Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Apakah ini hukuman?


__ADS_3

Episode 127 : Apakah ini hukuman?


***


Untuk pertama kalinya, sebuah harapan dan keinginan jatuh dihadapannya, seperti domino yang runtuh sekaligus semua.


Seberapa keras pun ia berteriak tetapi yang ia panggil tetap tidak bangun, seberapa keras pun dia menangis, yang ia panggil tetap diam membeku.


Genggaman tangan yang erat tak juga membuatnya mendengar, dan seberapa erat pun pelukan yang ia berikan, tak juga membuat nya merasakannya.


Hanya darah yang tercetak di baju dan tangan, dan hanya penyesalan yang terasa di dada.


Aron sungguh melindungi istrinya, penjahat yang menembakkan senjata itu terlihat jelas oleh Aron.


Dia tidak bisa berpikir panjang lagi selain memasang badannya untuk melindungi istrinya.


Dia menarik kuat tangan istrinya, mendorong dan sepersekian deti setelah itu, dua buah tembakan yang berkecepatan tinggi sudah menembus punggung nya.


Dia masih bisa melihat wajah Nadine yang penuh dengan air mata mencoba meraih tangannya, suaranya terdengar sayup-sayup dan kurang jelas.


Rasa sakit seolah tidak terasa, yang ada di hatinya hanyalah sebuah penyesalan, menyesal karena sejak pertama dia bertemu wanita ini dia tidak menyadari jika dia sudah menyukainya.


"Mungkin ini hukuman,"


"Mungkin ini adalah balasan yang tepat untukku, bagaimana rasa sakit hatimu yang selalu aku hancurkan!"


"Dengan tidak tahu malu menginginkan mu lagi, mengikat mu dengan egois!"


"Apakah aku akan mati sebelum aku bisa meminta maaf dengan tulus? dan mengatakan jika aku sungguh mencintaimu dengan benar?"


"Aku tidak tahu tetapi kenapa sekarang kau menangis begitu hebat untuk orang seperti ku!"


Aron masih melihat dengan samar-samar bagaimana istrinya berteriak histeris, wajahnya yang ketakutan dengan hebat dan matanya yang menunjukkan keputus-asaan saat melihat darah nya.


Setelah itu Aron sudah tidak bisa melihat dan merasakan apapun lagi.

__ADS_1


***


Di sisi lain di tempat Desmon Charlos,


"Dor!"


"Dor!"


Beberapa tembakan yang dikira Baron akan menembus kepalanya ternyata hanya menembus bahu, lengan, kaki dan bahkan di pangkal paha.


Dia tidak mati karena tembakan itu akan tetapi dia bisa merasakan rasa sakit yang begitu hebat dari tembakan.


"Aahhhh!"


Baron berteriak histeris, dia sudah tidak bisa bergerak, dia seolah berada di ujung kehidupan dan kematian sekarang ini.


"Tutup pendarahannya! jangan biarkan dia mati!"


"Jika dia mati maka para tikus berdasi dan para sampah yang bekerjasama dengannya tidak akan tertangkap!"


Bukan karena Desmon mengasihaninya, akan tetapi Desmon hanya tidak rela sampah seperti Baron bisa mati dengan mudah.


***


Hari itu, teriakan, tangisan, kepuasan dan pembalasan dendam bercampur jadi satu di tempat berbeda.


Ada yang puas karena telah berhasil membalaskan dendam sahabatnya, ada juga yang menderita karena melihat harapannya runtuh dihadapan matanya.


Ada yang kehilangan kekuasaan dalam sekejap, ada juga yang kehilangan nyawanya.


Pemberitaan sudah heboh memberitakan mengenai rumah sakit yang katanya dibajak oleh *******, sungguh bahkan sampai sekarang sampah yang bekerja di bagian keamanan masih mencoba menutupi Baron.


Dia tidak tahu jika Baron sudah ditangkap hidup-hidup dan sebentar lagi dia dan jajarannya juga akan mendekam di penjara selama hidupnya.


***

__ADS_1


Di sisi lain,


Aron yang sudah tidak sadarkan diri dilarikan ke rumah sakit terdekat, pendarahan nya ditekan sebisa mungkin dengan mengikat kain di tubuhnya.


Wajah Nadine sudah pucat sekali, entah sudah berapa lama dia menangis dan tak bisa berbicara.


Kematian orang tua nya yang terasa begitu baru, mungkin karena telah terlupakan membuat nya merasa jika semuanya masih baru terjadi kemarin.


Hatinya belum siap dan belum sembuh dari sakit itu, sekarang dia harus melihat lelaki yang melindungi nya sekarat di depan matanya.


Entah apa dosa Nadine sampai harus melihat orang-orang yang ia cintai dan sayangi sekarat di depan matanya.


"Apakah ini balasan untuk keegoisan nya?"


"Apakah ini balasan untuk kerasnya hatinya menolak Aron?"


"Perjuangan Aron selalu dianggap sepele dan hanya mengingatkan rasa sakitnya sendiri, apakah ini balasan untuknya?"


Nadine tidak mengerti, yang ia tahu hanyalah jika hatinya begitu sakit sampai rasanya menjadi hampa.


"Aku mencintaimu juga!"


"Aku sangat merindukanmu!"


"Sebenarnya aku hanya mengeraskan hatiku, aku tidak benar-benar membenci mu!"


Banyak hal yang ingin di katakan oleh Nadine, banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi Aron tetap tidak bangun, wajah arogan nya dan pemaksa itu terlihat pucat.


Lelaki kuat yang selalu menarik tangannya dan mengatakan untuk jangan meninggalkan nya, terlihat lemah dan berbaring tak berdaya di pelukannya.


"Apakah ini akhirnya? akhir dari hubungan tidak beruntung keduanya, sama-sama mencintai tetapi selalu ada hal yang menghalangi, seolah takdir enggan menyatukan mereka.


Mereka yang pernah berjanji di bawah bintang bintang akan selalu saling memiliki dan tidak saling meninggalkan.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya yaa.. Terimakasih 🤍


__ADS_2