
Episode 92 : Usaha pertama.
***
Masih flashback,
"Tring ... Tring ... Tring!"
Aron menghubungi assiten pribadinya, Liam.
Liam yang kebingungan mengapa atasannya menghubungi dirinya malam-malam seperti ini mengangkat panggilan itu.
"Halo Pak?"
"Liam, siapkan beberapa mobil untuk kita pergi, sebelum itu pesan banyak mainan, obat dan banyak hadiah untuk anak-anak sekarang juga, aku tunggu semuanya dalam dua jam,"
Dengan bersemangat dan penuh semangat api juang untuk memperjuangkan cintanya dari awal membuat Liam kebingungan.
"Memangnya kami mau kemana malam-malam begini? apakah Pak Keenan sudah punya gebetan baru? tapi untuk apa mainan dan hadiah?" tanya Liam kebingungan dengan suara atasannya yang terasa berbeda dari biasanya, yang biasanya muram dan tenang barusan atasannya berbicara dengan sangat bersemangat dan berapi-api.
Akan tetapi demi menghindari masalah, Liam segera menyiapkan segalanya, dan saat semuanya rampung dan sudah selesai dipersiapkan, akhirnya Liam dan Aron pergi bersama beberapa anggota Aron.
Atas saran ibunya, Aron langsung pergi ke desa asal Nadine, membawa banyak sekali hadiah dan mainan juga semua hal yang dibutuhkan oleh anak-anak panti disana.
***
Kembali ke masa kini,
__ADS_1
"Tuan, ada yang bisa dibantu? kenapa repot repot datang sepagi ini kesini?" Ulfa yang melihat wajah lelaki yang merupakan donasi tunggal di panti asuhan yang sedang ia urus langsung datang dengan sangat antusias dan hormat.
Tentu saja Ulfa tahu siapa Aron, sebab Aron Charlos adalah donatur tunggal di panti asuhannya.
"Aku datang untuk merebut kembali hati istri," ucap Aron dengan senyuman yang langsung tertuju kepada Nadine.
Nadine yang terlihat kurang senang dengan kedatangan Aron hanya diam saja, hal itu membuat Aron kebingungan, padahal kata ibunya Nadine akan luluh jika Aron lebih mengejar tanpa paksaan.
"Istri?" seru Ulfa mengikuti pandangan Aron yang tertuju tajam kearah Nadine yang masih melihat betapa bahagianya anak-anak panti dibawakan hadiah oleh Aron.
Ulfa memang tidak terlalu tahu kehidupan pribadi Nadine, disamping Nadine juga merupakan orang yang tertutup membuat Ulfa yang sebenarnya hanya saudara jauh tidak tahu jika Nadine adalah istrinya Aron, sang pengusaha yang merupakan donatur tunggal panti asuhan mereka.
Akan tetapi melihat Nadine yang datang ke kampung sampai dikejar suaminya tentulah terlihat sekali jika keduanya tengah dalam masalah.
"Anak-anak, makan dulu, ayo ...."
"Hadiah nya nanti saja,"
Setelah mendengar itu semua anak-anak segera berjalan teratur dan berbaris kembali menuju ruang makan dan menyantap makan pagi mereka.
***
Saat anak-anak panti sudah masuk kedalam ruangan untuk sarapan bersama, Nadine melangkah kearah Aron untuk menanyakan apa tujuan Aron kali ini.
"Sayang .... " Aron sudah tersenyum begitu lebar saat melihat istrinya datang kearahnya.
"Apakah dia mau memuji aku?"
__ADS_1
"Atau dia sudah luluh?
Tetapi saat Nadine sudah berada di hadapan Aron,
"Mas, untuk apa kau kesini? membawakan hal yang tidak perlu, disini anak-anak tidak memerlukan hadiah berlebihan seperti itu, jadi bawa saja semuanya kembali dan kau juga pulang saja, tolong jangan menggangguku dulu!" ketus Nadine mengepal tangannya.
Dia tidak menyangka Aron benar-benar datang ke desanya dengan begitu meriah dan arogan seperti ini.
"Tidak mau! ini adalah panti asuhan yang menerima donasi dariku, jadi aku memiliki hak untuk berkunjung dan memberi hadiah,"
"Sekarang sudah jam sarapan pagi kan? aku mau masuk kedalam dan ikut makan," ketus Aron menahan emosinya sendiri, bukan karakter Aron sebenarnya dimarahi dan diusir seperti ini akan tetapi dia akan menahannya sedikit lebih lama untuk mengembalikan kepercayaan Nadine lagi.
Liam dan para orang Aron yang datang saling melihat satu sama lain, Liam bahkan sampai mengaga, mereka semua belum pernah melihat atasan mereka tidak marah saat diusir dan malah mengalihkan pembicaraan untuk meredakan suasana.
Padahal biasanya, Aron akan lebih marah dan lebih arogan jika saja ada yang mengusir atau berbicara dengan kata-kata seperti yang diucapkan oleh Nadine.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
__ADS_1
Kalian bisa DM dan tanya2 disana
***