Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Kejadian masa lalu.


__ADS_3

Episode 119 : Kejadian masa lalu.


Disaat yang sama,


"Tring ... Tring ... Tring!"


Disaat Aron sedang mengemudikan mobilnya dalam kecepatan penuh, dia menghubungi assiten nya lagi.


"Halo Pak?"


Assisten nya yang juga mengikuti atasannya mengangkat panggilan itu.


"Suruh beberapa mobil anak buah kita mencegat dari arah berlawanan di dekat pintu hutan tepat di persimpangan," itulah perintah yang diberikan oleh Aron pada Liam.


Dan segera Liam melaksanakan seperti yang di perintahkan atasannya.


Liam segera menelpon anak buah mereka yang sebenarnya berada di beberapa lokasi untuk mencegat mobil yang akan melintasi wilayah yang tadi disebutkan oleh Aron.


***


Di dalam mobil anak buah Baron,


Nadine yang sudah pingsan karena kepalanya di pukul dengan sangat kuat membuat nya bermimpi, mimpi Yang aneh tetapi terasa sangat nyata.


Di mimpi itu Nadine masih ingat dengan sangat jelas wajah ayah dan ibunya, dulu dia sangat bangga dengan ayahnya karena ayahnya sangat kuat dan memiliki pekerjaan yang misterius.


Mereka sering berpindah-pindah tempat tinggal sampai pada akhirnya mereka sedikit lama menetap di pedesaan dimana Nadine dibesarkan.


Dalam mimpi itu dia kelihatan bahagia, sampai pada suatu ketika, ayahnya yang memiliki pekerjaan misterius ini pulang dengan wajah yang pucat, saat itu dia mengemasi barang seadanya dan membawa mereka sekeluarga kedalam mobil kecil milik ayah nya.

__ADS_1


Saat itu masih sore, kebetulan di rumah ada anak laki-laki yang dipanggil Aron juga sedang dihukum ayahnya pada saat itu, karena berkelakuan nakal dan sering bertengkar, Aron di kirim ke desa dimana sahabatnya tinggal, agar bisa menjalani kehidupan desa yang akan menjernihkan pikiran Aron.


***


Pada suatu malam sekitar 20 tahun lalu,


Nadine yang berusia tujuh tahun, dan Aron yang berusia 13 tahun saat itu baru saja bertengkar, mereka tidak saling berbicara dan duduk dengan wajah yang kusut, saat itu Aron mencari gara gara dan membuat Nadine kesal.


Mereka semua masuk kedalam mobil, tujuan utama ayah Nadine adalah menuju kediaman Aron untuk mengamankan keluarga nya dari sesuatu.


"Yah, kita mau kemana? ada apa ini?" Ayu, ibu Nadine bertanya pada Adam, nama Ayah Nadine.


Nama yang sudah lama dilupakan oleh Nadine.


"Bu, penyelidikan Ayah sudah selesai, tetapi ternyata atasan Ayah juga bagian dari komplotan besar ini, tadi Ayah di sogok dengan uang untuk menutup mulut oleh pimpinan, akan tetapi Ayah menolak, jika dugaan Ayah benar mereka pasti sudah menargetkan kita,"


Suara Adam bergetar hebat, dia melihat dari kaca mobil ke tempat duduk belakang dimana putri kecilnya sedang ngambek pada Aron.


Saat itu Ayu, Ibu Nadine hanya bisa menangis secara sembunyi-sembunyi, dia tidak ingin membuat Aron dan Nadine yang masih kecil itu panik.


Beginilah resiko jika memiliki suami yang berkerja sebagai agen rahasia, bahaya bisa datang darimana saja dan kapan saja, akan tetapi baik Adam maupun Ayu hanya berharap kedua anak ini bisa selamat.


Saat itu hujan deras, lampu jalan tidak seramai sekarang, jalanan gelap yang hanya diterangi lampu mobil, semuanya semakin menakutkan dan mencekam.


Sampai pada akhirnya ....


"Brak!"


Sebuah mobil dari arah depan sengaja menabrakkan mobilnya kearah mobil Adam, dan membuat Adam sampai harus membanting setir.

__ADS_1


Semuanya menjadi diam, yang terdengar hanyalah suara hujan mengenai jalanan yang berlumpur, petir menyambar dan kegelapan yang menyelimuti.


Saat itu yang sadar hanyalah Adam dan Nadine, dimana sebelum mobil itu menabrak, Aron sudah melindungi Nadine dengan tubuhnya.


Nadine yang masih kecil hanya bisa menangis, dan Adam berusaha sekuat tenaga untuk bangkit menyelamatkan anak dan istrinya kuat anak sahabat nya.


Tetapi semuanya semakin runyam, di malam gelap itu, pimpinan Adam sudah bekerjasama dengan Baron, membocorkan informasi pribadi Yang seharunya tidak bocor mengenai informasi pribadi salah satu anggota agen rahasia yang telah mendapatkan bukti mengenai penyebaran obat-obatan terlarang dan bisnis ilegal lainnya.


Adam dan semua yang ada di mobil itu diikat dan dibawa ke tengah hutan letak dimana salah satu markas Baron berada.


Karena kecelakaan membuat semuanya lemah dan pingsan.


Keberadaan mereka semua lenyap malam itu, yang tertinggal hanyalah mobil yang akan menjadi alibi Baron.


***


Saat itu pagi hari segera menyingsing, luka luka yang timbul semakin perih karena tidak diobati, mereka sudah bangun dalam keadaan terikat kecuali Ayu.


"Ibu ... Nadine sakit,"


"Ibuu ...." Nadine mencoba memanggil ibunya yang kelihatan sudah membiru berada didekat mereka, pendarahan nya terlalu hebat tadi malam, tetapi tidak diobati membuat Ayu mati hanya beberapa jam setelah kecelakaan.


Adam menangis dalam diam, dia tidak bisa melihat istrinya yang kaku membiru di dekatnya, dia menggunakan tenaganya untuk membuka ikatan sampai tangannya berdarah tetapi ikatan itu menggunakan tali baja yang dimana sangat sulit untuk dilepaskan.


"Ibu kenapa tidak bangun Ayah? kenapa kita diikat? sakit," Nadine menangis, dia belum mengerti.


"Hei, diamlah, Ibumu hanya kelelahan, kau bersandar lah disini dan pejamkan matamu, saat kita bangun nanti kita sudah ada di rumah," ketus Aron yang masih terluka, dia dan Nadine di ikat secara bersamaan, saling membelakangi sekarang.


"Benarkah? aku memang masih mengantuk," balas Nadine pada Aron yang sepertinya mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.

__ADS_1


"Iya, tidurlah," seru Aron sampai pada akhirnya Nadine bersandar lagi dan tertidur karena dia masih mengantuk.


Saat itu Adam masih mencoba melepaskan diri, dia tidak peduli lukanya yang jelas dia hanya ingin Nadine dan Aron selamat, mereka masih kecil dan masih memiliki masa depan.


__ADS_2