Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Wanita ini milikku!


__ADS_3

Episode 32 : Wanita ini milikku!


***


Di pulau pribadi,


Wanita ini milikku, dia milikku dan dia hanya boleh berada dalam pelukanku, semua kata kata itu terpatri didalam dada Aron, dia melihat betapa cantik dan mempesonanya istrinya ini, semakin ia merasakannya dan tenggelam dalam dirinya, semakin Aron menginginkan hal yang lebih.


Dia seolah lupa dengan ucapan kejamnya yang mengatakan akan langsung melepaskan Nadine setelah dua tahun menikah.


Dengan sigap Aron melepaskan pakaian Nadine, Nadine masih mencoba mempertahankan dirinya, walau dia sudah setuju memberikan anak tetapi tetap saja dia kurang nyaman jika melakukan hubungan dewasa ini.


Aron menyadari sikap malu malu dan tubuh istrinya yang sudah gemetaran hanya karena disentuh sedikit olehnya.


Wajah mungil istrinya dengan pipi sedikit berisi membuatnya terlihat sangat imut namun cantik, hidungnya yang mungil namun mancung dengan ukuran yang pas, matanya yang bulat dan bola matanya yang hitam, bentuk tubuhnya yang imut dan ukuran dadanya yang pas ditangan.


Nadine bagaikan wanita impian yang diinginkan oleh semua lelaki dan beruntungnya Aron, wanita sepolos dan semurni ini menjadi miliknya seutuhnya.

__ADS_1


Darah Aron sudah mendidih hanya dengan melihat tampilan polos istrinya, wajahnya yang tanpa make up dan bibirnya yang manis itu, dipandangi nya bibir istri keduanya dan dia sangat ingin segera **********, saat melihatnya saja Aron sudah bisa membayangkan betapa manisnya bibir itu jika dia melahapnya sekarang.


“Sayang, kau sensitif sekali, benar benar seperti wanita yang aku inginkan, semakin aku melihatmu malu dan menunjukkan wajah menggemaskan seperti ini, semakin aku ingin menghabisimu sampai ranjang itu basah oleh keringat kita,” ucapan nakal Aron benar benar membuat Nadine syok, lelaki ini sangat buas dan nakal.


Mungkin memang sesuai dengan usianya yang telah matang, dia terlihat sangat berpengalaman dalam ucapannya dan dalam tindakannya mendominasi ranjang.


Nadine sebenarnya tidak tahu dari semua wanita yang di goda dan di sanjung oleh Aron hanya Nadinde seorang, semua wanita tidak luput dara, semuanya menyerahkan tubuh dan hati mereka begitu saja, hanya Nadine yang sampai harus di rayu oleh Aron.


Ini adalah pengalaman pertama Aron merasa tertantang untuk menundukkan wanita lembut namun sebenarnya begitu keras kepala seperti nadine.


Nafasnya yang panas sekarang tela terasa di bibir Nadine, Aron kembali menciumnya dengan ciuman menuntut yang selalu membuatnya sesak.


Tetapi anehnya saat ia sesak, Aron akan sedikit menyeringai dan meonggrakan ciumannya, seperti memberikan waktu kepada Nadine untuk bisa bernafas sejenak.


Aron seperti bangga sekali mencium dan memberikan tanda di tubuh istri keduanya ini.


Tanda biru yang telah ada sebelumnya ia tipmpali di tempat yang masih tidak ada tanda.

__ADS_1


Aron akan suka sekali bermain dengan buah dada istrinya, dia suka uurannya dan tekstrur nya, yang jelas setiap inci dari tubuh wanita ini bisa memuaskan matanya dan dahaga nya yang tidak pernah terpuasakan oleh wanita manapun.


Pericntaan mereka lagi lagi terjadi dalam waktu yang lama, lelaki ini jika sudah menyentuh Nadine akan lupa waktu dan lupa segalanya, dia akan berhenti jika Nadine sudah terlalu lelah dan lemas, walau Aron belum juga puas dan ingin lagi dia masih mencoba menahan hasratnya, dia tidak ingin wanita ini jatuh sakit dan nantinya olahraga panasnya akan terganggu lagi.


“Sayang, kau cantik sekali,” bisik Aron sekerang tengah mengistirahatkan tubuhnya, saat selesai bercinta tadi mereka telah mandi dan sekarang dengan helaian selimut menutupi tubuh mereka yang sudah kelelahan akibat olahraga panas nonstop yang dilakukan oleh Aron, mereka tengah menatap bulan bersama.


Suara ombak bergemericik seolah menjadi alunan musik yang membuat mereka mengantuk, sejak tadi tubuh Nadine sudah lelah, dia tidak peduli lagi sekarang apa yang terjadi, yang jelas dia bersandar di tubuh suaminya dan perlahan matanya mulai terpejam karena alunan ombak yang begitu merdu di telinga nya.


***


Author : duh sebenarnya mau mengurangi adegan dewasa, tapi menurut aku harus ada dan banyak untuk menyesuaikan ke ceritanya, walau aku ga pinter buat adegan dewasanya semoga kalian mengerti ya, maafkan aku yang ga pinter pinter nulis adegan dewasa.


Aku sampai meluangkan waktu baca novel yang ada adegan dewasa nya biar bisa nulis novel ini, hiks.


Semoga kalian suka ya semuanya.


Lope you sekebon all

__ADS_1


__ADS_2