Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Adegan pagi hari!


__ADS_3

Episode 100 : Adegan pagi hari!


***


"Mulai hari ini, aku tidak akan melepaskan mu lagi! kemanapun aku akan membawamu! jika tidak kau pasti akan kabur dariku! dan berselingkuh ...." ketus Aron sudah duduk dan membaringkan tubuh istrinya.


"Aku tidak selingkuh ...."


Tetapi sebelum Nadine bisa menjawab, Aron langsung memeluknya kuat sekali.


"Diamlah, aku menganggap kita sudah impas! hutangku mengenai Dara sudah lunas dengan perselingkuhan mu dengan Dean, jadi kita impas, kau tidak bisa lagi lepas dariku!" ketus Aron bersandar di tubuh istrinya.


Dia lelah sekali, dan malam ini akhirnya dia bisa tidur bersama istrinya yang ia rindukan itu, tidak akan membutuhkan obat tidur atau alkohol lagi agar bisa tidur tenang.


"Lelaki ini memang sangat pintar dalam hal mengambil keuntungan, aku selalu kalah! ah, aku juga lelah tidur saja lah!" ketus Nadine yang sudah di gempur tiga jam oleh suaminya ini merasa sangat lelah dan mengantuk.


Malam semakin larut, hanya malam ini saja Aron memejamkan matanya dan tidur dengan tenang, tidak sedikitpun jarak yang ia biarkan antara tubuhnya dan tubuh istrinya.


Begitu juga dengan Nadine, tanpa ia sadari ia terlelap dalam dekapan suaminya, malam itu tidak ada satu pun diantara mereka yang bermimpi buruk seperti biasanya, mereka tidur tanpa bermimpi apapun, begitu tenang dan damai.


***


“Ahh, aku seperti dihimpit oleh pohon berat, kenapa tubuhku berat sekali?” gumam Nadine merasa sekujur tubuhnya serasa di tindih oleh sesuatu yang berat.


Di bagian dadanya, ia juga merasa seolah ada yang menjamah nya secara berkala dan terus menerus.


Karena begitu lelahnya ia, dia tidak sadar jika hari sudah pagi.


Perlahan ia membuka matanya, perlahan tapi pasti ia bisa melihat jika tubuh suaminya yang bidang tanpa mengenakan pakaian itu setengahnya menindih tubuhnya yang kecil.


“Ahhh, berat sekali dan tangan ini ingin ku patahkan! Kenapa bahkan dalam tidurnya dia masih mengerjai tubuhku! Apakah kau mesum sampai dia alam bawah sadarmu?!” ketus Nadine dengan nada yang kesal.

__ADS_1


Dia mencoba menarik tangan suaminya yang bermain di bagian buah dadanya, dia ingin sekali mematahkan tangan itu tetapi dia tahu jika dia tidak memiliki kekuatan sebesar itu.


Tetapi semakin Nadine ingin menyingkirkan tangan itu maka semakin kuat genggamannya.


“Ahhh, kuat sekali lepaskan aku! Bagaimana mungkin dia memiliki kekuatan sebesar ini bahkan saat tidur!” ketus Nadine mencoba sekuat tenaga melepaskan tangan suaminya sembari menggeser tubuhnya untuk bisa lepas dari himpitan tubuh suaminya.


“Ahhh, sedikit lagi, sedikit lagi aku bisa bebas dari beban berat ini! Semangat Nadine!” dia mengatur pernafasannya, tangannya mencoba meraih pinggiran ranjang, dia berusaha keras hanya untuk bisa lepas dari dekapan suaminya.


Seolah hal ini adalah medan perang sesungguhnya, dan dia harus bisa melarikan diri dari terkaman.


Tetapi baru juga bergerak beberapa centimeter, tangan Aron langsung menarik tubuh istrinya dan memeluknya semakin erat.


“Sayang, jangan ribut dan bergerak-gerak di bawahku, nanti kau akan membangunkan bagian tubuh kesukaan mu, aku tahu kau sudah menginginkannya tetapi aku masih ingin tidur sebentar lagi saja!” bisik Aron memposisikan wajah Nadine ke dadanya.


“APA?! BA ... BAGIAN TUBUH? MAKSUDNYA APA?” Lagi-lagi Nadine dibuat kesal dan tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang dibicarakan oleh Aron.


***


“Jangan bilang maksudnya aku menginginkan hal yang melelahkan itu? Apa? Bagaimana mungkin? Bukankah dia yang menginginkan nya? Tetapi membuatnya seolah akulah memaksa dia melakukan hal itu! Kenapa aku selalu kembali ke hal yang sama? Kenapa ketidak adilan ini harus aku rasakan lagi! Hiks!”


“Dan lagi sialnya, aku tidak bisa berteriak kepadanya, bisa-bisa dia akan mencengkeram ku jika aku melakukannya, siapakah yang bisa menolak si arogan ini! Cih!”


Nadine masih mencoba pelan-pelan untuk menyingkir, tubuhnya sudah kelelahan dan tidak bisa menerima beban berat lagi.


Aron bisa merasakan tubuh istrinya menggeliat dibawah tubuhnya.


Aron mencoba menahan dirinya dan mengigit bibirnya untuk bisa tetap tenang, entah mengapa menurutnya istri nya ini terus saja membangkitkan gairah nya tanpa henti.


“Wanita nakal ini, masih pagi tetapi sudah menggodaku sebegitu intens nya, aku hanya ingin memeluknya sebentar lagi saja tetapi dia sudah menginginkannya lagi, apakah dia kurang puas dengan yang kemarin? Haruskah aku bekerja lebih keras lagi untuk memuaskan nya?” gumam Aron sungguh percaya dengan apa yang ia pikirkan.


Dia begitu yakin jika Nadine sedang menggodanya pagi itu, padahal sesungguhnya Nadine hanya ingin melarikan diri dan memisahkan dirinya dari beban berat yang menghimpit nya.

__ADS_1


Sungguh perbedaan pemikiran yang drastis antara mereka berdua.


“Ah, tunggu ... tunggu dulu!” ketus Aron langsung membuka matanya yang terpejam, dia menggenggam bahu istrinya dan mensejajarkan tubuhnya untuk melihat wajah istrinya ini.


Dia melihat nya dengan penuh pemikiran dan seolah sedang bertanya-tanya.


Nadine dibuat gugup dan terkejut, dia mencoba mengalihkan pandangannya ke sisi kiri dan sisi kanan mencoba menghindari tatapan tajam suaminya yang selalu membuat darahnya mendidih.


“Bukankah itu maksudnya jika dia benar-benar sudah tergila-gila padaku? Haha! Makanya dia tidak bisa menahan dirinya jika berada dalam dekapan ku? Wanita nakal ini pasti sudah cinta mati padaku kan? Yah, aku tahu sih siapa yang bisa menolak pesona ku yang tidak terkalahkan ini? Hahaha!”


Pasti Nadine merasa bersalah telah meninggal dirinya saat Aron sudah melepaskan Dara, dan pengakuan Aron tadi malam pasti membuat Nadine terpesona akan kesetiaannya. Dan pastinya Nadine sudah cinta mati padanya karena hal itu.


Sungguh pemikiran yang sungguh arogan dan terlalu drastis.


Aron berbicara dalam hatinya, dia tiba-tiba senyum-senyum sendiri dan menyeringai melihat istrinya yang sudah kebingungan dan masih berjuang untuk mengalihkan pandangannya dari Aron.


Seolah Nadine sedang mencoba melepaskan dirinya dari sihir mata yang tajam milik suaminya.


“Oh Tuhan! Kenapa dia tersenyum seram sekali? Apa yang sedang ia pikirkan? Tolong lepaskan aku dari cekaman yang menakutkan ini.” Berbeda dengan Aron yang memikirkan jika dia sudah cinta mati pada suaminya, Nadine sedang dibuat ketakutan dan gugup entah apa yang sedang dipikirkan oleh Aron.


Tetapi pastinya itu akan merugikan Nadine, dan pastinya itu hanya akan menjurus ke hal-hal nakal.


***


Jika ada kesalahan ketik atau nama bisa langsung di komen saja ya biar langsung aku perbaiki, novel ini memang diluar genre yang aku bisa makanya aku juga ga pandai membangun konfliknya.


Mohon maaf ya semuanya jika memang tidak sesuai yang diharapkan, biarkan aku tetap belajar mengembangkan diri, btw terimakasih ya sudah setia membaca karya ku yang ga seberapa ini.


Kasih saran membangun nya ya, biar aku bisa menulis lebih baik lagi.


Sekali lagi maafkan kekurangan novel ini. 🥺

__ADS_1


__ADS_2