Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Kabur ke dalam hutan.


__ADS_3

Episode 67 : Kabur ke dalam hutan.


***


Kejadian itu terjadi begitu singkat, saat lelaki bertato itu terluka dan tersungkur karena pelipisnya terluka, Nadine sudah menjatuhkan diri kedalam air laut.


“Aaa, sakit! dasar pelac*r, beraninya kau!” penjahat itu berteriak dan mengejar Nadine.


Nadine sepertinya tidak sadar jika air di situ adalah air dangkal, tidak akan mungkin membuatnya tenggelam, rumah pantai yang dijadikan markas itu memang berada diatas laut, akan tetapi sangat dekat dengan pesisir jadi masih sangat aman termasuk untuk orang yang tidak bisa berenang.


Nadine yang menyadari kakinya masih menyentuh pasir laut, terkejut sekali, dia kira dia akan tenggelam dan akan langsung hanyut, siapa kira airnya hanya sebatas bahu dan dia masih bisa melangkah menuju tepi pantai.


Dengan susah payah Nadine mencoba melangkah, karena dia berada di air, maka otomatis langkahnya tidak secepat di darat.


Penjahat yang pelipisnya sudah berdarah darah itu terjun juga kedalam air laut dan mencoba mengejar Nadine yang hendak melarikan diri.


Dengan nafas yang terengah engah dan tidak mau tertangkap lagi Nadine bersusah payah melangkah dengan cepat dan sesampainya di tepi pantai dia berlari sekuat tenaganya menuju hutan kecil yang ada di dekat tepi pantai itu.


Sepatunya yang telah terlepas karena berada di air tadi membuat kakinya terluka dan berdarah akibat kerikil tajam dan rumput berduri yang ia lalui, tetapi semuanya seperti tidak bisa ia rasakan.

__ADS_1


Tubuhnya yang basah dan ketakutan yang hebat membawanya berlari sekencang mungkin, mencoba melarikan diri dari manusia manusia jahat yang hendak monadai dirinya.


Para penjahat yang langkah kakinya lebih cepat hendak mengejar Nadine akan tetapi langkah mereka terhenti sejak ada keributan dari gerabang depan dan saat mereka menoleh semua rekan mereka telah terkapar bagaikan pion jatuh satu persatu.


Benar saja, Aron dan suruhannya yang di bawakan oleh assitennya telah sampai dan melumpuhkan satu persatu dari para bandit itu, dan Aron sendiri melangkah ke dalam rumah pantai yang menjadi markas para bandit itu.


Satu persatu ruangan ia geledah, disaat para anak buahnya melumpuhkan satu persatu bandit itu, Aron seperti kehilangan akalnya mencari keberadaan Nadine, akan tetapi tidak ia temukan, sampai saat ia sampai di sebuah ruangan, disana salah satu sepatu Nadine sedang tergeletak dan saat ia lihat ke pintu yang menembus ke laut, pintunya telah terbuka lebar dan ia lihat salah satu sepatu Nadine mengapung disana.


“Tidak … Tidak … Tidak!”


“Ini tidak mungkin!”


Nafasnya berat sekali, tubuhnya bergetar dan tanpa sadar rasa takutnya membuat dadanya menjadi sesak, Aron mengira Nadine telah terjatuh ke dalam air laut dan hanyut.


Rasa bersalah dan kengerian memenuhi hatinya, dia tidak peduli lagi dia menyelam berapa kali, dan seberapa lelah tubuhnya yang ia tahu hanyalah dia harus menemukan istrinya, jika tidak, maka ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


“Pak ....”


Liam yang segera menyusul atasannya yang mencoba mencari keberadaan Nadine memanggil atasannya dengan suara yang nyaring.

__ADS_1


Liam datang lebih lama daripada yang lain karena harus mengurusi Tom yang sepertinya tengah terluka karena di cegat di persimpangan jalan tadi.


Aron seolah tidak peduli dengan panggilan assitennya, yang ia tahu hanyalah dia harus mencari Nadine, dengan genggaman sepatu di tangannya, hatinya bergemuruh dan tidak bisa menghentikan aksinya.


“Katanya Nadine kabur kedalam hutan, dia tidak tenggelam Pak,” teriak Liam sudah mendapatkan informasi dari para bandit yang telah mereka lumpuhkan semuanya.


Saat mendengar itu, tanpa membalas ucapan itu, Aron langsung naik ke permukaan dan melangkah dengan cepat ke arah hutan yang berada di sekitaran pantai, Liam terkejut sekali saat melihat keadaan dan wajah pucat Aron.


Belum pernah Aron terlihat sangat khawatir sampai ia seperti orang gila seperti ini, wajahnya yang begitu pucat dan air laut dingin membuat tubuhnya menggigil, seolah tidak dirasakan oleh atasannya ini.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2