
Episode 64 : Rasa Penyesalan
***
Di kediaman Aron,
Seperti tidak percaya dengan ucapan Tom, Aron terdiam sebentar, tangannya lalu bergetar dan ketakutan langsung menyelimuti dirinya.
Baru saja dia bertengkar dengan Nadine, baru saja Nadine dengan keras kepalanya bukannya minta maaf malah pergi begitu saja.
Waktu seperti berhenti dan yang ada di kepalanya hanyalah sebuah konflik yang membuat kepalanya pusing, ada rasa penyesalan karena mengusir nya malam malam, padahal Nadine belum mengenal kota ini sama sekali.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Mengetahui bahaya sedang mengintai istrinya, Aron melangkah dengan cepat, tidak sempat memerintahkan supir pribadi lagi melainkan dirinya sendiri lah yang mengemudikan mobilnya.
Sembari menghubungi assiten nya untuk segera menurunkan semua suruhannya untuk ikut melakukan pencarian Nadine dengan melacak ponsel Tom yang tengah mencoba mengejar sang penculik.
Mobil dia kemudikan dengan begitu cepat sembari tangannya gemetaran dan dia tidak ingin memikirkan apapun yang akan membuat nya gila sekarang.
Nafasnya berat dan yang ia tahu hanyalah sekarang dia harus cepat mengejar Tom dan membawa Nadine pulang.
__ADS_1
Dia tidak peduli keegoisan hatinya atau harga dirinya lagi, hanya mendengar Nadine diculik saja sudah membuat Aron merasa ada yang aneh dan hilang dalam dirinya.
Kearoganan sudah tidak penting lagi, yang penting sekarang dia harus segera menyelematkan Nadine, istrinya.
***
Disaat yang sama, para penjahat yang sudah selama ini mengintai Nadine atas suruhan Dara akhirnya memiliki kesempatan untuk menculik Nadine malam ini.
Biasanya Nadine akan diikuti oleh pengawal rahasia entah kenapa hari ini Nadine pergi sendirian dan di hari malam.
Sungguh kesempatan yang sangat langka bagi mereka.
Mereka memang ditugaskan hanya untuk menodai Nadine, bukan untuk membunuhnya akan tetapi mereka tidak menyangka jika target mereka akan secantik dan semenarik ini.
"Haha, iya, tapi aku yang duluan, setelah aku puas dengannya kalian boleh memakai tubuhnya bergiliran, tapi ingat jangan sampai dia mati!" ketus seorang lelaki yang sepertinya merupakan bos dari para komplotan penjahat ini.
"Siap Bos," seru para anak buahnya tertawa terbahak-bahak dan membuat Nadine yang setengah sadar itu ketakutan setengah mati.
Dia tidak bisa bergerak akan tetapi dia masih bisa mendengar suara suara para lelaki ini, dan ada sekitar 5 orang di dalam mobil ini.
Nadine ingin berteriak dan memberontak akan tetapi kekuatan obat bius yang sudah ada di dalam tubuhnya membuat nya sulit bergerak.
__ADS_1
Sang supir yang mengemudi mobil sedang hitam itu seperti memperhatikan ada sebuah mobil yang mengikuti mereka sejak tadi, mereka sudah di dekat pantai dimana kawasan itu sepi, tidak mungkin ada mobil yang sengaja melakukan perjalanan ke pantai kawasan sepi itu di malam hari seperti ini.
"Bos, sepertinya kita diikuti!" seru supir itu mengagetkan semuanya dan segera melihat kearah belakang mereka.
"Heh, ada yang mengikuti ya, aku tidak mau kehilangan mangsa secantik ini, percepat mobil ini dan hubungin beberapa anggota kita untuk mencegatnya di perempatan ujung markas!" perintah Bos nya hanya bisa menikmati betapa cantiknya target mereka malam ini.
Tepi pantai sepi itu memang markas mereka, mereka adalah penjahat bayaran yang biasa melakukan pekerjaan kotor dan mereka memiliki markas sendiri di tepi pantai itu.
"Siap Bos!" seru anggota nya segera menghubungi yang lain untuk segera mencegat Tom yang tengah mengikuti mereka.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
__ADS_1
Kalian bisa DM dan tanya2 disana