
Episode 126 : Harus kehilangan sesuatu.
***
Di tempat Aron dan Nadine,
"Menjauhlah kalian semua! atau akan aku lobangi kepalanya!" teriak anggota Baron itu mencengkeram bahu Nadine dan menodongkan sebuah senjata kearah kepala Nadine.
Dan dua lainnya ada di sisi kiri dan kanan membidik kearah para anggota Aron.
Aron mencengkeram tangannya kuat sekali, dia marah dengan sangat hebat saat melihat wajah ketakutan istrinya dan pasti lengannya sudah sakit karena di cengkeram dengan begitu hebat.
"Haahhh!"
Aron menghela nafasnya dalam dalam, dia tetap harus mendinginkan kepalanya, ini menyangkut hidup dan mati istrinya, jika saja dia salah langkah dan memanaskan situasi maka dia pasti akan kehilangan Nadine dan dia pasti akan gila setelah itu.
"Turunkan senjata kalian!" teriak Aron para para anak buahnya dan mencoba melakukan negosiasi.
Cara terbaik untuk merebut kembali Nadine.
Setelah mendengar itu, para penjahat itu berjalan semakin cepat dan menarik Nadine dengan sangat kuat.
Tetapi Nadine bahkan terlalu takut untuk berteriak walau tangan dan kakinya sakit, belum lagi kepalanya sakit sekali karena ingatan masa kecilnya yang selama ini ia lupakan teringat.
"Baron sudah ditangkap dan dibunuh!" teriak Aron membuat para anggota Baron itu terdiam mematung dan membelalak.
"TIDAK MUNGKIN!" teriak salah satu dari penjahat itu, dia pasti mengira ini hanyalah sebuah gertakan semata agar Aron bisa merebut wanita yang menjadi sandera mereka.
"Kalau tidak percaya kau lihat saja berita di ponsel ini, Bos kalian sudah mati, dan kalian semua akan di kejar dan menjadi buron selamanya!" seru Aron mencoba tetap tenang.
Walau jantungnya sudah bergemuruh dan marah sekali, tetapi dia tetap harus mementingkan keselamatan istrinya sekarang ini.
Aron sedikit berjongkok untuk melempar sebuah ponsel kearah penjahat itu dan salah satu dari penjahat itu segera mengambil ponsel, dan benar saja berita itu sudah meliputi mengenai rumah sakit yang dibajak dan ditangkap nya Baron oleh Desmon Charlos.
__ADS_1
"Hei, Bos kita sungguh di tangkap, bagaimana ini?" bisik salah satunya menekan dan sedikit menegang.
"Kalau begitu, sudah tidak ada lagi tempat untuk kami berlindung, maka kami akan membunuh wanita ini dan kami akan bunuh diri!" teriak penjahat yang sedang menodongkan senjata ke kepala Nadine.
Wajah Nadine semakin pucat, rasanya berada diambang Kematian seperti ini begitu menakutkan.
"Glek!" Aron sudah sedikit lemas karena penjahat itu mengatakan ingin langsung menembak kepala istrinya.
"Tunggu! aku bisa memberikan keamanan kepada kalian, jika kalian menyerahkan istriku, aku jamin kalian tidak akan menjadi buron dan kalian akan bisa tetap hidup bebas, kalian juga akan menerima uang yang banyak!" seru Aron akhirnya mengeluarkan penawarannya.
***
Penawaran Aron membuat ketiganya membisik, seolah sedang berunding.
"Bagaimana ini? aku tidak mau mati!"
"Aku juga!"
"Kalian mau mengkhianati Bos? apakah kalian lupa jasa jasa nya pada kalian?"
Aron mengodekan menggunakan telunjuk jarinya, tanpa menoleh sedikit pun, akan tetapi para anggotanya langsung mengerti, mereka segera berpencar secara senyap dan menunggu waktu yang tepat agar Nadine tidak terluka.
Ditengah perdebatan dan diskusi mereka, ada dua orang yang setuju dan ada satu orang yang tidak setuju, memilih mati mengikuti Bosnya.
"Dor!"
Karena satu yang tidak setuju itu mengancam nyawa keduanya, salah satu dari mereka segera berkhianat dan menembak seorang yang memilih mati.
"Brengsek! kalau kau mau mati! mati sendiri sana!" teriak salah seorang yang mengkhianati rekannya itu.
Saat itu terjadi, senyuman di wajah Aron langsung terlihat secara samar, akhirnya mereka mengenai umpannya.
Karena yang mencengkeram tangan Nadine adalah yang sudah ditembak, maka membuat Nadine terlepas.
__ADS_1
Mengetahui dirinya sudah bisa melarikan diri membuat Nadine segera berlari kearah suaminya.
Akhirnya dia bisa menangis, dia merentang kan tangannya dan hendak melompat kearah suaminya, dia merasa takut sekali, sama seperti dulu dan dia hanya bisa merasa aman ketika suaminya ini mendekapnya.
Saat Nadine berlari kearah Aron Charlos ....
"Bruk!"
Kedua anggota Baron yang telah terkaman umpan sudah ditumbangkan oleh anggota Aron yang sudah siaga.
Aron mengira misi sudah selesai, dan istrinya bisa selamat, akan tetapi ....
Salah satu anggota Baron yang tadi kena tembakan ternyata belum mati, dia hanya sedang sekarat, dia terlalu setia kepada Baron dan tidak ingin menggagalkan misinya.
Senjata api yang masih ada di tangannya sudah ia arahkan ke Nadine.
Dan ....
"Dor!"
"Dor!"
Tembakan akhirnya melayang sebanyak dua kali sampai akhirnya anggota Aron berhasil melumpuhkan anggota Baron yang sekarat itu.
Darah akhirnya mengalir begitu deras nya, teriakan terdengar sayup-sayup, wajah pucat dan ketakutan semakin memudar dan menggelap.
Tubuh yang sudah terluka pun akhirnya tersungkur, hanya suara sayup sayup yang bisa terdengar.
Hukum alam yang mengerikan, jika ingin mendapatkan sesuatu maka juga harus mengorbankan sesuatu, karena Aron ingin mendapatkan cintanya, istrinya kembali dia juga harus merelakan sesuatu, yaitu nyawa.
Mungkin ini adalah hukuman, hukuman karena selama ini melukai Nadine, menyakiti Nadine dan tetap egois ingin memiliki dirinya.
Yang jelas salah satu dari mereka sekarang ini sedang sekarat karena terkena tembakan sebanyak dua kali.
__ADS_1
***