Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Tidak akan mempertahankan apapun lagi.


__ADS_3

Episode 68 : Tidak akan mempertahankan apapun lagi.


***


Setelah melihat atasannya bergegas tanpa pikir panjang ke dalam hutan membuat Liam langsung mengikuti langkah atasannya, “Liam!” dengan suara yang datar dan sedikit parau, Aron memanggil Liam yang mengikutinya di belakang.


“Tambahkan orang orang kita untuk menyusuri setiap sudut hutan dan pantai disini, dalam beberapa menit mereka sudah harus sampai!” perintah Aron mulai melangkah kedalam hutan kecil dengan hati yang sedikit ngilu, dia merasa sangat senang mengetahui ternyata istrinya tidak hanyut dan tenggelam dalam air laut.


Akan tetapi disaat yang bersamaan khawatir juga kalau istrinya tersesat dalam hutan sendirian, dia tidak bisa membiarkan itu.


“Baik Pak,” seru Liam menyanggupi perintah atasannya dan segera menghubungi bantuan untuk segera membantu pencarian Nadine.


“Kau harus baik baik saja! Kau harus baik baik saja Nadine!" hanya itu kata kata yang terus terulang di mulut Aron, dengan pakaian yang masih basah, dia menyusuri hutan gelap tanpa pencahayaan itu.


“Nadine ….”


Dia mulai memanggil dengan suara yang nyaring, di hutan itu pasti ada hewan berbisa dan hewan buas, Aron tetap khawatir apabila istrinya terluka karena ular atau hewan buas lainnya.


Disaat yang sama, Nadine yang sudah berlari cukup lama akhirnya merasakan rasa perih teramat sangat di telapak kakinya, lalu ia sadar jika sudah banyak luka disana, dan saat ia sadarai rasanya menjadi semakin perih dan darahnya masih bercucuran.


Nafasnya yang terengeah engah dan bajunya yang masih basah menerawang, dia tidak peduli, walau tubuhnya menggigil dengan hebat pun, ia tidak peduli, yang jelas dia tidak sampai dinodai oleh para manusia jahanam itu.

__ADS_1


Merasa dia pasti tidak akan dikejar lagi membuat Nadine bersandar di salah satu pohon, di pohon itu penerangan bulan nya lebih terpantul jadi suasananya tidak terlalu gelap dan mencekam.


Dia bersandar dan mendengar banyak suara suara aneh, suara binatang hutan, baik dari yang terkecil dan seperti ada lolongan serigala, tetapi tidak mungkin ada serigala di hutan seperti ini.


“Apakah aku akan mati disini? tidak mungkin ada yang datang menyelematkan aku kan?” suara gemetaran kecil dan dia mencoba meringkuk dan menutup telinganya dan matanya agar dia tidak terlalu takut.


Berada di hutan sendirian, menangis karena takut, suasana mencekam dan tidak ada penerangan, suara suara hewan yang terdengar semakin mengerikan.


Akan tetapi rasanya seperti familiar seolah dia pernah berada di situasi yang sama, sama sama dikejar orang jahat dan bersembunyi di dalam hutan, tetapi Nadine tidak ingat mengapa dia seolah pernah merasakan hal ini.


Semakin ia mencoba ingat semakin sakit kepalanya dan semakin sakit juga hatinya, dia sampai harus menepuk nepuk pelan dadanya karena rasa perihnya.


Dia mulai sesak, dia tidak tahu kenapa tetapi situasi ini membuatnya ingin muntah dan kepalanya pusing sekali, dia tidak tahu harus melangkah kemana lagi, dia tersesat dan hanya bisa meringkuk sendirian.


“Nenek, aku tidak bisa hidup dengan baik seperti yang Nenek mau, aku tidak lagi memiliki tenaga untuk bertahan,”


“Hatiku sakit, tubuhku juga sakit, jika aku mati disini apakah kita akan bertemu lagi dan berkumpul bersama ayah dan ibu? kenapa berada di hutan yang tidak pernah aku datangi membuatku mengingat mereka?”


Tangisan Nadine menjadi pecah, dia telah sendirian di dunia ini, maka dengan kematiannya mungkin tidak akan ada yang terlalu kehilangan, bahkan suaminya pun pasti tidak akan tahu dia hilang dan mati.


“Senang juga jika tidak ada yang menginginkan ku, jadi saat aku menghilang seperti ini aku tidak akan memiliki penyesalan lagi!”

__ADS_1


Nadine sudah terlalu lelah, aderanalinnya telah terkuaras sejak tadi, ketakutan dan tenaganya juga sudah habis, dia akan bersandar disini dan jika pun memang ini adalah akhir riwayatnya maka dia akan menerimanya.


Mungkin dengan begitu dia akan bisa bertemu lagi dengan neneknya yang sangat ia cintai juga ayah dan ibunya yang ia lupakan semua kenangan mereka di kepalanya.


Ya, tidak ada satupun kenangan kedua orangtuanya di kepala Nadine, walau dia mencoba ingat pun tetap tidak bisa, akan tetapi saat dia berada di hutan tiba tiba saja dia ingat mereka.


Akan tetapi semuanya sudah tidak penting lagi, dia sudah tidak akan mempertahankan apapun lagi, bahkan hidupnya sendiri sekalipun.


Tekanan dan rasa sakit tubuh dan hatinya membuat tubuh Nadine semakin lemah, ingatan sepotong sepotong mengenai sebuah kecelakaan di kepalanya membuat tubuhnya menggigil, semenjak ia dibekap dan melihat tato penjahat itu, ingatan ingatan aneh yang tidak jelas menyerang Nadine membuat tubuhnya semakin bergetar hebat.


Dia sudah terkulai lemas, nafasnya yang semakin lemah membuatnya pingsan begitu saja sendirian di tengah hutan.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2