaman.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2