
Episode 108 : Aku mencintaimu.
Di kediaman Aron,
***
Setelah selesai memakan makanan yang dimasak oleh istrinya, mereka akhirnya kembali ke kamar, Aron ingin segera mandi dan melakukan proses pembuatan anak yang sedang ingin ia laksanakan.
Saat sampai di pintu Nadine menemukan beberapa bunga berserakan.
"Kok ada bunga Mas?" tanya Nadine penasaran mengapa di depan pintu kamar mereka ada bunga.
"Umm ... ta ... tadi aku ingin mengejutkan mu dengan membawakan mu bunga, tetapi aku terlalu panik saat tidak menemukan mu jadi bunga nya terjatuh begitu saja,"
Aron entah mengapa jadi sedikit malu, pipinya memerah, dia membayangkan betapa paniknya dia tadi dan itu sedikit memalukan.
"Apa dia sungguh melakukan ini?"
"Apakah dia memang seromantis ini?"
."Kenapa jantung ku jadi tidak tenang? lelaki jahat! banyak sekali trik mu membuat ku goyah!"
Teriak Nadine dalam hatinya, satu tembok pertahanannya runtuh lagi.
Aron yang sedikit malu itu memungut kembali bunga mawar yang ada di kamar mereka, lalu entah datang dari mana ide ini, akan tetapi dia segera berlutut dan memberikan sebuah bunga di tangannya.
"Sayang, sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak lama, tetapi kau langsung meninggalkan aku tiga tahun lalu, jadi akan aku katakan dengan jelas sekarang,"
"Aku mencintaimu, sangat mencintai mu sampai aku seperti nya tidak akan bisa hidup tanpa mu ...."
"Deg ... Deg ... Deg!"
"Duar!"
__ADS_1
Seperti sebuah bom yang meledakkan semua benteng yang ada di hati Nadine.
Pernyataan cinta yang terlihat sedikit kaku namun tulus, Nadine tidak melihat sedikitpun kebohongan di mata lelaki ini.
Melihat Cinta terdiam dan terpaku membuat Aron berkumandang riang dalam dirinya.
"Pasti dia akan semakin tergila-gila kepadaku! ha ha ha, Aron kau memang sangat hebat!" Aron memuji dirinya sendiri telah melakukan dan mengatakan hal seromantis ini.
"Aku ... aku belum bisa menjawab nya," jawab Nadine membuat kepercayaan diri Aron runtuh berkeping-keping.
"******, ditolak istri sendiri rasanya agak nyesek ya!" geram Aron menabahkan dirinya sendiri.
Dia segera meletakkan bunga itu dan menyeringai, dia langsung menggendong istrinya.
"Kau akan tetap menjadi milikku, jadi jawab nanti saja juga boleh, aku yakin kau akan segera mencintai ku!" bisik Aron sudah membaringkan Nadine diatas ranjang.
"Sayang, kau masih ingat kan? misi pembuatan anak kita baru saja dimulai loh," ucap Aron lagi begitu nakalnya sembari membuka kancing bajunya satu persatu.
"Aish, aku yang bodoh kenapa langsung luluh tadi, dia tidak berubah, tetap saja mesum seperti itu! dasar!" ketus Nadine tadinya sudah merasa hampir luluh akan tetapi kenakalan suaminya ini meruntuhkan segalanya.
***
"Tring ... Tring ... Tring!"
Tiba-tiba ponsel Aron berbunyi saat ia sudah hendak melahap istrinya ini lagi.
"SIAL! SIAPA ITU! MENGGANGGU KEGIATAN KESUKAAN KU!" geram Aron dalam mode membaranya.
Seolah ada bom yang meledak dalam dirinya sekarang.
Aron menatap kearah istrinya, dia segera mengecup lembut dahinya, "Sayang, tunggu ya, ada telepon," ucap Aron lembut sekali.
Berbeda sekali dari kemarahan meledak-ledak nya saat mendengar suara deringan ponselnya barusan.
__ADS_1
Aron mengambil ponselnya dan melihat jika pamannya lah yang menghubungi dirinya.
Aron melirik sejenak kearah istrinya yang sekarang sedang memperhatikan dirinya.
Aron tersenyum lembut mengusap rambut Nadine, "Tunggu sebentar ya sayang, ada telepon penting," seru Aron lalu pergi ke luar kamar tepatnya ke balkon kamarnya untuk mengangkat panggilan dari pamannya itu.
"Cih! kenapa harus mengangkat telepon di luar? apa dia bertelepon dengan gadis lain?"
"Ah, Nadine kau terlihat seperti kau sedang cemburu! kau harus mempertahankan hatimu sedikit lama lagi, biarkan dia berjuang sedikit lagi, jangan langsung luluh!" geram Nadine langsung menutup dirinya dengan selimut karena malu pada dirinya sendiri.
***
Di balkon,
"Halo Paman?"
"Aron, maaf mengganggu mu malam ini ya, jangan lupa tanyakan pada istrimu mengenai pembicaraan kita tadi siang, kau juga usahakan mengingat sesuatu,"
Itulah ucapan yang dikatakan oleh pamannya, memang akan mengungkit luka lama akan tetapi ini sangat penting demi keamanan semua orang.
"Baik Paman, aku akan berusaha,"
Ucap Aron melihat ke dalam kamarnya melalui tembusan kaca tebal, dia melihat jika istrinya sedang menutupi dirinya dengan selimut disana.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana