Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Olahraga panas yang tertunda.


__ADS_3

Episode 110 : Olahraga panas yang tertunda.


***


Tidak terasa pagi akhirnya menyingsing, Aron bangun terlebih dahulu, dia menemukan dirinya dalam pelukan istrinya, dia tersenyum dan mengusap rambut Nadine, sampai pada saat ia menyadari sesuatu, jika tadi malam olahraga panas yang ingin ia lakukan telah tertunda karena dia terlalu nyaman berbincang dan hanya dipeluk saja.


“Srek!” dia segera melepaskan semua bajunya, dia melihat dengan tatapan buas kearah istrinya yang masih terlelap.


“Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku melewatkan waktu yang tepat tadi malam untuk melakukan itu? Apa saja yang kulakukan dalam waktu satu malam? Ck!” ketus Aron ingin melanjutkan olahraga panasnya pagi itu.


Dia tidak ingin melewatkan sesuatu yang sangat ia suka seperti adegan itu.


“Jika tadi malam tidak jadi maka pagi ini juga harus jadi, aku ingin anak perempuan,” bisik Aron mulai mengusap pipi Nadine membuat Nadine tidak bisa tidak bangun karena sedari tadi di ganggu oleh Aron.


Saat Nadine membuka matanya, dia bisa melihat cahaya pagi sudah masuk kedalam kamar melewati gorden putih, diatasnya dia bisa melihat wajah tampan sedang melihatnya dengan intens seperti hendak menerkamnya.


“Pfftt, kenapa aku bisa bermimpi buruk di pagi hari? Hei kau! Kenapa setiap kali aku membuka atau memejamkan mataku yang kulihat adalah wajahmu, cepat pergi dari mimpiku!” ketus Nadine meraih wajah Aron dan menepuk pipi suaminya itu berkali-kali.

__ADS_1


Bagi Nadine, melihat wajah Aron pagi itu adalah mimpinya, dia belum sadar jika dia sudah bangun dan tidak sedang bermimpi.


“Sayang, aku tidak tahu jika kau sering memimpikan aku, hehe, sadarlah karena aku menginginkanmu pagi ini,” bisik Aron hendak melancarkan aksinya.


“Sayang, apakah kau mau tahu sesuatu? alasan kenapa aku tidak bisa dan tidak akan mau lagi tidur dengan gadis lain?” bisik Aron sedikit bercanda, dia mengulur-ulur waktu agar olahraga panas pagi itu semakin lama dan semakin berkesan.


“Cih, pertanyaan macam apa itu? aku mana mau tahu dan tidak tertarik,” ketus Nadine dengan kesal, dia luluh dengan sisi sentimental Aron tadi malam dan hanya berselang beberapa saat dia sudah kembali berubah menjadi harimau buas yang hendak memakannya.


“Haahhh, sungguh aku tidak tahu jika manusia bisa berubah secepat ini?” gumam Nadine yang mau tidak mau harus mengikuti irama yang dimainkan oleh Aron.


“Sayang, kau tidak boleh tidak mau tahu, jika kau masih saja acuh aku akan menghabisi mu sampai pagi lagi, apakah kau mau? Juga tidak kah kau ingat pernyataan cintaku yang mendebarkan tadi malam? kau wajib tertarik dan membuka hatimu padaku,” bisik Aron tersenyum nakal, dia sekarang menghentikan gerakan nakalnya dan sedikit berpangku pada tangannya untuk melihat wajah memerah Nadine dan bagaimana ekspresinya.


“Cup!” Aron langsung mencium istrinya kemudian mendekatkan wajahnya sampai dekat sekali, dia tersenyum sangat nakal dan berbisik lagi, “Semakin kau berontak dan tidak menjawab apa yang kutanyakan maka ciumannya akan ku lanjutkan,” bisik Aron melihat wajah istrinya dari jarak yang sangat dekat, nafas mereka seperti bersatu.


Hal itu membuat Nadine pusing dan merasa mabuk, dia bisa merasakan nafasnya sangat dekat, senyuman nakal suaminya benar-benar bisa meluluhlantahkan hatinya.


“Deg … Deg … Deg!” jantung Nadine rasanya mau copot karena betapa menggodanya Aron sekarang.

__ADS_1


“Aku akui, aku akui jika dia memang sangat pintar menggoda dan menjebak wanita lemah sepertiku, kau memang Tuan muda yang mulia arogan!” ketus Nadine sedikit memundur dan memejamkan matanya.


“Baiklah … baiklah, jangan lanjutkan, aku akan menurutimu, ja … jadi apa yang membuatmu tidak bisa tidur lagi dengan gadis lain selain aku?” tanya Nadine sedikit gugup diawal namun dengan secepat kilat dia menanyakan hal itu.


Tentu saja bagi seorang wanita pertanyaan itu adalah pertanyaan yang memalukan, tetapi siapakah dia bisa menolak yang hanya terlihat seperti kelinci didepan seekor harimau buas.


“Hehe, kau nakal sekali sayang menanyakan itu kepadaku? kau memang wanita penggoda ulung,” goda Aron lagi membuat kepala Nadine hampir pecah karenanya.


“Apa aku ti … tidak menggo ….”


“Sstt!” tangan Aron langsung menyentuh bibir Nadine untuk jangan melanjutkan ucapannya.


“Hiks, apa-apaan pembicaraan berat sebelah ini, kenapa aku lagi yang dibilang menggoda?” gumam Nadine terdiam dan hanya melihat Aron dengan penuh kekesalan, apalagi saat melihat mata tajam dan senyuman menyeringai itu, ingin sekali Nadine menarik rambutnya sampai ia puas.


“Jawaban nya gampang sekali, yang pertama kau harusnya sudah tahu jika kau sudah menyihir ku sampai akhirnya aku cinta padamu, juga yang kedua, kau mudah sekali di goda, di sentuh sedikit saja tubuhmu sudah bergetar, lelaki sepertiku sangat ketagihan dengan reaksi tubuhmu dan ekspresi wajahmu saat menikmatinya,” ucapan yang begitu jelas dan berterus terang dari Aron hampir saja membuat Nadine pingsan karena malu.


“Ah membayangkan nya saja sudah membuat darahku mendidih, eh, kenapa aku harus membayangkannya, kan bisa langsung dilakukan sekarang,” ucap Aron lagi tersenyum ngiler sedang membayangkan wajah dan reaksi tubuh istrinya jika dia menggodanya.

__ADS_1


***


Guys maaf ya walaupun sebenarnya ini ceritanya harusnya suaminya ga setia dan pelakor banyak adegan, aku ga bisa ternyata membuat alur seperti itu, ga berbakat aku buat kekgitu 😭


__ADS_2