Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Nadine sudah kembali ....


__ADS_3

Episode 86 : Nadine sudah kembali ....


***


Di pemakaman Alfred Charlos,


“Walau Paman bukan lagi Ayah mertuaku, tetapi kali ini biarkan aku memanggilmu Ayah ….” Suaranya pelan dan pilu duduk berjongkok meletakkan bunga putih yang ia bawa.


“Maafkan Nadine tidak bisa datang cepat, Nadine mungkin adalah manusia paling tidak tahu terimakasih, tetapi tanpa Ayah, Nadine tidak akan bisa selamat dari luka batin Nadine, luka batin yang Nadine sembuhkan selama tiga tahun ini, semuanya karena Ayah memilih menghormati keputusan Nadine,”


“Terimakasih banyak, aku tahu mungkin Ayah sudah bertemu dengan Ayah kandungku disana, Ayah bisa bangga mengatakan kepadanya jika Ayah sudah merawatku dengan sangat baik ….”


Nadine berbicara sembari tersenyum namun juga meneteskan air mata, Nadine tahu bagaimana Alfred Charlos pastinya tidak suka orang yang dia tinggalkan bersedih berlarut larut, jadi Nadine mencoba ikhlas walau baginya kehilangan Alfred Charlos sama saja seperti kehilangan sosok ayah baginya.


Lama sekali dia berbincang disana, terdiam dan matanya menatap jauh, sampai matahari mulai naik semakin tinggi, membuat Nadine memutuskan untuk segera kembali, dia akan pergi mengunjungi Dahlia, seorang wanita yang juga sudah ia anggap seperti ibunya.


***


“Tok … Tok … Tok!”


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Dahlia, dimana Dahlia sedang berkemas untuk pergi berlibur mennenabgkan dirinya dan menghabsikan hari tuanya mendekatkan diri dengan alam.


“Masuk …” sahut dahlia saat mednengar ketukan itu, matanya belum melihat kearah pintu.


“Ibu ….” Nadine adalah orang yang datang mengunjungi Dahlia, dan saat Dahlia mendengar suara itu jantung Dahlia langsung berdegup dan dia segera menoleh kearah pintu, air matanya mengalir begitu deras melihat wanita yang terlihat semakin cantik dan cerah datang berjalan kearahnya.

__ADS_1


Seorang gadis muda yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri, seorang gadis muda yang sangat terluka oleh putranya sampai membuat Dahlia ikut terluka juga merasakan rasa sakit Nadine.


“Nadine ….” Seru Dahlia langsung memeluk Nadine yang sudah datang berjalan kearahnya.


“Kapan kau kembali? Kenapa tidak memberitahu Ibu, kau semakin cantik dan kelihatan sehat, syukurlah,” Dahlia mengusap usap pipi Nadine, tatapannya seperti ibu yang begitu bangga melihat putrinya tumbuh dengan baik dan cantik.


Rasa bersalah ketika Nadine terluka dahulu adalah salah satu penyebab mengapa dahlia begitu menyayangi Nadine.


Dahlia segera menhentikan aksi mengemas beberapa pakaian yang hendak ia bawa bepergian, lalu mengajak Nadine untuk duduk dan berbicara.


Nadine dengan senang menuruti keinginan dahlia, mereka berbincang lama sekali, seolah pemvahasan mereka tidak ada habisnya mereka bahas, tetapi tidak satupun dari mereka membahas mengenai Alfred sejak tadi.


Seolah baik Nadine maupun Dahlia mengerti jika kematian alfred bukanlah sebuah hal yang harus dibawa dalam kesedihan berlarut, karena seperti yang disebutkan oleh Alfred kematian itu adalah siklus kehidupan, kematian tidak akan bisa lepas dari bagian dalam hidup, jadi setiap manusia tidak bisa memilih, hanya bisa menunggu.


***


Disaat yang sama,


Aron tadi bangun terlalu siang jadi dia sedikit terlambat pergi ke kantornya, seperti biasa dia akan menghabisikan waktunya hanya untuk bekerja, dia sangat serius dalam bekerja, seolah pekerjaan adalah hal yang bisa mengalihkan pikiran dan perhatiannya sekarang.


"Ron, nanti kau bisa tidak menemani keponakan ku ke taman bermain?" seru Tom sedang menelepon Aron.


Keponakan Tom yang sekarang sudah berusia sekitar enam tahun minta dibawa ke taman bermain tetapi Tom sedang ada operasi malam jadi tidak bisa menemani keponakan.


"Hari ini ulang tahun nya, aku serahkan padamu ya, kau tahu keluarga ku semuanya sangat sibuk, ibunya saja memberikan dia kepadaku! ck! aku kan juga sibuk!" ketus Tom langsung mematikan panggilan nya.

__ADS_1


Hanya beberapa saat dari itu assiten Aron, sudah membawa seorang anak laki-laki yang mirip sekali seperti Tom, dengan wajahnya yang ceria dia masuk kedalam ruangan pribadi Aron.


"Ck! si Tom pasti sudah merencanakan ini, dia tahu aku tidak suka anak kecil! kenapa harus aku sih!" geram Aron yakin sekali jika Tom pasti sengaja.


Mungkin agar Aron tidak meminum minuman alkohol malam ini.


"Paman, ayo pergi sekarang, aku tidak punya teman, kata Paman Tom, Paman akan membelikan aku apapun jadi aku sedang sangat bersemangat sekarang," seperti anak kecil pada umumnya Virgo berlari dan merengek-rengek kearah Aron.


Wajah Aron langsung masam tetapi dia tidak bisa memarahi Virgo, anak kecil ini.


"Tom, awas kau ya!" geram Aron segera di tarik tangannya oleh Virgo agar segera pergi dari ruangan.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2