Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Nadine menunjukkan sedikit perasaan nya.


__ADS_3

Episode 113 : Nadine menunjukkan sedikit perasaan nya.


***


Di kediaman Aron,


"Mas ....?"


Suara Nadine membuat Aron panik dan segera mematikan televisi.


Aron segera membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Nadine, dia menggenggam bahunya dan mencoba menjelaskan.


"Sayang, dengarkan aku, itu semua bohong, aku tidak pernah memiliki anak dengan Dara, jadi ...."


Sebelum Aron selesai mengatakan ucapannya, Nadine sudah menimpali Aron dengan ucapannya.


"Mas, aku ingin bertemu dengan Dara, tolong atur waktu agar aku bisa berbicara dengannya,"


Ucapan Nadine ini membuat Aron kebingungan, dia mengira Nadine akan memarahinya dan akan melarikan diri lagi akan tetapi ucapannya sungguh mencengangkan.


"Ke ... kenapa? biarkan aku mengurus masalah ini," balas Aron sedikit gugup, seperti sedang ketahuan selingkuh padahal dia sama sekali tidak selingkuh.


"MAS! biarkan aku bertemu dengannya, aku akan menyelesaikan masalah ku dengannya, tapi sebelum terbukti anak itu memang bukan anakmu, jangan sentuh aku!" geram Nadine menatap tajam kearah Aron.


Baru pertama kalinya setelah beberapa tahun, dia benar-benar sudah tidak bisa menutupi kemarahannya lagi, dia bahkan membuat Aron membelalak saat melihat betapa galak istrinya jika sedang marah.


Aron tak bisa menyembunyikan senyuman di wajah nya, dia bangga pada istrinya yang sekarang sudah berani menghadapi masalahnya dan tidak melarikan diri.


"Sayang, kau cemburu ya? tenang saja dia pasti hanya ingin menghancurkan hubungan kita, aku yakin dia mengira cara ini bisa menenggelamkan kita semua sekaligus...." dengan tersenyum bangga sembari tangan di pinggang, kebanggaan wajah Aron sungguh membuat Nadine kesal.


"Aku tidak cemburu! aku hanya tidak suka kebohongan!" ketus Nadine entah mengapa memang hatinya membara melihat Dara mengakui kepada semua orang jika dia memiliki anak dengan Aron.


Ada rasa tidak rela dan tidak ingin nama Dara di sangkut pautkan dengan Aron.


Melihat wajah istrinya yang kelihatan kesal bukannya membuat Aron risau malah membuat Aron bahagia, dia belum pernah melihat istrinya ini kesal karena wanita lain.


Kemarahan Nadine seolah mengkonfirmasi jika Nadine sudah mulai membuka hatinya.


"Kenapa senyum senyum sih! apa dia senang karena Dara mengakui anak itu jadi anaknya! cih! menyebalkan!" geram Nadine tidak tahan lagi, dia ingin segera pergi dan bertemu ibu mertuanya saja.

__ADS_1


Dia ingin menghabiskan waktu dengan ibu mertuanya untuk meringankan kepalanya.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kakinya mulai menjauh, Aron sadar saat istrinya sudah hendak pergi.


Aron segera mengejar Nadine dan memeluknya dari belakang, erat sekali.


"Kenapa sih? sudah kubilang jangan sentuh aku dulu ...." belum selesai Nadine berbicara tetapi Aron sudah menimpali terlebih dahulu.


"Terimakasih, sudah marah untukku, perasaan seperti ini baru pertama kali kau berikan kepadaku, aku akhirnya bisa merasakan nya, terimakasih sudah menunjukkan sebuah harapan kepadaku, bahwa masih ada kesempatan untukku,"


Ucapan yang lembut dan mata yang tulus, sia memeluk istrinya erat sekali.


Nadine yang mendengar itu terdiam, hatinya tergerak, dan seperti biasa benteng pertahanannya mulai runtuh lagi.


"Apakah aku sungguh tidak pernah menunjukkan perasaan ku padanya? kenapa dia sampai sebegini senangnya hanya karena aku sedikit marah?"


Nadine mulai berpikir lagi, apakah dalam hubungan pernikahan mereka yang sempat retak semuanya bukanlah salah Aron seorang tetapi juga karena Nadine tidak pernah menunjukkan perasaan nya.


Beberapa menit Aron memeluk istrinya sampai ada sebuah telepon masuk lagi ke ponselnya.


Itu adalah assiten nya lagi.


"Ck, mengganggu saja, sebentar ya sayang ..." seru Aron pada Nadine, ia melepaskan pelukannya dan hendak menjawab panggilan dari Liam lagi.


Tetapi sebelum Liam menjawab, "Aku ingin ke rumah Ibu, kalau aku sudah bisa bertemu Dara beritahu aku, aku ingin berbicara berdua dengannya," ketus Nadine menyembunyikan wajahnya.


Sejak tadi saat Aron mengatakan senang saat Nadine marah karena nya membuat hati Nadine bergetar hebat sampai wajahnya memerah.


Mendengar istrinya mau bertemu ibunya membuat Aron segera mengijinkan, hari ini dia juga akan sibuk mengurus pekerjaan karena kabar simpang siur itu dia harus segera mengadakan konferensi pers, bersama istrinya Nadine, tetapi terlebih dahulu Nadine akan bertemu Dara dulu.


Aron benar-benar akan sibuk hari ini.


"Baiklah sayang, supir akan mengantarkan mu," seru Aron tersenyum begitu lebar.


Aneh sekali, padahal dia sedang di rundung masalah akan tetapi hatinya lega dan bahagia hanya karena istrinya ini telah tumbuh dewasa karena sudah bisa menghadapi masalah.


***

__ADS_1


Setelah Nadine pergi ke kediaman ibu mertuanya karena kesal melihat Aron, Aron menerimanya panggilan dari assisten nya dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju kantor nya.


Meeting dadakan telah diumumkan, karena masalah ini memang akan mempengaruhi nilai saham perusahaan Aron.


Saat ia sampai di kantor, semua karyawan nya sudah siaga akan mendapatkan amarah atau akan terkana tekanan tempramen Aron karena masalah ini.


Akan tetapi lagi lagi mereka di kejutkan dengan perubahan Aron, wajahnya kelihatan malah cerah dan ada senyuman disana membuat semua semakin bingung.


Padahal biasanya jika ada masalah maka Aron akan berubah menjadi monster mengerikan.


"Pak apakah anda baik-baik saja?" bahkan Liam yang sangat mengenal atasannya ini sampai bertanya apalah Aron baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja, memangnya kenapa? masalah seperti ini tidak akan membuat aku marah! sudah ayo mulai meeting nya!" tegas Aron membuat mata semua orang yang ada di ruangan melebar.


Pasti ada sesuatu yang membuat Aron berubah drastis seperti ini, seseorang yang mengerikan seperti Aron berubah menjadi tenang dan tak marah pasti ada seseorang yang telah merubah hatinya.


Mendengar jawaban atasannya membuat Liam tersenyum, "Pasti karena Nyonya Nadine, tidak ku sangka di dunia ini akan ada seseorang seperti Nyonya Nadine yang bisa merubah sikap arogan atasan ku ini, akhirnya ...." Liam kemudian memulai meeting, Aron sudah mengatakan tadi dari telepon jika masalah perusahaan Dean Benson juga masalah yang baru merebak pagi ini harus di selesaikan hari ini juga.


Aron tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi


***


Sedangkan di markas bandar narkoba itu,


Keberuntungan sepertinya memang sedang memihak dirinya, karena pagi ini ada berita mengejutkan mengenai Aron, pasti karena berita itu tentunya akan membuat Aron teralihkan dan sibuk sebentar.


Di keadaan seperti ini maka mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk melancarkan aksinya.


Jika aksi mereka telah terlaksana maka dia bisa melarikan diri dengan bantuan seorang kepala pemerintahan yang dikenal sebagai sosok pembawa perdamaian dan anti perang.


"Haha, rencana kita jalankan besok, kita harus melakukan ini dengan cepat! si Desmon itu pasti sedang mengawasi, sebelum dia mengetahui kita siapa kita harus menyelesaikan dengan cepat!" perintahnya kepada para anak buahnya agar bekerja lebih cepat dan menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.


***


Maaf kemarin ga update guys 😭😭😭 mulai hari ini jumlah kata per episode akan aku banyakin ya, trus alurnya aku rubah sedikit karena aku cek seperti nya terlalu cepat alurnya wkwkwk.


Makanya libur up kemarin banyak yang dirubah 🤣


Maaf ya jika tidak bisa mencapai ekspektasi kalian karena sesungguhnya aku tidak pandai membuat novel poligami seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2