
Episode 63 : Nadine diculik!
***
"Aku sudah tidak tahan lagi berpura pura tidak sakit hati! berani nya dia mengatakan aku murahan dan mau memberikan aku kepada anggota nya! kenapa dia begitu jahat dengan mulut nya!" Nadine berlari menyusuri jalanan sepi.
Kediaman Aron memang memiliki taman yang luas, letaknya juga sedikit jauh dari pusat kota agar suasananya tenang dari hiruk pikuk, jadi Nadine harus berjalan sekitar satu jam agar sampai di halte busway terdekat.
Walau malam semakin pekat, Nadine seolah tidak takut karena sakit hatinya baru di hina oleh suaminya sendiri.
Dia menangis dengan hebat sembari melangkah tak tahu arah, yang ia tahu sekarang hanyalah dia harus pergi dari sisi suaminya secepatnya.
Nadine tahu dia hanya sebatang kara dan tidak akan ada yang berdiri untuk membela nya akan tetapi beberapa hari terakhir ini dia sudah diberikan harapan oleh suaminya, mungkin hal itulah yang membuat hatinya semakin sakit.
"Aku pikir akhirnya akan ada orang yang lembut dan membela ku, ada disaat aku sakit ternyata kau sama saja, jahat dan tidak memiliki hati! aku benci!" Nadine semakin menangis.
Dia mengusap dadanya yang terasa begitu perih, harapan yang tidak seharusnya ada telah tumbuh begitu saja, apalagi saat Aron merawatnya saat ia datang bulan, mengantarkan obat herbal dan mengusap perutnya yang terasa perih.
Sebagai seorang istri yang diperhatikan begitu lembut pastinya akan berdebar debar dan memiliki harapan.
Apalagi selama ini Aron begitu cuek dan seolah tidak peduli, kepedulian dan kelembutan Aron itu seolah memberikan sebuah harapan bagi Nadine jika pernikahan nya ternyata masih bisa diselamatkan.
Tetapi semuanya hanya ilusi dan keinginan egois Nadine semata, semuanya hanya keinginan yang tidak akan pernah tercapai.
Hanya beberapa waktu dia melakukan pernikahan dengan Aron akan tetapi batin dan hatinya sudah tidak kuat.
__ADS_1
Dia ingin segera mengakhiri nya saja dan hidup mandiri.
Saat Nadine menangis sendirian sembari berjalan tanpa arah, kebetulan mobil dokter Tom yang hendak menuju kediaman Aron melihat Nadine berjalan sendirian.
Tom panik saat melihat assisten Dean membawa Dean ke rumah sakitnya, dan entah mengapa Tom sangat yakin jika ini pasti ada kaitannya dengan Aron.
Karena Tom tidak bisa menghubungi Aron, Tom memutuskan untuk segera ke kediaman Aron untuk menengahi pertengkaran kedua sahabatnya ini.
Tetapi siapa sangka dia akan bertemu Nadine di tengah jalan gelap seperti ini.
"Nad ...."
Saat Tom menghentikan mobilnya dan hendak memanggil Nadine, sekumpulan penjahat yang sepertinya merupakan penjahat bayaran sudah membekap Nadine sampai pingsan dan membawanya menaiki sebuah mobil sedan hitam.
Jadi saat mobil sedan hitam ala penjahat melaju pergi, Tom langsung mengikuti nya.
Disaat yang sama juga mencoba menghubungi Aron lagi.
***
Disaat yang sama di kediaman Aron,
Aron melihat bagaimana Nadine pergi begitu saja saat ia menyuruh nya pergi, ada api yang langsung menyala dan dadanya, dia ingin segera mengejar Nadine akan tetapi dia merasa Nadine yang telah mengkhianati nya tidak pantas menerima hatinya lagi.
Hati Aron sakit sekali, dia belum pernah merasakan cemburu begitu hebat akan tetapi sakit hati disaat yang bersamaan, disaat dia ingin membuka hatinya saat itu juga keadaan menghempaskan nya.
__ADS_1
"BRENGSEK! BAJINGAN! AAAA!"
Aron memecahkan meja kaca yang ada di dekatnya, berteriak sekuatnya dan menendang apapun yang ia lihat, dia memukul semua yang terlihat di matanya sampai tangannya terluka.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Sejak tadi ponselnya berbunyi membuat Aron semakin pecah amarahnya, dia hendak membuang ponselnya juga dan melempar sekuat yang bisa untuk melepaskan emosinya, akan tetapi firasat nya mengatakan jika dia harus mengangkat panggilan ini.
"HALO TOM!" ketus Aron melihat jika yang menghubungi nya adalah Tom.
"Kenapa lama sekali sih mengangkat nya? istri mu di culik! aku sedang mengikuti nya sekarang! cepat lacak ponsel ku dan kemari sekarang juga!"
Tom berbicara sedikit tergesa gesa karena dia harus sambil menyetir, setelah itu dia mematikan panggilan itu dan fokus mengejar mobil sedan hitam itu.
Tidak lupa dia tetap mengaktifkan GPS nya agar Aron bisa melacak lokasi nya dengan cepat dan akurat.
***
Author : Hei guys, buat novel yg ga kita suka susah banget ya wkwkwk, yang ngikutin aku dari lama pasti tau kalau aku ga suka novel pelakor dan poligami, aku bisa nya buat novel yang mafia sama konflik berat 😭
Novel ini aja walau poligami tapi si cowok utamanya malah kelihatan setia kan? karena aku ga bisa membuat karakter cowok yang tidak setia guys maafkan akuu
Tapi demi cuan dan sudah daftar lomba aku harus selesai kan walau bingung gimana lanjutinya, karena poligami aku jadi bingung cara membangun konfliknya, hiks. 😭
Maapin ya atas kelemahan novel ini, biarkan ini jadi novel buat aku belajar yaa, jika ada saran kritik silahkan di komen saja, aku pasti terima kok. 🥺
__ADS_1