Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Untuk pertama kalinya Aron mengalah.


__ADS_3

Episode 71 : Untuk pertama kalinya Aron mengalah.


***


Keesokan harinya,


Nadine telah siuman, dia melihat ibu mertuanya sudah ada di sisinya menyambutnya dengan tangisan kebahagiaan saat mengetahui menantunya sudah siuman.


“Ibu mertua …” seru Nadine masih lemas, dia tetap tersenyum dan buru buru hendak duduk agar sopan di hadapan ibu mertuanya.


Akan tetapi Dahlia langsung melarang, dia memeluk menantunya dan menangis tersedu sedu.


“Menantuku yang malang, kau pasti menderita sekali ya, maafkan ayah dan ibu mertuamu ini ya Nak, maafkan kami tidak tahu sejak awal,” Dahlia menangis dan memeluk nadine seperti memeluk putrinya sendiri.


“I … Ibu ada apa? kenapa menangis?” tanya Nadine entah kenapa juga sudah ikut menangis walau tidak tahu mengapa tiba tiba saja ibu mertuanya mengatakan itu.


Dahlia melepaskan pelukannya sebentar dan mengusap pipi menantu kesayangannya ini.


“Ibu tahu Nak, Ibu sudah tahu semuanya, bagaimana Aron mengikatmu dengan kontrak yang mengerikan dan Aron ternyata sudah menikah secara semubnyi sembunyi, Ibu sudah tahu, jadi tidak usah menutupinya lagi dan membuat dirimua terluka lagi, cerita lah kepada ibu mertua mu ini dan jangan menderita sendirian,”


Dahlia sampai sesenggukan, dia tidak bisa membayangkan jika dia ada di posisi menantunya, di kontrak selama dua tahun hanya jadi istri kedua atau bahkan hanya jadi budak ranjang untuk mendapatkan anak, sungguh tidak manusiawi.

__ADS_1


Nadine yang mendengar itu langsung berurai air matanya, menangis dengan hebat dan tidak menutupi lagi sakit hatinya selama menjadi istri kedua yang hanya diikat dengan kontrak, di katai kata kasar dan setiap saat hanya bersandiwara jika semuanya terlihat baik baik saja.


“I … Ibu, aku …” Nadine ingin meceritakan tetapi tidak ada kata kata yang bisa mengungkapkan penderitaannya, hanya tangisan dan luka di hatinya yang bisa menunjukkan seberapa hancur ia menjadi istri Aron.


“Ibu mengerti, Ibu mengerti, cerita lah jika kau sudah siap Nak, Ibu dan Ayah mertuamu ini pasti akan ada di sisimu,” Dahlia kembali memeluk menantunya yang menangis sampai sesenggukan ini.


Sedangkan Aron yang sudah sampai di rumah sakit masih belum memiliki waktu untuk mengganti pakaian atau membersihkan dirinya hanya bisa mendengar dari luar ruangan, tangisan keduanya dan bagaimana pedih suara hati istrinya.


Tangannya yang sudah terluka dan darahnya yang sudah mengering, bajunya yang sudah kusut, matanya yang sembab dan menghitam karena tidak tertidur sedikitpun malam hari kemarin.


Aron yang tadinya ingin masuk dan melihat keadaan istrinya untuk pertama kalinya mengalah dan pergi dari rumah sakit itu, dia akan membersihkan dirinya dan memberikan pelajaran keada Dara, dalang dari para penjahat yang sudah ia hajar semalaman.


Baru kali ini dia tidak memaksa kehendaknya untuk masuk kedalam ruangan itu.


Aron juga tidak bisa membenarkan perbuatan nya yang kejam pada Nadine jadi untuk saat ini dia mengalah dulu sebentar.


***


Setelah memastikan jika istrinya sudah baik baik saja dan dijaga oleh Ibunya. membuat Aron akhirnya kembali ke kediamannya, Dara yang kebingungan mengapa suaminya tidak pulang semalaman terkejut melihat tampilan Aron yang sudah kusut dan kelihatan terluka.


“Sayang, kau kenapa?” tanya Dara kelihatan khawatir akan tetapi saat melihat Dara kegilaan dan emosi Aron sudah tidak bisa ia bendung lebih lama lagi.

__ADS_1


Dia langsung melangkah lurus kearah Dara, mencengkeram kedua pipinya dengan sangat kuat dan menatapnya dengan mata yang samgat tajam dan mengerikan.


“Ahh, sakit, Aron kau kenapa? Lepaskan aku, sakit!” teriak Dara sudah terkejut sekaligus ketakutan sekali saat melihat kengerian Aron.


“Sakit? Kau bilang sakit?”


“Lalu bagaimana dengan istriku yang hendak kau celakai? Kenapa kau tega menyuruh bandit untuk menodainya? Ha?” teriak Aron menghempaskan Dara sampai tersungkur.


Mata Dara langsung terbelalak, dia terkejut mengapa Aron bisa tahu, tubuhnya langsung gemetaran dan dia segera merangkak dan meraih kaki Aron, seperti dia sedang memhon ampun.


“Maafkan aku Aron, aku tidak bermaksud mencelakai nya, hanya saja ingin memberikannya peljaran sedikit, sungguh, aku berkata jujur,” seru Dara memangis dan yang ada di kepalanya hanyalah rasa takut jika Aron akan menyingkirkan nya.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2