
Episode 44 : Aku yang bodoh ini!
***
"Aku telah ditinggal kedua orang tua ku sejak aku kecil karena kecelakaan, walau begitu aku tidak terlalu kesepian karena masih ada nenek ku, tetapi tiga bulan lalu nenek ku juga pergi meninggalkan aku.
Hanya tinggal aku seorang, dimana aku terlalu berfokus kepada kehidupan sederhana ku dan nenekku, aku menjadi kehilangan arah dan bingung, saat nenek pergi aku harus mencari cara agar keuangan panti asuhan yang didirikan oleh nenek yang menggunakan semua kekayaan nya yang tersisa dahulu tidak hancur.
Aku yatim piatu, anak anak yang ada di panti asuhan juga begitu, jadi aku merasa menjadi memiliki tanggung jawab yang begitu besar untuk mempertahankan mereka, untuk melindungi hidup mereka.
Sampai pada saat ada harapan datang kepadaku, seorang sahabat ayahku datang mengungkapkan perjodohannya yang telah lama terikrar, sahabat ayahku itu yang menjadi ayah mertuaku sekarang ini membawakan profil lelaki yang akan menjadi suamiku.
Dia kelihatan tampan sekali, awalnya aku merasa minder karena pasti lelaki itu tidak suka dengan gadis kampung seperti aku, tetapi ayah dan ibu mertuaku mendukung aku.
Apalagi dengan pernikahan ini maka panti asuhan nenek ku bisa diselamatkan dan banyak hidup anak piatu akan terselamatkan.
Jadi aku sama sekali tidak memperdulikan kebahagiaan dan keinginan ku, aku menikah dengan lelaki siepr tampan itu.
Tetapi baru sehari menikah dia sudah menyakiti hatiku lebih perih dari yang aku bayangkan, dia menginjak harga diriku sebagai wanita dan mengatakan aku hanyalah wanita licik yang menikah demi uang.
__ADS_1
Aku tidak bisa membantah ucapan nya karena walau sakit tetapi ucapannya memang benar, aku bertahan dan mencoba mengikuti apa mau nya.
Sampai pada beberapa hari terakhir ini, dia tiba-tiba baik kepadaku, menghormati aku dan membuat aku nyaman, dia membuat aku lupa jika aku tidak akan pernah bisa memiliki dirinya.
Kebahagiaan palsu yang aku ciptakan sendiri akhirnya harus aku lepas lagi, senyuman palsuku untuk menipu orang orang harus ku pasang lagi."
Nadine tidak kembali ke dalam villa, dia memilih pergi ke tepi pantai dan menenangkan dirinya, dia menggenggam cincin pernikahan nya yang sudah ia lepas.
Matanya yang kosong dan hatinya yang sakit ia tahan lagi, dia telah sebatang kara diri dunia ini tetapi entah kenapa hidup belum juga membaik kepadanya.
Dia menatap lurus kearah lautan yang terlihat bersinar seperti kristal karena bulan menyinari, suara ombak yang bersahutan pelan membuat hatinya semakin sakit.
***
Sedangkan Aron yang melihat Nadine pergi begitu saja, menunjukkan wajah yang begitu menyedihkan namun ia tetap tersenyum ingin mengejarnya dengan sekuat tenaganya.
Dia tidak mengerti tetapi Aron ingin menarik tangannya dan memeluknya kuat sekali, seolah hati Nadine yang rapuh itu membuat nya kesakitan juga.
Dara yang melihat suaminya menatap dengan tatapan dalam yang tidak pernah ia lihat merasa semakin jengkel, dia tidak suka melihat mata penuh harap suaminya ini tertuju kepada gadis lain.
__ADS_1
"Nadine ...." serunya hendak melangkah namun tangan Dara segera menahannya.
"Sayang, aku jauh jauh datang kesini, meninggalkan mimpiku yang sudah lama ku mimpikan, sekarang kau mau pergi mengejar wanita lain, apakah kau sudah bosan kepadaku? apakah kau melupakan janjimu?"
Dara menangis menahan tangan Aron kuat sekali, dia tidak mau kehilangan lelaki ini, dia tidak peduli jikapun di dalam hati lelaki ini tidak ada dirinya, yang ia pedulikan hanyalah bahwa dia harus tetap ada di sisi Aron.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana
__ADS_1