
Episode 129 : Desmon bertemu Nadine.
***
Di rumah sakit,
Operasi yang dilakukan dalam waktu berjam-jam dilakukan oleh Tom dan ayahnya, mereka memang ahli dalam bedah dan karena Aron adalah sahabat Tom jadi dia ingin melakukan segalanya untuk menyelamatkan sahabatnya ini.
Dia tidak ingin lagi kehilangan sahabat.
Setelah melakukan yang terbaik, operasi akhirnya usai, mungkin Aron memang memiliki daya tahan tubuh dan fisik yang kuat, dua tembakan di punggung pun tidak membiarkan efek yang begitu besar bagi tubuhnya.
Tom dan ayahnya bahkan saling lihat saat mengetahui kondisi Aron sudah membaik setelah jahitan operasi di tutup.
"Cecunguk ini benar-benar kuat!" geram Tom akhirnya bisa menghela nafas dan melap keringat nya.
Dia keluar dari ruangan dan menemui Dahlia dan Nadine selalu ibu dan istri sahabatnya.
Nadine dan Dahlia segera berdiri, mata mereka melihat penuh harap, Tom bisa melihat wajah pucat Nadine dan bagaimana dia sangat harus menerima perawatan sesegera mungkin.
"Tenang saja Tante, Nadine, dia itu monster, tidak akan mati begitu cepat, dia baik-baik saja!" seru Tom membuat Dahlia dan Nadine begitu lega.
"Syukurlah," Dahlia langsung tersungkur menangis, dia lega sekali, akhirnya dia bisa tenang dan fokus dalam penyembuhan putranya ke depannya.
Sedangkan Nadine, saat mendengar jika suaminya sudah baik-baik saja, akhirnya Nadine bisa lega dan akhirnya dia pingsan, dia benar-benar menahan rasa sakitnya karena dia tahu jika dia tidak akan bisa hidup dengan tenang jika suaminya meninggalkan dia seperti ayah dan ibunya.
Jika Aron juga pergi di depan matanya, maka mungkin Nadine akan gila.
***
__ADS_1
Tom dan Dahlia yang melihat Nadine tersungkur terjatuh membuat mereka panik, Nadine segera diperiksa dan dibawa ke ruangan yang berbeda.
Walau Tom begitu lelah, tetapi dia ingin segera melakukan pengobatan yang tepat secepatnya.
Setelah memeriksa keadaan Nadine, Tom sedikit membelalakkan matanya, lalu ia tersenyum sesaat kemudian.
"Aron, cecunguk itu, saat kau bangun, kau pasti akan kegirangan sampai kau akan gila! haha, tidak ku sangka penderitaan mu selama tiga tahun karena kehilangan Nadine akhirnya akan terbayar! aku senang sekali, akhirnya tugas ku menjadi istri pengganti mu sudah usai, aku sudah bisa menikah, dan tidak akan lagi mengurusi mu!"
Tom masih sempatnya berbicara sambil bercanda, membuat para suster yang mendampingi Tom saling menatap dan melihat dengan tatapan Illfeel.
Tom sungguh tidak bisa serius sedikit pun, mereka tidak tahu saja, Tom bisa bercanda seperti ini hanya karena dia sudah memastikan jika Aron akan segera baik-baik saja.
Setelah melakukan pemeriksaan dan memberikan infus, Tom melenggang ke luar ruangan pasien, dia segera memberitahukan keadaan Nadine kepada Dahlia.
"Dia baik-baik saja Tante, hanya sedikit kelelahan dan syok, juga janin di perutnya sangat baik," seru Tom pada Dahlia yang membuat Dahlia segera membelalak.
Hari yang ia kira akan menjadi hari paling buruk, ternyata ia salah, ada kabar yang membahagiakan juga, Dahlia tidak sempat memberikan respon kepada Tom dan berlari kedalam ruangan hendak menjumpai menantunya.
***
Waktu akhirnya berlalu sudah tiga hari berlalu sejak hari kelam itu,
Desmon bekerja terlalu keras, dia tidak ingin satu orang pun terbebas, kali ini dia ingin mengunjungi makam sahabatnya.
Disana dia bertemu dengan putri kecil Adam wajahnya mirip seperti Ibunya, wajahnya yang damai dan bercahaya.
Suara langkah kaki Desmon mengejutkan Nadine, Nadine membawakan bunga ke makam orang tuanya, entah perasaan apa yang sedang dirasakan oleh Nadine.
Akan tetapi saat mendapatkan ingatan tentang kedua orang tuanya, walau awalnya dia merasa tidak rela dan menderita, Nadine akhirnya sadar jika selama ini dia hidup dan dibesarkan penuh dengan kasih sayang.
__ADS_1
Dia masih ingat dengan jelas bagaimana ayah dan ibunya menyayanginya, dan bahkan saat akhirnya hayat mereka, mereka meninggalkan neneknya dan Aron untuk tetap berada di sisinya menggantikan mereka.
Nadine sedikit terkejut melihat lelaki tua yang kelihatan sangat berwibawa, membawakan bunga yang sama dengan yang ia bawa.
Bunga Lily, kesukaan ibunya, kalau ayahnya tidak suka bunga, jadi yang dibawa oleh Desmon adalah rokok.
"Si ... siapa ya?" Nadine memang belum mengenal Desmon Charlos, Nadine juga belum melihat televisi sama sekali, jadi dia kebingungan siapakah lelaki tua yang berkharisma ini.
Desmon tersenyum begitu ramah, bahkan ada bulir-bulir air mata jatuh ke pipinya, Desmon entah kenapa melihat Adam dalam diri Nadine, ini juga kali pertama Desmon berjumpa dengan Nadine dewasa, mungkin sudah terlalu lama dan wajahnya telah berubah jadi Nadine tidak ingat.
Nadine kebingungan melihat kejadian itu, dia tidak tahu harus melakukan apa melihat ini.
"Maafkan aku, perkenalkan aku Paman Aron, namaku Desmon Charlos, kebetulan aku juga sahabat ayahmu," seru Desmon menyalami Nadine dengan tangan kokohnya.
Saat Nadine tahu jika dia adalah Desmon Charlos, Paman nya Aron, Nadine langsung menyambut salaman Desmon penuh hormat.
Pertemuan mereka yang terjadi di makam orang tua Nadine membuat Desmon menceritakan banyak hal.
Kayaknya ayah kepada putrinya, Desmon menceritakan mengenai kenakalan ayahnya dahulu, dan bagaimana ibunya Nadine selalu merepet setiap hari pada Adam.
Sejak tadi Nadine akhirnya bisa tertawa, saat mendengar kisah hidup ayah dan ibunya, setelah bertahun-tahun akhirnya dia bisa merasakan bagaimana disayang oleh ayah dan ibu karena ingatannya telah kembali.
Setelah perbekalan penuh guyonan itu usai, Desmon mulai meminta permintaan kepada Nadine.
"Aku tahu ini akan memberatkan, akan tetapi kau akan sangat dibutuhkan menjadi saksi pembunuhan orangtua mu, agar kejahatan yang merenggut nyawa mereka bisa segera dihempas!"
Desmon berbicara begitu tegas dan apa adanya, dia tidak akan lagi berbasa-basi dan meminta tolong kepada Nadine.
Nadine yang sedang memainkan jemarinya karena gugup, dia tidak ingin mengingat ingatan mengerikan itu, akan tetapi dia tahu ingatannya menang sedang di butuhkan untuk menangkap penjahat yang membunuh ayah dan ibunya.
__ADS_1
***