
Episode 9 : Seperti seekor kelinci penakut
***
Di saat yang sama, Dara yang sudah lama ditinggal oleh Aron sedang cemas, dia berjalan bolak-balik di kamarnya sembari mengepal tangannya dengan erat.
“Apakah dia akan menghabiskan malam dengan wanita itu? Tidak … tidak, aku harus memikirkan cara agar wanita itu langsung di ceraikan sebelum ada hal-hal yang tidak di inginkan!” ketus Dara sedikit gemetaran, dia memusatkan tujuannya dan akan melakukan segala cara agar Aron tidak akan sedikitpun membuka hati pada wanita yang bernama Nadine itu.
Dara berjalan dengan cepat menuju ruangan Nadine, dia akan memeriksa keadaan, saat sampai dan sedikit membuka pintu kamar Nadine, senyuman merekah tergambar di wajahnya, karena dia menemukan Nadine sedang menangis tersedu-sedu di kasurnya.
“Ah, sudah kuduga tidak perlu ada yang di khawatirkan, mana mungkin Aron akan jatuh hati kepada wanita murahan yang dibeli dengan uang, harusnya aku sadar jika Aron memiliki kebencian yang sangat mendalam kepada seorang wanita murahan,” gumam Dara melangkahkan kaki ke ruangan kerja suaminya.
“Pasti dia sedang ada disini,” gumam Dara, saat memastikan jika benar Aron berada di ruangan kerjanya sedang serius membaca dan mengerjakan sesuatu, Dara pergi ke dapur dan menyiapkan minuman hangat pada suaminya ini.
__ADS_1
“Tok … Tok … Tok,”
“Sayang, aku masuk ya, maafkan aku mengganggumu, aku hanya khawatir kau akan terkena demam jika memaksakan diri, jadi aku menyiapkan minuman herbal hangat,” ucap Dara dengan nada yang lembut sembari berjalan mendekat penuh senyuman membawa minuman herbal hangat yang ia buat dan meletakkannya dengan lembut ke atas meja Aron.
Aron yang menerima perlakukan dan perhatian yang begitu manis dari istrinya ini tersenyum kembali dan mengusap lembut tangan istrinya yang tadi meletakkan minuman.
“Terimakasih ya Dara, kau memang paling mengerti aku, aku akan menghabiskan minuman yang kau buat, pergilah tidur duluan, sudah larut, nanti aku akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa pekerjanku yang tertunda,” sahut Aron dengan nada lembut.
Aron benar-benar bisa menjadi orang yang sangat berbeda di hadapan kedua wanita yang sudah menjadi istri sahnya, dia akan menjadi sangat lembut dan penuh perhatian jika di hadapan Dara, melainkan jika dihadapan Nadine, dia akan berubah menjadi arogan, posesif dan tidak menentu, dia ingin menaklukkan wanita itu namun hatinya seperti menolak.
Langkah kakinya penuh kebanggan dan kemenangan, dia sangat yakin jika pria yang menjadi suaminya seutuhnya sudah menjadi miliknya, tidak peduli apapun, lelaki ini sudah tidak akan bisa melepaskannya.
Baru saja Dara menutup pintu ruangannya, Aron memejamkan matanya, dia bisa merasakan getaran jantungnya yang berdegup begitu cepat, dia mengusap dadanya dan mencoba mengatur nafasnya, dia jelas tahu jika detak jantung ini bukan dari Dara melainkan istri keduanya yaitu Nadine.
__ADS_1
“Ah, aku tidak akan bisa berkonsentrasi jika begini terus, sepertinya aku harus memeriksakan diri ke dokter, ini tidak normal sama sekali,” gumam Aron mencoba berkonsentrasi namun selalu gagal.
Air mata dan raut wajah ketakutan Nadine barusan selalu muncul dibenaknya, wanita itu seperti seekor kelinci yang ketakutan dan tidak bisa melawan.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana