Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Aron menjadi semakin pemarah


__ADS_3

Episode 76 : Aron menjadi semakin pemarah


***


"Brengsek!"


"Aaaaaaaa!"


"Atas dasar apa dia tidak mau bertemu dengan ku lagi!"


"Kenapa?"


Aron berteriak sekencang mungkin, memukul setir mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Hatinya panas sekali, dia tidak tahu lagi harus bagaimana mengeluarkan kemarahannya, dia tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Nadine kembali kepadanya.


Belum pernah dia dibuat gila dan marah seperti ini oleh seorang wanita, hanya Nadine yang bisa membuat nya tidak bisa mengontrol emosinya dan bahkan hanya Nadine yang pergi darinya begitu saja.


Aron pergi ke sebuah klub malam, kepalanya sudah hampir pecah, hatinya serasa di tusuk karena dia merindukan Nadine begitu berat sampai rasanya menjadi sakit.


Sesampainya disana tentu saja banyak wanita yang langsung mendekati Aron, di negeri ini tidak seorang pun yang tidak mengenali lelaki ini.


"Tuan Aron, tumben datang kesini lagi? apa mau aku hibur?"


"Tuan Aron ...."


Beberapa wanita genit yang lainnya datang menghampiri Aron yang sudah memesan banyak minuman beralkohol.


Para wanita itu tidak ia hiraukan, jadi wanita wanita itu datang dan memeluk Aron begitu mesra.


"Jika dilihat dari dekat, Tuan memang terlihat sangat tampan, ayo bawa aku ke ruangan mu," seperti wanita penghibur yang menjajakan dirinya dia mencoba menggoda Aron.

__ADS_1


Kabar beredar jika bisa tidur dengan Aron dan mampu memuaskan nya maka wanita itu pasti mendapat banyak keuntungan, uang bahkan barang barang mewah.


Jadi banyak wanita yang berbondong-bondong untuk bisa tidur dengan Aron.


Saat Aron meneguk minumannya dan memiliki wanita wanita cantik dan seksi memeluk dirinya, matanya menjadi sangat tajam, dia kemudian mendorong para wanita itu sampai tersungkur.


"Ah!"


teriak beberapa wanita yang terdorong tersungkur ke lantai.


Kelakuan Aron ini menjadi pusat perhatian para tamu yang ada di dalam klub malam, dan keheranan melihat Aron mendorong para wanita penghibur itu.


"Jika kalian berani menyentuh ku sekali lagi, maka aku akan mematahkan tangan kalian satu persatu! paham!"


Teriak Aron membuat suasana klub menjadi tegang dan tidak ada yang berani berkutik, tapi yang lebih ketakutan sekarang adalah para wanita penghibur itu.


Mereka sampai menangis dan segera minta maaf.


"Cih! pengganggu!" geram nya kemudian meminum minuman beralkohol di gelas nya.


Saat minuman di gelasnya habis dia langsung meneguknya dari botol minuman langsung.


Aron seperti menjadi semakin pemarah dan arogan juga semakin sulit di dekati akibat kepergian Nadine.


Yang ada di kepalanya hanyalah dia harus mencari Nadine, menemukan nya dan mengikat nya agar dia tidak bisa melarikan diri lagi.


***


Disaat yang sama,


Dean Benson yang sudah sadar dan mengetahui kabar perpisahan Aron dan Dara sedikit lega, akan tetapi hubungan nya dan Aron sendiri sudah semakin renggang.

__ADS_1


Dean akan pergi ke luar negeri dimana salah satu cabang perusahaan nya yang ada di sana akan ia tangani dan beberapa tahun ini dia akan fokus di sana, agar cabang di sana bisa berkembang dengan pesat.


Saat ini Tom yang juga sudah sembuh dari insiden penyelamatan Nadine sedang bersama Dean, Tom sudah tidak memiliki ide lagi untuk mendamaikan kedua sahabatnya jadi yang bisa ia lakukan hanyalah tetap menjadi teman Aron juga Dean.


"Kapan kau ke luar negeri?" tanya Tom pada Dean yang juga sudah sembuh, akan tetapi masih ada lebam di pelipis nya yang sulit untuk hilang.


"Aku akan pergi bulan depan, setelah mengurus beberapa dokumen penting di perusahaan," balas Dean sedang berpangku tangan, menatap langit tanpa bintang.


Sungguh sepertinya dia telah merasakan cinta pada pandangan pertama kepada Nadine, walau dia telah bertengkar hebat dengan Aron karena hal itu dia seolah tidak merasa menyesal.


Sekarang yang ada di bayangan nya hanya lah wajah Nadine yang begitu cantik namun unik, caranya menangis dan tersenyum, berbicara sungguh berbeda dari wanita yang selama ini berada di sisinya.


"Baiklah, kau baik baik ya Bro, aku akan ke tempat Aron dulu, ingin lihat apakah dia baik baik saja," seru Tom hendak kembali dan mengunjungi Aron.


Tom memang sangat peduli dengan para sahabatnya.


"Oke, saat aku tidak ada disini, jagalah si Aron itu, tempramen nya dan sifat arogan nya mungkin akan membuat dia semakin gila dan agresif." ucap Dean pada Tom yang melangkah pergi.


Hal itu di balas dengan lambaian tangan dan akhirnya dia pergi mengemudikan mobilnya sendiri.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho

__ADS_1


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2