Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Aku milikmu!


__ADS_3

Episode 97 : Aku milikmu!


***


*Warning : yang belum dewasa jangan dibaca ada adegan ranjang dan yang tidak suka adegan ranjang bisa di skip episode ini. Terimakasih*


***


"Kenapa kau seperti ini sih Mas? selalu memaksa ku, kita sudah berpisah! jangan memaksa ku mengatakan hal yang tidak aku inginkan!" teriak Nadine menangis, tak bisa melakukan apapun akhirnya dia menangis.


"Kata siapa kita sudah bercerai, aku sudah katakan kita tidak pernah bercerai! kau masih menjadi istri sah ku! kau dengar? dan kau telah berselingkuh dengan lelaki bajingan itu! apa kau kira aku selembut dan sebodoh itu akan melepaskan mu? jangan mimpi Nadine, sampai mati pun kau tetap jadi milikku!" geram Aron mencengkeram pipi Nadine.


Aron semakin marah bagaimana Nadine tetap tidak ingin menerimanya, dan bagaimana wanita ini tetapi kukuh untuk menolaknya.


"Sepertinya kau harus diberikan pelajaran!" bisik Aron membuka bajunya dan celananya, dia juga melemparkan nya ke bawah ranjang dan salah tangannya menarik tangan Nadine keatas kepalanya.


Salah satu lagi bertumpu diatas kasur agar tubuhnya yang ada di atas tubuh Nadine tidak membebani Nadine.


Aron langsung mencium Nadine, dia menatap wajahnya lekat sekali seolah ia menumpahkan semua kerinduan yang ia tahan selama tiga tahun ini.


"Aku merindukan mu!"


"Tidak pernah sedetikpun aku melupakan mu!"


"Kau hanya milikku!"

__ADS_1


Kuasa dan tenaga Aron membuat Nadine menegang, saat Aron memasuki dirinya Nadine hanya bisa memejamkan matanya erat-erat karena tidak bisa menahan gejolak nya.


Setiap gerakan yang dilakukan Aron begitu sensual, sampai membuat Nadine pusing, bagaimana pun Aron sangat merindukan istrinya ini, tidak sekalipun dia bermain wanita karena kesetiaan nya.


Dia sangat membenci pengkhianatan karena itu dia harus memberikan pelajaran kepada istrinya.


"Ah, sayang ... aku rindu perasaan ini, perasaan ada di dalam mu," ucap Aron mendekap Nadine erat sekali.


Nadine hanya bisa menahan suaranya agar tidak terdengar keluar, tubuhnya sejak awal memang tidak pernah mengikuti keinginan nya, seolah yang memiliki tubuhnya bukan dirinya sendiri melainkan Aron.


Mengecup, menggigit tipis dan menyesap disana sini, begitu handal Aron memainkan tubuh Nadine sampai Nadine tidak bisa berpikir dengan jernih, hanya bisa mengeluarkan erangan tipis yang tidak jelas.


"Mas cukup, tolong hentikan, aku lelah sekali ...." Nadine sudah tidak sanggup, dia tidak bisa melepaskan dirinya sendiri, dorongan kuat dan hentakan yang di mainkan oleh Aron sudah cukup menguras seluruh tenaganya.


"Ha ... ah, aku lelah sekali, kenapa lelaki ini selalu bisa memanfaatkan situasi, jika aku katakan apa yang akan terjadi denganku? apakah aku masih bisa lepas?" gumam Nadine saat tangan Aron masih membuat tubuhnya bergerak di atas tubuh Aron.


"Enak kan? kalau kau memang suka maka tidak usah katakan," goda Aron memang handal dan jenius dalam menjebak wanita nya ini.


"Ahhh ... aku katakan, tolong hentikan aku mohon," erang Nadine sudah tidak tahan, tiga jam berturut-turut, tubuhnya sudah lemas sekali dan dia tidak memiliki pilihan selain mengatakan apa yang ingin di dengar lelaki monster ini.


Aron akhirnya menghentikan tangannya mengangkat dan menurunkan tubuh Nadine yang duduk diatas pangkuannya, lalu ia menatap wajah Nadine dengan lekat, menunggu ucapan yang ingin ia dengar.


"Hah ... hah!" tubuhnya lemas sekali dan dia lelah sekali, dia harus mengatakan nya agar dia bisa selamat.


"Aku ..."

__ADS_1


"Aku, mi ... milikmu Mas," ucap Nadine menunduk, sebenarnya walau hatinya memang benar milik Aron tetapi kewarasan dan logikanya tetap berjalan.


Memang benar hati Nadine sama dengan Aron tidak pernah berpaling sedikit pun, tetapi sebagai wanita, Nadine merasa Aron tidak tepat untuk menjadi pasangannya, lelaki ini terlalu mengerikan dan dia tidak cocok dengan lelaki yang terlalu dominan seperti ini.


Sampai saat ini pun, walau dia sudah mengatakan apa mau Aron, sesungguhnya Nadine sungguh tidak ingin bersama Aron, Nadine tahu suatu saat nanti dia akan terluka lagi, rasanya menyakitkan di lukai lelaki ini dan dia tidak ingin itu terulang lagi.


***


Aron menyeringai saat mendengar ucapan itu, dia mengecup dahi istrinya, dan dia melepaskan ikatan tangan istrinya itu.


Kemudian dia segera menggendong nya menuju kamar mandi dan dia letakkan di bath tub untuk mandi membasuh keringat mereka.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2