Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Bukan Nadine yang mengadu


__ADS_3

Episode 8 : Bukan Nadine yang mengadu


***


“Sreekkk!” Aron langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Nadine, lalu dilihatnya tubuh wanita yang tadi ia sentuh itu sedang meringkuk bergetar, saat mata mereka bertemu pandang lagi-lagi gadis itu menunjukkan pandangan yang dalam dan menyakitkan.


“Sial! Tenangkan dirimu Aron, dia hanya lah wanita penggoda dan penuh tipu muslihat! Tidak seharusnya kau jatuh kedalam sihirnya!” gumam Aron lagi-lagi mencoba mengumpulkan kesadarannya, wanita ini benar-benar berbahaya, baru kali ini Aron merasakan ini kepada seorang wanita.


“Jangan mengeluh, ini semua akibat dari perbuatan mu! Jika saja kau berani melakukan kesalahan lagi, maka aku tidak akan memberikan ampun, kau akan menyesalinya!” decak Aron dengan cepat langsung meninggalkan kamar Nadine, dia tidak ingin berlama-lama disini karena akan membuatnya lupa segalanya.


Nadine merasa sangat lega saat menyadari jika suaminya sudah pergi berlalu dari kamarnya, dia pun duduk dan dilihatnya pakaiannya yang sudah sobek, bagian atasnya benar-benar sudah berantakan.


“Nadine, tenanglah, kau bisa melalui ini, bukankah kalian juga sudah pernah melakukan nya? Sabarlah dan tunggulah, kau pasti akan berpisah darinya,” gumam Nadine memejamkan matanya sesaat dan kembali mengenakan pakaian yang lain.


Dia juga sedikit lega karena Aron tidak tidur bersamanya malam ini, yang artinya dia tidak akan merasakan hal itu.


“Tentu saja dia tidak akan tidur bersamaku, hanya melihat kebersamaan dia dan istrinya tadi saja aku sudah mengerti betapa lelaki itu mencintai wanita tadi, walaupun aku juga sudah memiliki hak atas suamiku, tetapi aku tetaplah bukan apa-apa, lagian tempramen si Aron itu sangat buruk, aku harus menjauhinya,” gumam Nadine sedikit berpikir.

__ADS_1


Malam ini adalah malam pertamanya, tetapi suaminya tidak ada, tetapi hal itu malah bagus bagi Nadine, karena dia memang belum sanggup melakukan itu sekarang.


“Hah, hampir saja aku kehilangan kendali ku karena perempuan itu! Dia berbahaya aku harus cepat-cepat menyingkirkan dia!” ketus Aron melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan Dara.


“Tring ... Tring ... Tring”


Belum sempat Aron sampai ke kamarnya, ponselnya tiba-tiba berbunyi dan itu dari ayahnya.


“Halo?” ketus Aron dengan nada yang sedikit kesal.


“Sudah Ayah, jika Ayah hanya ingin menanyakan itu aku akan matikan telepon ini,” ketus Aron semakin tidak suka arah pembicaraan mereka.


Aron hendak menutup ponselnya namun di halaman utama layarnya tiba-tiba ada notif mengenai berita utama hari ini.


Dan alangkah terkejutnya dia saat melihat photo antara dirinya dan Dara tadi, jadi ayahnya tahu dia dan Dara di klub malam adalah dari orang iseng yang memoto mereka bukan karena Nadine mengadu.


Perasaan bersalah tiba-tiba menggeliat, dia mengingat jika barusan dia telah berlaku sangat kasar, merendahkan Nadine dan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya Nadine terima.

__ADS_1


“Sial! Apakah aku harus kembali kesana dan meminta maaf? Tetapi jika aku melihat wajahnya lagi aku pasti tidak akan bisa menahan diriku lagi!” decak Aron bergumam dalam hatinya.


“Ah, nanti saja, dia juga tidak akan kemana-mana,” ketus Aron lagi dan melanjutkan langkahnya, namun kali ini dia tidak akan pergi ke kamarnya lagi, dia akan pergi ke ruang kerjanya dan menjernihkan pikirannya sebentar.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2