Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Cincin pernikahan


__ADS_3

Episode 99 : Cincin pernikahan.


***


Malam akhirnya menyapa, Nadine sudah berpakaian bersih dan nyaman, tapi para pelayan juga sudah datang kedalam villa membawakan perlengkapan dan baju untuk Nadine juga Aron.


Aron sedang mengeringkan rambut istrinya menggunakan hair dryer, lalu setelah kering Aron mengambil sesuatu di saku celananya tadi.


Itu adalah cincin pernikahan mereka yang selalu dibawa oleh Aron kemanapun ia pergi, Nadine mengikuti langkah kaki Aron dan ia baru sadar jika sejak awal Aron tetap menggunakan cincin pernikahan mereka yang dulu tidak pernah dikenakan oleh Aron.


Aron masih terdiam, tetapi dia meriah tangan istrinya, memasangkan cincin pernikahan itu.


Aron mengusap jemari istrinya lembut sekali, setelah memasang cincin pernikahan mereka, "Jangan dilepas lagi, jika kau melepaskan nya aku akan menghabisi mu!" sungguh lelaki yang tak bisa berbicara lembut dan romantis.


Isi ucapannya hanya penuh dengan kata ancaman saja.


"Cih dasar lelaki ini aneh sekali, tetapi mengapa aku merasa senang dia mengenakan cincin pernikahan kami ya? setelah aku melepaskan semuanya dia malah menggunakan nya,"


"Ah tidak .... tidak! jangan luluh Nadine, lelaki menyeramkan ini hanya bisa menyakiti mu, kau hanya harus memikirkan bagaimana cara lepas darinya!"


Geram Nadine menguatkan hatinya, sungguh selama tiga tahun ini banyak lelaki mendekati Nadine, bukan hanya Dean akan tetapi tidak satupun dari mereka bisa membuat Nadine ragu seperti Aron selalu menggoyahkan hatinya.


"Sayang, tidur lah besok kita akan pulang ke rumah kita," ucap Aron kepada istrinya yang sudah berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


"Rumah kita? aku tidak mau, nanti disana ada Dara!" ketus Nadine langsung bangkit lagi, dia memang belum tahu jika sudah tiga tahun Aron melepaskan Dara demi Nadine.


"Haahhh!" Aron menghela nafasnya dalam-dalam.


"Tak!"


Dia menjitak dahi Nadine sampai Nadine merasa sedikit kesakitan.


"Ah, sakit apa yang kau lakukan?" seru Nadine mengusap-usap dahinya yang pasti sudah memerah.


Aron sekarang berdiri di hadapan Nadine, di atas ranjang sambil berpegangan pinggang seperti ibu kost yang sedang menagih uang kost.


"Sayang! sebenarnya aku ingin marah sekali kepadamu! tetapi aku menahan ini agar kau tidak membenci ku dan agar kau bisa cepat kembali kepadaku!"


"Tidak mau berbicara denganku sedikit pun dan melarikan diri! menurut mu bagaimana perasaan ku saat itu! ha?"


"Kau kabur dan bersembunyi, aku sudah melepaskan Dara dan memperjuangkan mu tetapi kau kabur begitu saja! dasar wanita jahat tidak berperasaan!"


Aron melepaskan unek-unek nya, dia tahu jika dia memang memiliki kesalahan karena membentak Nadine malam itu dan membuat sebuah kontak tidak manusiawi kepada Nadine.


Tetapi bagi Aron, Nadine juga salah karena melarikan diri darinya tanpa tahu apa-apa.


Nadine yang duduk dan sedang di marahi oleh suaminya terdiam, dia membelalak dan jantung nya berdegup cepat sekali.

__ADS_1


"Dia sudah melepaskan Dara untukku? tapi kenapa? apa dia mencintai ku?" gumam Nadine kebingungan.


Tetapi entah kenapa saat mendengar itu dia merasa sedikit demi sedikit hatinya menjadi ringan.


"Kenapa Mas melakukan itu untukku? bukankah Mas membenci aku? karena itu Mas selalu kasar dan memarahi ku?" tanya Nadine merasa tidak mungkin suaminya ini mencintai dirinya.


"Kalau aku tidak mencintai mu apa kau pikir aku rela menunggu mu tiga tahun dan tidak bersama satu orang pun wanita? aku ini sangat populer ya, banyak sekali wanita yang mau padaku, hanya saja aku tidak bisa mengkhianati mu lagi! tidak akan aku lakukan!" wajah Aron sedikit memerah saat mengatakan itu, walau tangannya di pinggang seperti ibu kost, wajahnya ia palingkan karena sedikit gugup.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Nadine sepertinya akan meledak karena mendengar kata-kata itu.


"Apakah ini model penipuan dan penjebakan yang baru? jangan langsung percaya Nadine, bisa saja dia bohong, untuk saat ini amati saja dulu, jangan sampai terluka seperti dulu!" geram Nadine tetap mencoba berpikir rasional.


Dia tidak akan mudah percaya lagi, apapun yang dikatakan oleh lelaki ini yang memberikan debaran di hatinya tidak akan langsung ia percaya, hatinya sudah terlanjur terluka jadi dia harus lebih berhati-hati dan lebih pintar mulai dari sekarang.


***


Jika ada kesalahan ketik atau nama bisa langsung di komen saja ya biar langsung aku perbaiki, novel ini memang diluar genre yang aku bisa makanya aku juga ga pandai membangun konfliknya.


Mohon maaf ya semuanya jika memang tidak sesuai yang diharapkan, biarkan aku tetap belajar mengembangkan diri, btw terimakasih ya sudah setia membaca karya ku yang ga seberapa ini.


Kasih saran membangun nya ya, biar aku bisa menulis lebih baik lagi.

__ADS_1


Sekali lagi maafkan kekurangan novel ini. 🥺


__ADS_2