
Episode 80 : Alfred Charlos
***
Setelah mendengar pernyataan Dean, Nadine membisu dan mematung, lelaki sebaik dan selembut Dean, siapa wanita yang berani menolaknya, lelaki ini bisa dibilang tepat sekali jika dijadikan pasangan hidup.
Nadine juga menyadari, sebagai seorang wanita tentu saja ia tahu perbedaan dari sikap Dean selama ini, Nadine tahu jika Dean menaruh hati padanya, hanya saja Nadine pura-pura tidak tahu agar hubungan pertemanan nya dengan Dean tidak retak.
"Nad, tidak apa jika kau belum bisa memberikan jawaban, aku akan menunggu dan, jika memang kau belum siap,"
Dean yang sadar jawaban Nadine terlalu lama mengambil langkah lain, Dean tidak ingin ditolak sehingga dia akan memberikan Nadine waktu untuk memikirkan lamarannya.
Dean tidak terburu-buru, dia sudah berkomitmen untuk mengejar Nadine sejak awal dan dia tidak ingin terlalu terburu-buru dan merusak segala usahanya.
Nadine memang tidak bisa memberikan jawaban, dia ingin menolak akan tetapi dia sadar jika Dean sangat baik dan tidak enak hati pula untuk menolak nya.
Nadine juga enggan menerima, pernikahan bukanlah hal menyenangkan di pikiran Nadine, pernikahan masa lalunya dengan Aron begitu membekas di hatinya seolah memberikan traumatis yang sulit untuk dilupakan.
"Maaf Mas ..." Nadine menunduk dan merasa bersalah, seberapa keras pun ia berusaha mulutnya tidak bisa menerima Dean.
Walau sebenarnya jika dia menari Dean, sudah pasti kebahagiaan akan menanti nya, akan tetapi hati bodohnya seolah tidak bisa melupakan seseorang yang terus berada di hatinya, walau ia menolak pun lelaki mengerikan yang ingin ia lupakan itu tetap saja melekat di sana.
Dean menggenggam tangan Nadine, tidak ingin memberikan terlalu banyak tekanan karena ungkapan perasaan dan lamaran nya ini.
"Tidak apa Nad, jangan terlalu terbebani oleh lamaran ku ini, aku akan menunggu mu saat kau siap, kapan pun itu aku akan tetap menunggu mu," jawab Dean begitu pasti, dengan senyuman lembut dan hangat nya.
__ADS_1
Walau Dean tetap bersikap tenang dan tersenyum, sebenarnya hatinya sedang kalut sekali, tetapi tidak ia tunjukkan agar Nadine tidak terlalu terbebani oleh ungkapan hatinya itu.
Akhirnya setelah lamaran itu usai, mereka kembali menikmati musik yang dibawakan oleh para pemain musik yang handal, acara lamaran yang begitu hangat dan mesra, sayangnya tujuan Dean belum juga tercapai.
Tetapi Dean mencoba tetap bersikap seperti biasa, agar suasana dan hubungan antara dirinya dengan Nadine tidak menjadi canggung, Dean harus sebisa mungkin tetap mempertahankan hubungan nya dengan Nadine agar mereka bisa tetap dekat satu sama lain.
***
Disaat yang sama,
Di kediaman Alfred Charlos,
Sudah satu bulan lamanya Alfred tidak mau dirawat intensif di rumah sakit lagi, dia sudah di diagnosa sekitar 6 bulan lalu jika penyakit yang ia derita akan merenggut nyawanya kapan saja.
Jadi Alfred memilih tinggal bersama istrinya saja dan menikmati waktu berharganya bersama istrinya tercinta.
Penyakit yang di derita oleh Alfred memang sudah tidak bisa disembuhkan dan Alfred sudah mengatakan kepada anak dan istrinya jika saat kepergiannya nanti jangan terlalu bersedih.
Malam ini, Aron terburu-buru datang ke rumah ayahnya, dimana ibunya sudah duduk di sisi ayahnya yang sudah lemas, ibunya terlihat menangis tersedu-sedu membuat Aron panik.
"Ayah ...."
Aron berlari dengan jantung yang tidak karuan dan segera duduk di sisi ayahnya juga.
"Kau sudah datang Nak,"
__ADS_1
Alfred melihat putranya, teman bertengkar nya namun sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri.
Alfred menyentuh tangan putranya, "Aron, jika ayah sudah tidak ada, jagalah ibumu dengan baik, jangan bekerja terlalu keras untuk menghabiskan waktu mu, lupakan lah hal yang membuat hatimu terluka dan belajar lah dari rasa sakit mu Nak,"
"Jika kau berulah lagi, Ayah sudah tidak bisa membantu mu, maafkan Ayah jika selama ini memiliki salah, sesungguhnya Ayah sangat menyayangi mu, Ayah titipkan Ibumu kepadamu Nak,"
Suaranya lemah sekali, sepertinya Alfred berjuang hanya untuk menunggu putranya datang menyampaikan pesan terakhir nya.
Aron yang mendengar itu langsung memeluk ayahnya kuat sekali, dia menangis dengan hebat, dia menguap bahu ayah nya dan menggenggam tangannya kuat.
"Ayah, aku yang minta maaf, aku yang tidak bisa menjadi anak yang baik, Ayah ...." tangisan Aron pecah diikuti oleh ibunya yang juga menangis dengan hebat.
Para pelayan juga assiten pribadi Alfred yang selalu berada di sisi Alfred juga tidak bisa menahan tangis mereka.
Dan hari itu adalah hari dimana Alfred akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, bersama anak dan istrinya yang sangat ia cintai.
Tidak ada penyesalan bagi Alfred akan tetapi yang ditinggalkan tidak luput dari rasa kehilangan mendalam yang menyayat hati.
***
Guys aku masih sakit nih, ini aja paksain nulis biar ga bolong, maafin aku ya, kalau sudah sembuh akan kembali up banyak seperti biasanya.
Terimakasih semuanya.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana