Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Aku berjanji di hadapan Ibuku!


__ADS_3

Episode 89 : Aku berjanji dihadapan Ibuku!


***


Kata-kata Nadine memang menyakitkan, seolah kerinduan dan kenangan yang selalu membuat Aron kesakitan namun juga berdebar hanya dianggap kenangan buruk oleh Nadine.


Akan tetapi sakitnya ucapan itu tidak lah lebih sakit jika saja Nadine menghilang darinya lagi.


Karena itulah sebelum tangan Nadine terlepas, Aron langsung menggenggam nya kuat sekali, lalu dia menatap kearah Nadine.


Aron mendengar curahan hati Nadine yang telah tertunda selama tiga tahun hendak ia katakan.


Dan saat itu pula wajah kesedihan nya berubah menjadi muram, tetapi matanya tetap menunjukkan kerinduan, Nadine sama sekali tidak bisa membaca sebenarnya apa yang sedang ada di dalam benak Aron sekarang.


"Kau boleh memaki ku sepuasnya, kau boleh memarahi ku sepuasnya! tetapi kau tidak boleh pergi dariku lagi!" geram Aron dengan tatapan yang tajam itu.


Tatapan yang tidak pernah berubah walau sudah tiga tahun berlalu.


***


"Aku mencari mu sepanjang tahun, entah bagaimana ayahku bisa menyembunyikan identitas mu sehingga aku tidak bisa menemukan mu,"


"Tetapi, sayang ...."


“Kau sendiri yang datang sendiri padaku, maka aku tidak akan pernah lagi melepaskanmu!’ Aron bertekad, dia tidak akan pernah lagi melepaskan istri nya ini bahkan sampai mati pun, dia pernah bersumpah dan kali ini takdir lah yang mempertemukan mereka lagi.


"Sayang? jangan memanggilku sayang! aku bukan siapa-siapa mu, kita sudah bercerai tiga tahun lalu!"

__ADS_1


"Lepaskan tanganku!" geram Nadine mencoba berontak akan tetapi tenaga Aron lebih besar dari tenaganya, jadi Nadine tidak bisa melakukan apapun.


"Kata siapa kita sudah bercerai" ketus Aron membuat Nadine kebingungan, tetapi sebelum Nadine bisa memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Aron, tubuh Nadine sudah terangkat.


Ya, Aron langsung menggendong Nadine menuju mobilnya, dan supir yang mengemudikan mobil nya ke taman bermain itu dia perintahkan untuk menjemput Virgo dan membawanya pulang.


Tentu saja Aron tidak akan melepaskan Nadine, Aron sudah mencari Nadine kemanapun mana mungkin ia lepaskan lagi.


"Mau kau bawa kemana aku? cepat lepaskan aku! ini namanya penculikan! akan ku laporkan kau ke polisi!" teriak Nadine mencoba berontak dan melepaskan diri, tetapi lagi-lagi tenaganya seolah tidak ada nilainya di hadapan lelaki ini.


"Laporkan saja, memangnya polisi bisa membereskan urusan suami dan istri yang belum bercerai!" balas Aron langsung memasang seat belt ke tubuh Nadine dan ia pun melajukan mobilnya.


Nadine langsung menatap tajam kearah Aron, tidak memahami sedikit pun apa yang dikatakan oleh lelaki ini.


Padahal jelas-jelas tiga tahun lalu dia sudah menandatangani berkas perceraian, lalu mengapa lelaki ini mengatakan seolah mereka masih menjadi suami istri yang sah.


***


Di kediaman orangtua Aron,


"Kenapa kau membawa ku kesini?" ketus Nadine kebingungan mengapa Aron membawa Nadine ke kediaman orangtuanya.


"Aku ingin meluruskan semuanya, aku ingin memulai semuanya dari hal yang benar," seru Aron menggenggam tangan Nadine seolah tidak mau lagi melepaskan Nadine.


"Aron?"


"Nadine?"

__ADS_1


Dahlia yang kebingungan melihat putranya bersama dengan Nadine segera datang mendekat, dia sedang berada di kamarnya tadi sampai pelayan nya datang mengatakan jika ada Aron datang ke rumah.


Langkah kaki Aron akhirnya berhenti di dekat ibunya.


Lalu entah dari mana pikiran Aron ini berasal,


"Nadine, kau mungkin tidak akan percaya kepada ku, tetapi aku membawa mu ke sini, agar aku bisa bersumpah di hadapan ibuku, orang yang berharga bagiku, jika mulai detik ini aku akan memperbaiki semuanya,"


"Memulai semuanya dan akan berusaha mengubah pandangan mu atas diriku, jika aku benar-benar bersungguh-sungguh kali ini, dan jika aku akan mengejar mu dengan caraku sendiri,"


Aron mengatakan nya dengan sangat tegas dan bersungguh-sungguh, membuat Dahlia juga Nadine terkejut sekali.


Apalagi Nadine, dia tidak tahu jika tujuan Aron membawanya bukan untuk mengurung atau mengikatnya malah membawanya ke depan ibunya untuk mengucapkan janji yang membuat Nadine gundah.


Nadine kebingungan ingin mengatakan apa lagi, ada Dahlia diantara mereka yang juga merasa bahagia bagaimana putranya telah berubah secara perlahan.


Padahal bisa saja Aron membawa Nadine dan mengurungnya seperti sifat aslinya, dan karakter nya yang tidak suka ditolak akan tetapi kali ini Aron ingin menunjukkan jika Nadine berbeda dan terlalu berharga diperlakukan seperti itu lagi.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2