Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Dimana Nadine?


__ADS_3

Episode 104 : Dimana Nadine?


***


Di kediaman Aron,


Setelah semua urusan melelehkannya hari ini usai, Aron kembali pulang, dia bersemangat sekali hari ini, untuk pertama kalinya setelah tiga tahun dia memiliki alasan untuk pulang.


Hidupnya akhirnya berwarna lagi, dan sekarang dia tak sabar lagi ingin berjumpa istrinya.


Tidak lupa sebelum ke rumah dia membeli bunga untuk ia berikan kepada sang istri, dia akan memberikan kejutan setiap hari, hadiah hadiah dan dia akan menunjukkan betapa berharga Nadine baginya, agar Nadine tidak lagi memiliki keinginan untuk pergi.


“Sayang … aku pulang,” dengan sangat bersemangat Aron kembali dengan sekuntum bunga di tangan, dia membuka pintu kamar pribadinya dan melihat jika tidak ada Nadine disana.


Mata Aron langsung terbelalak, bunga yang ia pegang jatuh dari tangan, dia mencari Nadine di seluruh kamar namun tak ada Nadine disana


Dan dengan tergesa-gesa dia bertanya kepada pelayan.


“Diaman istriku? kalian lihat?” geramnya sudah mencengkeram tangannya.

__ADS_1


Dia akan menjadi gila jika saja Nadine melarikan diri lagi.


“Umm ….” Pelayan yang ditanya itu gugup setengah mati karena takut di pelototi oleh Tuan nya.


“Nyo … Nyonya Nadine ada di ….”


“Dimana!” teriak Aron yang jantungnya sudah berdegup kenvang dan tidak sabar mendengar jawaban pelayan yang ketakutan ini.


“Nyonya Nadine ada di dapur Tuan ….” Balas pelayan itu hampir menangis karena se mengerikan itulah kemarahan dan kepanikan Aron ini.


Aron langsung berlari kearah dapur dan langkah kakinya mulai melambat saat melihat istrinya sedang memasak di dapur sendirian, menggunakan celemek dan terlihat serius dengan apa yang ia lakukan.


Nafasnya sudah terengah-engah, melihat jika Nadine sungguh masih ada di kediamannya dan saat ini tetap bersamanya.


***


Sebelum Aron kembali pulang ke rumah,


Nadine yang bosan seharian hanya bisa mencari cari menu makanan di ponsel, dia melihat menu yang sering ia masak saat ia hidup sendiri, lalu ia melihat langit langit kamar, mendapati dirinya teryata masih menjadi istri sah Aron membuat Nadine tak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Bukan hanya pasrah saja akan tetapi Nadine merasakan kumpulan perasaan aneh, perasaan yang hangat setelah tahu ada seseorang yang menantinya ternyata selama tiga tahun ini, sebagai seorang yang sebatang kara, dinantikan oleh seseorang bisa terasa sangat menyenangkan dan menenangkan.


“Haruskan aku memberikan kesempatan kedua?”


“Apakah terlalu mudah bagiku untuk memberikannya kesempatan?”


“Tapi percuma juga aku melawan dan memberontak mengingat seberapa tempramental dan tidak bis ditolaknya itu, mustahil aku bisa melarikan diri lagi,”


“Aku seperti sudah tercebur lagi di dalam jebakannya, apakah kali ini akan berkyahir tragis lagi, aku takut tetapi hatiku menerimanya tanpa syarat!”


Nadine berpikir lama sekali, sebagai seorang wanita yang pernah dilukai tidak mudah baginya menerima lelaki yang enyakitinya, akan tetapi dalam konteks ini lelaki itu sudah menunjukkan kesetiaan yang didambakan oleh Nadine selama ini.


Sikapnya memang tidak bisa berubah, karena sikap penuntut dan tidak mau mengalah nya itu seolah sudah mendarah daging dengan Aron.


***


Nadine berpikir lama sekali, tetapi semakin ia pikirkan semakin semu jawaban yang ada, tidak ada jawaban yang memuaskannya jadi dia memutuskan untuk menjalaninya saja sesuai aliran kehiduapnnya, fakta bahwa setelah pergi bertahun tahun dia tetap kembali kepada Aron pasti juga merupakan sebuah pertanda.


“Ah, jalani saja lah dulu, yang jelas jangan terlalu terbawa perasaan,” ketus Nadine bangkit dan pergi menuju dapur.

__ADS_1


Para pelayan langsung ingin membantu Nadine, akan tetapi ditolak oleh wanita muda berusia 26 tahun itu.


__ADS_2