
Episode 90 : Aku mau pulang kampung.
***
Di kediaman orangtua Aron,
Dahlia memang bahagia melihat perubahan putranya tetapi dia juga tetap harus menjaga perasaan Nadine yang masih bingung dengan semuanya ini.
"Nadine, jadi apa yang ingin kau lakukan Nak? kau sudah dengar apa kata Aron kan? pilihan ada di tangan mu," seru Dahlia tentu saja sangat berharap Nadine kembali menjadi menantunya.
Nadine yang memang belum bisa menerima semuanya ini tertunduk, lalu ia mengatakan apa yang ia inginkan sekarang.
"Aku ingin pulang ke kampung, biarkan aku berpikir tenang disana, maafkan aku Bu," ucap Nadine menjadi tidak enak hati pada Dahlia karena merepotkan Dahlia lagi.
Dahlia hanya tersenyum dan mengatakan pada Nadine untuk tidak meminta maaf atas itu.
Aron terkejut mendengar itu, terlihat jika Nadine sama sekali tidak luluh dengan janjinya, tetapi karena Aron sudah berjanji akan mengikuti sesuai dengan yang diinginkan oleh Nadine, maka Aron tidak bisa mengekang dan menghalangi Nadine.
***
Di kampung Nadine,
***
__ADS_1
Janji dan sumpah yang begitu tegas dan tidak ada sedikitpun pemaksaan seperti yang dibenci oleh Nadine.
Tetapi walau dengan janji itupun, Nadine tidak mau luluh begitu saja, dia tidak ingin lagi jatuh ke dalam lobang yang sama.
Walau begitu, yang biasanya Aron akan memaksa dan melakukan semua sesuka hatinya kali ini Aron melakukan sesuai dengan yang diinginkan oleh Nadine.
Bahkan sekarang Nadine bisa melakukan apapun yang ia mau, termasuk kembali ke kampung halamannya tanpa kekangan dan mata-mata.
Sudah satu hari berlalu sejak Aron mengucap janjinya yang ingin mengejar Nadine, dan sudah satu malam Nadine berada di kampung halamannya, melihat panti asuhan yang sudah dikelola oleh saudara jauh neneknya itu.
"Nadine, aku akan kembali bulan depan, jangan lupa bawa aku ke pantai asuhan milik nenek mu ya, berkeliling di desa mu juga, aku ingin melihat dimana kau dibesarkan,"
Dean tetap lancar berkomunikasi dengan Nadine, kali ini mereka melakukan panggilan telepon, padahal Dean sedang sibuk sekali melakukan banyak pekerjaan dead line, dia harus mengerjakan banyak hal agar bisa kembali ke perusahaan pusat, dan dekat lagi dengan Nadine.
"Nadine,"
Bi Ulfa, nama Bibi yang mengurus panti asuhan nenek Nadine memanggil Nadine untuk sarapan bersama para anak-anak panti.
"Sudah dulu ya Mas, aku mau makan dulu," ucap Nadine mematikan panggilan antara dirinya dan Dean.
Sedangkan Nadine langsung beranjak ke tempat makan, dimana sekarang Nadine tinggal di area panti asuhan agar bisa lebih dekat lagi dengan anak-anak yang sudah bertambah di panti asuhan milik neneknya itu.
Akan tetapi saat sebelum makan, area panti segera ricuh dengan kedatangan seseorang yang kelihatan adalah orang terkenal dan berkuasa.
__ADS_1
Satu desa langsung berbondong-bondong melihat beberapa mobil mewah yang sudah terparkir di sekitaran panti asuhan.
"Waaahhh, ada Paman tampan sekali mengunjungi kita," seru anak-anak panti berlari berbondong-bondong menuju lelaki yang mengenakan kaca mata keren, dan jas yang begitu rapih, dia kelihatan seperti pengusaha super tampan langkah diantara anak-anak yang mengangumi.
Tentu saja Bi Ulfa dan Nadine merasa penasaran siapa yang mengunjungi mereka sepagi ini sampai menganggu sarapan mereka.
Tetapi saat Nadine keluar dari pintu dan melihat siapa yang datang membuat Nadine terkejut dan mengaga.
Bagaimana tidak, Aron datang ke desanya dengan penampilan yang terlalu berlebihan, seperti mau liburan saja padahal desa Nadine kan termasuk desa pelosok yang jarang di kunjungi oleh orang lain.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana
__ADS_1